*) Seri Cerita Hikmah

Terlihat seorang ibu sedang kelaparan. Ia minta bantuan kepada setiap orang yang dijumpainya untuk mendapatkan sesuatu. Seharian berjalan, berpuluh orang telah ia mintai tolong. Tak seorangpun  mempedulikannya.
Inah, nama ibu tua ini, terus berjalan menyusuri lorong kota mencari pengisi perutnya. Menjelang sore, ia bertemu seorang wanita muda sedang menggendong anak. Baju ibu muda itu kotor, demikian juga pakaian anaknya. Dengan terbata Inah memohon ”Bu, tolong, saya sudah dua hari ini tidak makan…. adakah sebungkus nasi?”
Dengan heran ibu muda itu bertanya: ”mengapa nggak beli saja Bu, kan banyak di warung-warung kecil makanan murah..?”
”Saya tidak punya uang…” kata Inah.
Dipandanginya seluruh tubuh Inah. Sesaat kemudian, tampak mata ibu muda ini berkaca-kaca. Kemudian Ia menuju warung kecil yang tidak jauh darinya. Dibelinya sebungkus nasi dengan uang kertas ribuan yang lusuh dan beberapa uang receh. Kemudian ia serahkan nasi bungkus itu kepada Inah, dan Inah pun menyantapnya dengan lahap.
Wanita muda itu melihat Inah dengan raut wajah gembira. Tanpa diminta ia ke warung lagi, kembali sambil membawa segelas teh hangat untuk Inah.
”…Ibu siapa, dari mana, kok tampaknya bukan orang daerah sini?” tanya wanita muda itu.
”Nama saya Inah. Saya bukan penduduk sini, ibu siapa…?” balas Inah.
”Nama saya Sumarmi..!” kata Sumarmi sambil menyeka keringat di keningnya.
”Mengapa ibu mau menolong saya?” kembali Inah bertanya.
”Ah, sudahlah Bu. Kebetulan saya ada uang sedikit yang cukup untuk membeli sebungkus nasi, sekadar menutup rasa lapar ibu.” jawab Sumarmi singkat.
”Terima kasih…” jawab Inah.
Setelah sejenak memandang ke arah anak kecil yang ada digendongannya, Sumarmi berjalan perlahan untuk meneruskan perkerjaannya memulung sampah menyusuri kota.

Tak lama berjalan, Sumarmi dihentikan seorang wanita muda.
”Bu, sebentar Bu,..!”
”Ada apa Mbak…?” jawab Sumarmi heran.
“Tadi saya lihat ibu membeli makan dan minum untuk ibu tadi. Siapa dia ?”
“Oh, Saya juga tidak tahu.” kata Sumarmi
”Mengapa ibu mau menolongnya..? ibu kan juga perlu uang untuk membeli makanan anak ibu ” balas wanita muda itu
”Ah, ndak apa-apalah! dia sudah dua hari tidak makan. Kebetulan saya ada uang cukup untuk membeli nasi bungkus dan segelas teh. Mudah-mudahan nanti ada rezeki lagi buat anak saya…”
”Baiklah Bu,..nama ibu siapa?” kembali wanita muda tersebut bertanya.
”Nama saya Sumarmi Mbak..”
”Bu, karena ibu telah menolong orang lain yang sedang kelaparan, meskipun ibu juga sedang membutuhkan untuk diri ibu dan anak ibu, terimalah ini sekadar rezeki…” kata wanita muda itu sambil mengeluarkan uang lima puluh ribuan yang cukup banyak dari dalam tas hitamnya. Sumarmi terbelalak, memandang uang tersebut. Ia tidak bisa berkata apa-apa. Terasa tersendat untuk bicara.
”Apa,..apa…Mbak…?!” katanya tergagap.
Sambil tersenyum, wanita itu mengulurkan tangannya ke arah Sumarmi sambil memberikan uang tersebut.
”Terimalah…” katanya.
Maka meledaklah tangis Sumarmi. Dirangkulnya rapat-rapat wanita itu.”Terima kasih, terima kasih…Mbak…?! ya Allah…terima kasih…” Hanya itu kalimat yang bisa diucap Sumarmi sambil terus menangis di pelukan wanita tersebut… Setelah  wanita itu pergi, Sumarmi terjatuh tak kuasa menahan gejolak hatinya,  kemudian ia terlelap dalam sujud syukur berurai air mata…
(lanjut bagian 2)

tdj

Malaikat Juga Nonton SINETRON (1)