DAFTAR ISTILAH SYARIAH (1)

TAK KENAL MAKA TAK SAYANG
Ungkapan klasik kayaknya masih relevan saya pakai untuk artikel saya saat ini.
Yaaa……. ada Akuntansi Konvensional dan Akuntansi Syariah. Dalam pengukuran dan pengungkapan transaksi memang ada perbedaan. Sebelum saya memaparkan bagaimana pengukuran dan pengungkapan transaksi syariah, pada arikel kali dikenalkan dulu daftar istilah yang berkaitan dengan transaksi Syariah
(Daftar istilah diambil dari PSAK 59: Lampiran 2)
Akad :          pertalian ijab dengan qabul menurut cara-cara yang   disyari’atkan                  yang berpengaruh terhadap objeknya.
Al-mashnu  :Barang pesanan dalam transaksi itishna.
Al-muslam fihi :Komoditas yang dikirimkan dalam transaksi salam.
Al-muslam ilaihi : penjual dalam transaksi salam.
Al-muslam : pembeli dalam transaksi salam
Al-mustashni : pembeli akhir dalam transaksi itishna.
Amil : petugas pendistibusian zakat.
A-shani :  produsen/supplier dalam transaksi itishna.
Fiisabilillah : Orang yang berjuang di jalan Allah.
Gharim : Orang yang berutang dan kesulitan untuk melunasinya.
Halal : Sesuatu yang di perbolehkan oleh Islam.
Haul : Cukup waktu satu tahun bagi pemilikan harta kekayaan seperti perniagaan,emas,ternak sebagai batas kewajiban membayar zakat.
Hiwalah : Pemindahan atau pengalihan hak dan kewjiban, baik dalam pengalihan piutang maupun utang,dan jasa pemindahan/pengalihan dan dari satu entitas kepada entitas lainnya.
Ibnusabil : Orang yang dalam perjalanan
Ijarah : Perpindahan kepemilik an jasa dengan imbalan yang sudah disepakati
ijarah ini mempunyai 3 (tiga) unsur :
• bentuk yang mencakup penawaran atau persetujuan;
• dua pihak pemilk aset yang disewakan dan pihak yang memanfaatkan
jasa dari aset yang disewakan;
• objek dari akad ijarah,yang mencakup jumlah sewa dan jasa yang Dipindahkan kepada penyewa.
Ijarah Operasianal : Akad ijarah yang tidak berakhir dengan pemindahan kepemilikan
dari aset yang disewakan kepada penyewa.
Ijarah muntahiyah bittamlik : Akad ijarah yang berakhir dengan opsi berpindahnya kepemilikan aset
yang disewakan kepada penyewa.
Infak : Pemberian sesuatu yang akan digunakan untuk kemaslahatan umat.
Istishna : Kontrak penjualan antara al-mustani (penjual akhir) dan al- shani (pemasok) dimana al-shani berdasarkan suatu pemesanan dari al-mustani-berusaha membuat sendiri atau meminta pihak lain untuk membuat atau membeli al-masnu (pokok) kontrak, menurut spesifikasi yang di syaratkan dan menjualnya kepada al-mustasni dengan harga sesuai dengan kesepakatan serta dengan metode penyelesaian dimuka melalui cicilan atau di tangguhkan sampai suatu waktu di masa depan. Ini merupakan syarat kontrak dari Istishna sehingga Al-shani hars menyediakan bahan baku atau tenaga kerja. Kesepa katan akad istishna mempunyai ciri-ciri yang sama dengan salam karena dia menentukan penjualan produk tidak tersedia pada saat penjualan. Dia juga mempunyai ciri-ciri yang sama dengan penjualan biasa karena harga biasa dibayar secara kredit; tetapi tidak seperti salam,harga pada istishna adalah sama dengan ijarah karena tenga kerja digunakan pada keduanya
Kaafil : pihak yang memberikan jaminan untuk menanggung kewajiban pihak lain dalam akad kafalah.
Kafalah : Akad peminjaman yang diberikan oleh kaafil (penanggung/bank)kepada pihak
ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang di tanggung (makful ‘anhu,ashil)
Ma’jur : Objek sewa dalam transaksi ijarah.
Makful : Penerima jaminan dalam akad kafalah.
Muallaf : Orang yang baru memeluk agama Islam.
Mudhrabah : Perjanjian kerja sama untuk mencari keuntungan antara pemilik modal dan pengusaha (pengelola dana).Perjanjian tersebut bisa saja terjadi antara deposan (invesment account)sebagai penyedia dana dan bank syariah sebagai mudharib. Bank syariah menjelaskan keiinginannya untuk menerima dana investasi dari sejumlah nasabah, pembagian keuntungan disetujui antara kedua belah pihak sedangkan kerugian di tanggung oleh penyedia dana, asalkan tidak terjadi kesalahan atau pelanggaran syariah yang telah ditetapkan, atau tidak terjadi kelalaian di pihak bank syariah. Kontrak mudharabah dapat juga diadakan antara bank syariah sebagai pemberi modal atas namanya sendiri atau khusus atas nama deposan, pengusaha para pengrajin lainnya termasuk petani,pedagang dan sebagainya. Mudharabah bebeda dengan spekulasi yang berunsur perjudian (gambling) dalam pembelian dan transaksi penjualan.

Mudharabah Mutlaqah : Investasi tidak terikat
Mudharabah Muqayyadah : Investasi terikat.
Mudharib : Pengelola dana (modal) dalam akad mudharabah; dalam mahzab syafi’i Di sebut ’amil.
Muqashah : potongan pembayaran.
Murabahah : Penjualan barang dengan margin keuntungan yang disepakati dan penjual memberitahukan biaya perolehan dari barang yang dijual tersebut. Penjualan murabahah ada dua jenis : (1) bank syariah membeli barang dan menyediakan untuk dijual tanpa janji sebelumnya dari pelanggan untuk membelinya. (2) bank syariah membeli barang yang sudah dipesan oleh pelanggan dari pihak ketiga lalu kemudian menjual barang ini kepada pelanggan yang sama. pada kasus kedua ini bank syariah membeli barang hanya setelah seorang pelanggan membuat janji untuk membayarnya kepada bank
Musta’jir : Penyewa dalam transaksi ijarah.
Musahiq : Penerima zakat, Al quran mengatur bahwa penerima zakat adalah yang disebut sebagai 8 (delapan )asnaf (golongan/kelompok)

(Untuk sementara istilah dalam Akuntansi syariah sampai disini dulu, tunggu di tulisan berikutnya)