ISTILAH AKUNTANSI SYARIAH (2)

Bagaimana, sudah paham apa belum dengan istiah yang ada pada tulisan pertama ???
Berikut saya lanjutkan istilah Syariah jilid 2:

Musyarakah : Bentuk kemitraan bank syariah dengan nasabahnya dimana masing-masing pihak mennyumbangkan pada modal kemitraan dalam
jumlah yang sama atau berbeda untuk menyelesaikan suatu proyek atau
bagian pada proyek yang sudah ada.

Musyarakah Permanen/tetap :Musyarakah dimana bagian mitra dalam modal musyarakah tetap sepanjang jangka waktu yang di tetapkan dalam akad tersebut.

Musyarakah Menurun :Musyarakah dimana bank memberikan kepada pihak lainnya hak untuk membeli bagian sahamnya dalam musyarakah sehingga bagian bank menurun dan kepentingan saham mitra meningkat sampai menjadi pemilik tunggal dari keseluruhan modal.

Muwakil : Pemberi kuasa/nasabah dalam transaksi wakalah.

Muzaki : Pembayar zakat.

Nisab : Batas ukuran minimal,jika harta dan peniagaan seseorang telah
melewati batas ini maka zakat terhadap harta dan perniagaan wajib
dibayarkan.
Nisbah : Rasio/perbandaingan pembagian keuntungan (bagi hasil) antara
Shahibul maal dan mudharib.
Qardhul(pinjaman) :Penyediaan dana atau tagihan yang dapat di persamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara peminjam
dan pihak yang meminjamkan, yang mewajibkan peminjam dan
melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu. Pihak yang meminjam dapat menerima imbalan, namun tidak diperkenakan dipersyaratkan di dalam perjanjian.

Qardhul hasan : Pinjaman tanpa imbalan yang memungkinkan peminjaman untuk menggunakan dana tersebut selama jangka waktu tertentu mengemblikan dalam jumlah yang sama pada akhir periode yang di sepakati. jika peminjam mengalami kerugian yang bukan merupakan kelalainnya maka kerugian tersebut dapat mengurangi jumlah pinjaman.
Riba : Pengambilan tambahan,baik dalam transaksi jual-beli maupun
Pinjam-meminjam secara bathil atau pertentangan dengan ajaran Islm.
Riqab : Hamba sahaya
Salam : Bai’as-salam; jual beli barang dengan cara pemesanan dan pembayaran
dilakukan di muka, dengan syarat-syarat tertentu.

Salam paralel : Dua transaksi bai’as-salam antara bank dengan nasabah dan antara bank dengan pemasok atau pihak ketiga lainnya secara simultan.
Shadaqah : pemberian sesuatu kepada orang lain dengan mengharap ridho Allah semata.
Shahibul maal : pemilik dana.
Sharaf : Akad jual beli suatu valuta dengan valuta lainnya. Transaksi valuta asing pada bank syariah hanya dapatdi lakukan untuk tujuan lindung nilai dan tidak diperkenankan untuk tujuan spekulatif.
Taukil : Tugas.
Ta’zir : Denda yang harus dibayar akibatpenundaan pengembalian piutang, dana dari denda ini akan dikumpulkan sebagai dana sosial.
Ujrah : Imbalan.
Urbun : Jumlah yang di bayar oleh nasabah (pemesan) kepada penjual (yaitu pembeli mula-mula) pada saat pemesan pembeli sebuah barang dari penjual. Jika nasabah atau pelanggan meneruskan penjualan dan pengambilan barang, maka urbun akan menjadi bagian dari barang.
Wadiah : Titipan nasabah yang harus dijaga dan di kembalikan setiap saat apa bila nasabah yang bersangkutan menghendaki.bank bertanggung jawab atas
pengembalian titipan tersebut. Wadiahyad-dhamanah : titipan yangselama belum di kembalikan kepada penitip dapat dimanfaatkan oleh penerima titipan.apa bila dari hasil pemanfaatan tersebut diperoleh keuntungan maka seluruhnya menjadi hak penerima penitipan.
Wadiah yad-amanah : Titipan yang selama belum dikembalikan pada penitipan tidak boleh dimanfaatkan leh penerima titipan sampai barang
titipan tersebut diambil oleh penitip.
Wakalah : Akad pemberian kuasadan muwakil(pemberi kuasa/nasabah) kepada wakil (penerima kuasa/bank)untuk melaksanakan suatu taukil(tugas)atas nama Pemberi kuasa.
Wakil : penerima kuasa atau bank.
Zakat : Secara harifah, zakat berarti keberkahan,penyucian,peningkatan dan
suburnya perbuatan baik. Disebut zakat karena dia memberkahi kekayaan
yang dizakatkan dan melindunginya. Di dalam syariah, zakat merupakan suatu kewajiban mengenai dana yang di bayarkan untuk tujuan khusus dan untuk kategori tertentu oleh Allah Yang Maha Kuasa untuk mereka yang berhak terhadap zakat sebagaimana ditentukan dalam AL QURAN kata zakat juga digunakan untuk menunjukkan jumlah yang dibayarkan dari dana-dana yang terkena kewajiban zakat.

Demikian istilah istilah yang ada dalam Akuntansi Syariah

Oh iya, PSAK 59, yang merupakan khusus ”Akuntansi Perbankan Syariah” ini, sekarang sudah digantikan dengan PSAK 101 s/d PSAK 106. Walaupun digantikan, namun istilah-istilah itu masih berlaku.