*) Seri Cerita Hikmah

…Itulah kejadian menarik (pada judul 1). Sebuah adegan reality show di sebuah acara televisi swasta.

Ketika menonton acara ini, di setiap rumah termasuk di rumah saya, para pemirsa akan mengecam orang-orang yang tidak mau menolong Inah.  Ada yang mengatakan ’…wah sayang orang itu tidak mau menolong.., Wah bodoh sekali ia tidak mau menolong…padahal yang menolong akan mendapat rezeki besar, yang menolong pasti akan mendapat uang banyak…” dsb.

Saya pun memberikan komentar kepada anak-anak saya.

”Mengapa Sumarmi mendapat hadiah besar? karena ia melakukan tanpa pamrih. Ia lakukan karena di hatinya muncul rasa kasihan terhadap sesama. Tak ada sedikit pun dalam hatinya ketika memberi ia berkeinginan mendapat imbalan lebih banyak! Rasa kasihan secara spontan itulah nilai Sumarmi. Ia lakukan sebuah tindakan nyata dengan keikhlasan hati tanpa ingin dipuji, tanpa berharap mendapat balasan.”

Itulah keistimewaan Sumarmi baik di mata manusia, apalagi ditinjau dari sudut pandang agama. Insya Allah ia telah melakukan sesuatu sesuai dengan firman Allah SWT.

”Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.” (QS. Al-Muddatstsir: 6)

Kalaulah kejadian itu hanya sebuah setting dari pencetus ide dan sang sutradara sebuah acara televisi, maka bagaimana dengan kondisi kita yang hidup dalam ’Reality Show’ sesungguhnya?

Insya Allah dunia malaikat juga ’menonton’ perilaku kita. Sungguh alam malakut menjadi ’gempar’ lantaran ada manusia yang tidak mau menolong sesamanya yang sedang ditimpa kesulitan. Dunia malaikat pasti juga  ramai ’mendiskusikan’ perilaku manusia yang acuh tak acuh terhadap saudaranya yang sedang membutuhkan pertolongannya. Malaikat adalah makhluk ciptaan Tuhan yang senantiasa bertasbih memuji sang Khaliq. Mereka tak pernah jemu dan bosan. Setiap saat mereka dalam kesibukan memuji Tuhannya.

”Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.” (Fushshilat: 38)

Yakh ! setiap saat para malaikat menonton ’sinetron’ yang sedang kita mainkan. Mereka mencatat seluruh ’acting’ kita. Tentu mereka juga menyayangkan sikap kita yang acuh tak acuh ketika ada orang lain minta tolong dan kita diam saja. Padahal Allah akan memberi balasan, tetapi sayangnya kita tak mempedulikan.

”Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.

(QS. Zalzalah:7-8)

Maukah, dan bisakah kita seperti Sumarmi? meskipun dalam keadaan sempit tetap menanam benih kebaikan?

Kalau itu kita lakukan, insya Allah hadiahnya bukan sekadar dari manusia, tetapi sang Pencipta langit dan bumi sendiri yang akan membalasnya.

”(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

(QS. Ali-’Imran: 134)

Mari kita cari kerabat kita, keluarga kita, tetangga kita, teman sejawat kita, atau orang lain yang memerlukan pertolongan. Akan lebih istimewa, jika kita bisa membantu orang-orang yang membutuhkan, tetapi mereka tidak meminta. Maka itulah pertolongan sebenarnya. Rasulullah SAW menyuruh kita aktif mencari dan menolong mereka. Janganlah sampai ada tetangga atau orang dekat kita sedang susah, sementara kita tidak mengetahuinya.

”Sungguh belum dikatakan beriman, seorang yang tertidur pulas kekenyangan, sementara ada tetangganya yang kelaparan…” Demikian sabda rasulullah SAW.

Sungguh patut direnungkan sabda rasulullah. Orang yang tidak mempedulikan kesusahan orang lain, ia dikatakan sebagai orang yang tak beriman. Padahal orang yang tak beriman tak punya peluang untuk masuk surga.

Semoga masing-masing diri kita diselamatkan Allah dari sifat yang demikian, dan semoga kita dapat menyelesaikan peran kita dengan sebaik-baiknya, sampai episode terakhir di rentang usia, dengan lebel istimewa, khusnul khatimah….insya Allah.

tdj

Malaikat Juga Nonton SINETRON (2)