Investasi pada aset bukan keuangan seperti benda-benda koleksi dan aset bukan keuangan lainnya pada dasarnya tidak berbeda dengan investasi pada aset keuangan. Dalam kasus yang sama, investasi dibuat pada saat ini dan kembalinya pendapatan atas hasil investasi itu akan diperoleh di masa mendatang. Kembalinya hasil investasi tersebut berasal dari kemungkinan pendapatan dan penghargaan atas harga suatu barang. Dengan tujuan untuk mencapai capital gain, pasar sekunder harus tetap eksis dan mencapai keuntungan adalah subject untuk pajak capital gain. Dan sama dengan investasi lainnya, pasti ada resikonya.

Meskipun investasi pada aset bukan keuangan, aset nyata pada investasi aset keuangan, keduanya sangat berbeda. Dalam beberapa kasus, investasi ini memerlukan pengetahuan khusus yang berbeda dari pengetahuan yang digunakan untuk memilih aset keuangan. Seseorang dapat menghabiskan hampir seluruh hidupnya untuk mempelajari poin yang tepat yang membuatnya mampu menjadi seorang ahli di beberapa tipe aset seperti seni atau real estate.

RETURN, PASAR DAN RESIKO

Sebuah pasar terdiri dari penjual dan pembeli yang bersama dengan tujuan untuk melakukan transaksi pertukaran barang dan jasa. Ketika harga telah disepakati, barang akan diserahkan penjual pada pembeli. Hal ini juga terjadi pada pasar sekuritas. Penjual dan pembeli sekuritas dibawa bersama dan mereka melakukan perdagangan sekuritas untuk uang. Tapi banyak juga yang melakukan transaksinya diluar pasar formal.

Pasar untuk benda-benda koleksi dan aset bukan keuangan lainnya juga merupakan pasar informal. Karena tidak ada pasar formal, maka tidak ada keuntungan yang bisa ditawarkan seperti misalnya formalitas. Volume perdagangan biasanya tidak tercatat, dan informasinya tidak akan tersebar luas seperti hasil perdagangan sekuritas yang dipublikasikan pada koran keuangan.

Karakteristik ini menunjukkan bahwa pasar untuk beberapa aset bukan keuangan mungkin tidak efisien, sementara pasar untuk beberapa aset nyata seperti emas, sangat efisien.

Return yang ditawarkan dengan investasi pada aset seperti emas, berasal dari harga apresiasi yang potensial dan pajak sebagai capital gain ketika pengembalian hasil investasi diperoleh. Pengembalian penghasilan melalui harga apresiasi berbeda antara harga jual bersih dan harga pembelian. Harga jual bersih diperoleh dari harga dikurangi komisi atau beberapa biaya penjualan. Biaya penjualan ini bermacam-macam sesuai dengan tipe aset yang dijual. Biaya lain juga mungkin terjadi di investasi aset bukan keuangan yang tidak terjadi pada aset keuangan. Seperti, investor mungkin akan mengambil asuransi khusus untuk melindungi resiko yang mungkin terjadi. Biaya tambahan ini mengurangi return dari investasi tersebut.

Investasi pada seni dan barang-barang koleksi, investor memiliki resiko dasar yang sama dengan investasi pada aset keuangan dan resiko ini berhubungan dengan sebagian perusahaan atau aset. Sebagai tambahan, investor juga harus melihat resiko kehilangan yang akan diperoleh karena inflasi dan masalah lain yang berhubungan dengan pencurian dan penggelapan.

Alasan utama untuk melakukan pembelian aset bukan keuangan sebagai investasi ialah sebagai kunci yang dapat menolong seseorang menghadapi inflasi. Nilai pada aset keuangan seperti saham dan obligasi sering menurun ketika inflasi meningkat. Bagaimanapun, nilai dari aset nyata dapat menjaganya dari inflasi sehingga orang lebih memilih untuk membelinya daripada membeli aset keuangan.

Semua resiko yang terjadi pada aset bukan keuangan, menimbulkan langkah antisipasi untuk investasi pada aset ini. Pertama, investor seharusnya membeli hanya setelah melakukan pekerjaannya. Kedua, investor seharusnya mengkhususkan diri pada aset bukan keuangan yang menarik buatnya. Ketiga, seharusnya investasi benda-benda koleksi hanya setelah aset keuangan cukup untuk dijumlahkan bertemu dengan bahaya keuangan dan kondisi yang serba tidak pasti. Keempat, investor seharusnya waspada untuk kehilangan seluruh investasi pada seni atau benda koleksi lainnya.

SENI DAN BENDA KOLEKSI LAINNYA

Barang seni dan benda koleksi dapat dibeli dengan cara yang beragam. Salah satunya adalah agen yang membuat pasar. Seni dan keamanan pasar hampir sama dengan pasar tangan kedua. Banyak pertukaran setelah penjualan awal di pasar kedua.

Ketika agen membuat pasar, mereka menciptakan harga permintaan dan harga penawaran. Ketika volume transaksi rendah dan jumlah agen di bidang spesialis ini sedikit, selisih antara permintaan dan penawaran menjadi sangat penting. Pembeli mungkin membayar harga retail tapi hanya menerima harga pedagang besar, yang akan digunakan dengan pasti sebagai jumlah dasar dari bermacam harga apresiasi.

Alternatif pasar untuk barang seni dan benda koleksi berharga adalah lelang. Rumah lelang mengijinkan pemilik dari barang seni berharga, antik, dan benda koleksi lainnya untuk ditawarkan dijual pada penonton dalam jumlah yang besar, tapi harganya berdasarkan penawaran. Meskipun Rumah lelang menetapkan perkiraan nilai setiap barang, harga yang diperoleh bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari perkiraan.

RETURN BENDA-BENDA KOLEKSI

Return dari investasi pada seni, barang antik, dan benda koleksi lainnya berasal dari harga apresiasi yang potensial. Itu sangat jelas bagaimana harga apresiasi mengeneralkan return, ketika terdapat perbedaan antara harga bersih penjualan dan harga pembelian.

NILAI BENDA-BENDA KOLEKSI

Nilai dari barang seni berdasarkan banyak faktor. Nilai tersebut juga dipengaruhi oleh reputasi artis dan kualitas kerja dan banyak faktor lainnya termasuk atribut kerja itu sendiri. Investasi pada tipe ini mungkin berharga tapi kemungkinan peningkatan nilai yang besar sangat kecil. Kondisi dari barang seni juga mempengaruhi harga dengan jelas.

Nilai dari barang seni sangat subyektif. Seorang profesional mengetahui hal ini dan mampu untuk membuat penaksiran yang akurat. Ketika sesuatu ditawarkan pada lelang, dia tahu perkiraan yang harus ia buat untuk mendapatkannya.

PEMILIHAN BENDA-BENDA KOLEKSI

Bagaimana seorang investor mengatrol masalah pemilihan diantara barang seni dan benda-benda koleksi?? Pada dasarnya pilihan sama untuk membeli hasil dari artis ternama atau mencoba untuk mengidentifikasi artis yang akan diterima dimasa mendatang. Dalam hal ini, memiliki kemiripan dengan membeli saham di bursa milik perusahaan ternama yang bagus di kondisi keuangan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan investor untuk meningkatkan perubahan pendapatan pada barang seni atau benda-benda koleksi, antara lain : Pertama, investor seharusnya membeli dari agen yang memiliki reputasi baik. Kedua, investor seharusnya mencegah pembelian barang koleksi yang menyamarkan investasi potensial. Ketiga, investor seharusnya mengembangkan kekhususan.

REFERENSI:

Fabozzi. F.J. 1999. Investment Management. 2nd Edition. Prentice Hall. New Jersey.

INVESTASI PADA ASET NON KEUANGAN