Pertumbuhan deviden adalah teoritical berbunyi: deviden itu potongan aliran kas masa depan kembalike masa sekarang di di tingkat pengembalian yang dikehendaki, dan pengembalihan yang dikehendaki perbedaan digabung dengan resiko pasar. Membuat model operational, bagaimanapun, sulit. Permasalahan mucul secara cepat jika saham tidak membayar deviden.

Analisis investasi saham merupakan hal yang mendalam yang harus diketahui para investor untuk memperkirakan berapa harga saham yang mengingat tanpa analisa yang baik dan rasional para investor akan mengalami kerugian. Keputusan menjual saham terjadi bila nilai perkiaraan suatu saham di-bawah harga pasar.

Dalam proses penilaiaan harga saham perlu dibedakan antara nilai dan harga. Yang dimaksud dengan nilai adalah nilai intrinsik. Nilai intrinsik merupakan nilai nyata suatu saham yang ditentukan oleh beberapa faktor fundamental perusahaan. Pengertian nilai intrinsik adalah nilai yang tercermin pada fakta seperti aktiva pendapatan, deviden, dan prospek perusahaan. Sedangkan harga diartikan sebagai harga pasar. Harga pasar yaitu harga yang berlaku dalam pasar saat itu.

Untuk menentukan nilai saham investor harus melakukan analisis terlebih dahulu terhadap saham-saham yang ada di pasar modal guna untuk menetukan saham-saham. Tujuan analisis saham adalah untuk menilai apakah penetapan Harga saham suatu perusahaan ditawar secara wajar atau tidak.

Masalahnya adalah membuat model pertumbuhan deviden dapat diaplikasikan, bagaimanapun tidak cukup persediaan dasarmengesampingkan itu atau model penilaian lainnya. Model penilaian saham ini di bangun dalam potongan aliran kas masa depan. Analisis ini untuk mengidentifikasi kekuatan perlawanan ekonomi nyata dan pengembalian dalam investasi alternative. Contoh-contoh cara teknik penilaian saham:

1.        P/E Ratio

Penilaian saham dengan pendekatan ini paling banyak digunakan oleh para investor dan analisa sekuritas. Pendekatan ini di dasarkan hasil yang diharapkan pada perkiraan laba per lembar saham saham di masa yang akan datang, sehingga dapat diketahui berapa lama investasi saham akan kembali.  Proses oleh yang mana P/E ratio mungkin saja digunakan untuk nilai sebuah saham adalah dijumlahkan dengan mengunakan persamaan yang sederhana:

P=(m)(EPS)

Status dari nilai dari saham tersebut menghasilkan dari penghasilan setiap bagian dan beberapa  kelipatan. Kelipatan ini adalah memiliki harga/rasio penghasilan. sekali peristiwa penghasilan yang diharapkan dan memiliki kelipatan adalah diestimasi, nilai nyata dari saham sangat mudah  tetap.

Pengunaan dari pendekatan untuk penilaian dan keamanan seleksi sering ditemukan di dalam tekanan keuangan. Jika rasio yang berlaku bergerak diluar jarak ini, investor mungkin ingin untuk melihat lebih jauh. P/E ratio telah disarankan jika saham telah kelebihan nilai.

Kelemahan dalam Pengunaan P/E Ratio

Kelemahan yang utama dalam pengunaan P/E ratio adalah rasio tetap. Ilustrasi terdahulu mengunakan P/E rasio dari 10, tetapi yang tidak dijelaskan adalah untuk kenapa 10 adalah tetap. Solusi yang mungkin adalah untuk mengunakan industri rata-rata P/E ratio. Solusi biasa ini untuk problem dari determinasi rasio tetap, tetapi itu adalah asumsi sangat mutlak yang sebuah perusahaan luar biasa adalah berbanding untuk perusahaan guna untuk mendeterminasi rata-rata P/E ratio.

Permasalaha kedua dengan mengunakan P/E ratio adalah penghasilan perusahaan. Dua permasalahan inti meliputi:

  1. Definisi dari Pendapatan
  2. Estimasi Pendapatan Masa Depan

Ketika laporan total perusahaan dan pembagian pendapataan, ini “garis Bawah” nomor mungkin mengandung item yang luar biasa  yang tidak sedang diulangi lagi. Anehnya P/E ratio akan berpengaruh dengan pilihan penghasilan.

Satu solusi yang mungkina adalah untuk menyesuaikan EPS untuk bagian yang luar biasa dan mengunakan untuk menghitung P/E. Pendekatan yang beralasan ini jika item yang ada unik, dan kejadian yang diulang kembali.

Kesamaan antara Pengunaan dari P/E Rasio dan Penilaian Pertumbuhan Deviden

Meskipun sulit P/E rasio punya kelemahan serius dari gambaran dari penilaian saham biasa, mereka sangat berguna untuk membandingkan perusahaan dengan perbedaan pendapatan dan harga saham. Pendapatan tetap dan harga dari saham dikombinasikan dalam sebuah P/E ratio, dan standarisasi ini memfasilitasi persamaan. Jika sebuah perusahaan P/E rationya berbeada dari industri rata-rata, investor mungkin ingin untuk bertanya kenapa dan menganlisa perusahaan lebih jauh sebelum membuat keputusan invetasi.

Dari ini pandangan, P/E ratio bergantung pada dasar keuangan yang sama dengan variabel model pertumbuhan deviden: deviden (yang mana bergantung dalam pendapatan), perusahaan dengan kemmpuan untuk tumbuh, dan pengembalian yang diharapkan.

Kegunaan dari P/E ratio  sebagai penganti dari model pertumbuhan deviden menawarkan satu keuntungan lebih tinggi  dan satu kerugian lebih tinggi. Seperti keadaan sebelumnya, keuntungan itu bahwa P/E ratio mungkin dapat diterapkan untuk saham biasa yang mana tidak tetap membayar  deviden tunai. Model pertumbuhan deviden mengasumsikan bahwa perusahaan akhirnya membayar deviden tunai dan bahwa deviden masa depan ini memberikan nilai saham tetap. Kelemahan paling tinggi dari P/E ratio adalah bahwa rasio ini tidak memberitahukan analisa jika keamanan di bawah atau di atas nilai. Ratio mungkin mengidikasikan akhirnya saham perusahaan terjual dekat dengan sejarah tinggi atau rendahnya P/E ratio dan setelah investor mengambar sebuah kesimpulan dari informasi ini. Menetapkan sebuah nilai berdasrkan dari keininan investor pada tingkat pengembalihan modal, deviden perusahaan, dan pertumbuhan masah depan deviden ini. Penilaian ini membandingkan harga sebenarnya untuk menjawab pertanyaan dari apakah saham di bawah atau diatas nilai.

2.        Price/Book ratio

Sebuah alternatif untuk P/E ratio untuk pilihan dari saham adalah rasio dari harga saham untuk setiap pembagian harga buku, sesungguhnya aplikasi adalah sama seperti dengan P/E ratio. Keamanan analisa pembanding harga dari saham dengan itu setiap pembagian buku. Penetapan apa mengusulkan rendah atau tinggi rasio adalah cara lain dari analisa. Sering, jika sebuah saham dijual lebih rendah dari nilai buku, itu memperhatikan dibawah nilai

P/E ratio dan ratio pasar untuk buku mudah diartikan untuk membandingkan saham dan penting untuk nilai mendekati untuk seleksi keamanan. Nilai investasi menitik beratkan saham yang mana diantisipasi untuk tumbuh lebih lambat daripada arta-rata tetapi mungkin menjual untuk darga rendah. Saham ini sering mendapat P/E kecil dan pasar untuk buku rasio, dan perusahaan sering mengopersaikan di dasar industri teknologi rendah. Wujud dari pendekatan ini pasar itu melalaikan pada saham. Strategi nilai adalah aneh sekali berlawanan untuk sebuah strategi pertumbuhan, yang mana menekan seleksi dari saham dengan lebih hebat dari rata-rata pertumbuhan potensial.

3.        Price/Sales (P/S) Ratio

Penilaian rasio ketiga adalah rasio dari harga dari saham untuk setiap pembagian penjualan. Jika sebuah perusahaan tidak memiliki pendapatan, P/E rasio tidak berarti, dan rasio gagal menjadi alat penilaian dan persamaan. P/S ratio, bagaimanapun bisa menghitung meskipun jika perusahaan  mengopersikan pada kerugian, demikian izin persamaan dari semua perusahaan., termasuk bahwa perusahaan tidak menguntungkan.

Meskipun perusahaan memiliki pendapatan dan demikian memiliki P/E ratio positif, price/sales ratio bertahan sebagai alat analisa. Pendapatan adalah sangat pokok berrelasi dengan penjualan. Sebuah P/S rasio kecil mengindikasikan penilaian lemah; pasar saham tidak menempati sebuah nilai besar dalam penjalan perusahaan. Meskipun perusahaan mengoperasikan pada  kerugian, P/S rasio rendah mungkin mengindikasikan investasi di bawah nilai. Kenaikan kecil dalam keuntungan mungkin mengartikan penjualan kedalam sebuah kenaikan besar dalam harga saham. Ketika perusahaan kembali menguntungkan , pasar akan merespon ke pendapatan dan kedua P/e dan P/s rasio meningkat. Demikian , harga tetap P/S rendah mungkin mengusulkan bahwa ini adalah ptensi yang dapat dipertimbangkan untuk harga saham untuk meningkat. Seperti potensi tidak akan muncul jika penjualan saham telah terjual dalam P/S yang tinggi.

Ketika rasio dari P/S digunakan sebagai sebuah alat untuk pilihan keamanan, kelemahan yang ditetapkan kepada P/E ratio juga ditetapkan ke P/S ratio. Sesungguhnya, disini tidak tetap atau rasio yang benar untuk digunakan kepada penilaian dari saham. Ketika beberapa analisa keuangan percaya bahwa P/E ratio rendah menindikasikan dari kelemahan keuangan, yang lain analisa keamanan mengambarkan kesimpulan sebaliknya. Penetapan P/S ratio yang sama. Beberapa analisa keuangan mengisolasi perusahaan dengan rasio rendah dan setelau itu mengusulkan bahwa perusahaan ini adalah memiliki nilai rendah. Analisa yang lain, bagaimanapun akan berdebat sebaliknua. P/S ratio rendah adalah carakteristik dari perusahaan yang berpenampilan miskin dan tidak kaya sebuah harga hampir berrasio rendah setelah itu mengindikasikan penilaian rendah tetapi adalah kaca dari keuangan melemah.

4.        PEG Ratio

PEG ratio menetapkan standart P/E ratio untuk pertumbuhan. Itu memberikan tekanan relatif dari nilai dan fasilitas pembanding perusahaan dengan perbedaan tingkat pertumbuhan. Jika tingkat pertumbuhan melampaui P/E ratio, nilai numerik tertinggi adalah lebih kecil dari 1.0 dan usulan bahwa saham adalah dibawah nilai. Jika P/E ratio memampaui tingkat pertumbuhan, PEG ratio is lebih besar dari 1,0. Nilai numerik tertinggi, penilaian tertinggi dan kurang menarik adalah saham. A PEG dar 1.0 dari 2.0 mungkun mengusulkan saham nilai sangat beralasan, dan sebua rasio lebih besar dari 2. mungkin mengusulkan saham itu kelebihan nilai.

Karena standarisasi PEG ratio untuk pertumbuhan, itu menawarkan satu keuntungan utama  diatas P/E ratio. PEG ratio memfasilitasi persamaan dari perusahaan di dalam industi berbeda bahwa memberi pengalaman berbeda tingkat dari pertumbuhan. Secara cepat negara berkembang mungkin sekaran bisa dibandingkn dengan pengalaman perusahaan sebuah tingkat dari pertumbuhan. Beberapa perusahaan memiliki P/E ratio tinggi dan mungkin bisa mempertimbangkan kelebihan nilai semata-mata berdasarkan dari rasio. Bagaimanapun, beberapa perusahaan diharapkan untuk tumbuh lebih cepat, jadi ketika P/E ratio menentukan standar untuk tumbuh, saham ini muncul kurang melebihi nilai.

Investor bisa menhitung PEG ratio milik mereka sendiri, tetapi ini mungkin lebih prastis untuk mempertahankan mereka dari sumber ada seperti yahoo. Sekali kagi sebuah masalah muncul yang mana sumbernya digunakan, sejak PEG ratio mungkin beda dari sumber yang berbeda.

5.        Cash Flow (Aliran Kas)

Sebuah alternatif mengunakan pendapatan dalam keaamanan penilaian adalah aliran kas dan kemampuan dari perusahaan untuk menghasilkan kas. Untuk mudahnya, perusahaan berkembang, kemampuan untuk menghasilkan kas mungkin bisa sama dan penting seperti pendapatan sejak sedang menghasilkan kas termasuk perusahaan bisa untuk berkembang tanpa mengunakan keuangan external. Setelah permulaan periode dari operasi saat rigi tetapi memproduksi aliran kas, perusahaan mungkin timbuh kedalam sebuah kemakmuran, operasi menguntungkan.

Proses penilaian mengunakan aliran kas sesungguhnya sama seperti saat mengunakan dengan P/E rasio, kecuali aliran kas menganti untuk pendapatan dan titik berat adalah tempat dalam pertumbuhan di dalam aliran kas lebih bagus pertumbuhan dari pertumbuhan dari pendapatan.

Estimasi dari aliran kas masa depan dan penetapan dari persamaan tetap , pastinya, saat prtimbangan dari analisa investasi. Untuk perusahaan dengan investasi penganti di dalam tanaman atau sumber alami, depresiasi bukan kas membantu menangkap kembali biaya dari investasi dan mengkonstribusikan untuk aliran kas perusahaan. Aplikasi yang sama untuk bisnis perumahan dan dana dari operasi sering digunakan sebagai penganti dari pendapatan ketika menilai bisnis properti dan perumahan investasi. Seperti  penilaian wujud dari nilai latihan investasi oleh individu. Apakah sebuah pendekatan nilai adalah lebih ungul untuk sebuah pendekatan pertumbuhan.

REFERENSI:

Fabozzi. F.J. 1999. Investment Management. 2nd Edition. Prentice Hall. New Jersey.

ALTERNATIF TEKNIK PENILAIAN SAHAM