Investor harus memperhatikan siklus ekonomi ketika memutuskan komposisi dari berbagai instrumen keuangan mengenali tanda-tanda awal (leading indicator) sangat penting dalam melakukan shifting stock Dalam melakukan investasi portofolio. Salah satu  cara untuk mengurangi risiko investasi, investor perlu melakukan hedging atau diversifikasi jenis saham. Investor dikatakan beruntung jika dapat menerima kembali minimal sejumlah nilai modal awal (capital maintenance).

Portofolio adalah masalah alokasi investasi dan seleksi saham. Alokasi investasi diterapkan terlebih dahulu, baru kemudian melakukan seleksi saham dengan menggunakan berbagai macam metode seperti reward to variability ratio (R/V), express return, dan alpha. Memilih saham dalam suatu sektor yang terdiri dari berbagai jenis saham diperlukan peringkat R/V atau peringkat alpha atau peringkat appraisal ratio. Semakin besar peringkat positif berarti semakin baik untuk dibeli dan semakin besar peringkat negatif berarti semakin besar kesempatan untuk di jual.

Produk yang dapat diinvestasikan dapat berupa saham individual yang dipilih dengan menggunakan analisis securities market line (SML), reksa dana yang dipilih dengan menggunakan analisis capital assets line (CAL), dan indeks pasar yang dipilih dengan menggunakan analisis capital market line (CML).

Investor dapat melakukan investasi baik dalam sektor riil maupun sektor keuangan.  Sektor riil adalah sektor yang pendiriannya bersifat nyata dalam bentuk fisik seperti bidang manufaktur, properti, perbankan, perkebunan, peternakan, pertambangan dan lain sebagainya. Investasi dalam sektor keuangan adalah investasi yang bentuk instrumen keuangan seperti saham, obligasi dan surat berharga Pasar Uang (SPBU) yang diterbitkan oleh perusahaan maupun negara. Pihak yang dapat menjadi investor dapat bersifat perorangan, yayasan, dana pensiunan, dana asuransi, pedagang Efek, dan Manajer Investasi.

Dalam globalisasi, investasi dapat dilakukan menembus batas-batas negara dengan sangat mudah, karena banyak perusahaan investasi yang telah beroperasi secara operasional sehingga investor mendapat kemudahan jika ingin melakukan jual beli instrumen keuangan. Hal ini berarti terbuka kesempatan bagi investor besar untuk melakukan diversifikasi internasional, termasuk menetapkan besarnya proporsi investasi ke masing-masing negara.

Investor internasional maupun investor domestik yang beroperasi dalam suatu pasar segera menentukan langkah-langkah berikut :

1.  Alokasi investasi (asset allocation)

2.  Seleksi sekuritas (securities selection)

3.  Pergantian sekuritas (shifting securities)

 

Alokasi Investasi adalah tindakan untuk menetapkan bobot investasi atau proporsi instrumen keuangan tak berisiko (risk free asset) dan instrumen keuangan berisiko (risk asset). Risk free assets diartikan sebagai instrumen investasi yang tidak mungkin mengalami gagal bayar bunga dan pokok yang mengandung risiko tidak mendapatkan hasil investasi, atau pokok investasi tidak kembali sebagian atau seluruhnya, seperti saham dan obligasi. Dalam menentukan bobot investasi risk free assets, investor mempertimbangkan kondisi pasar (market timing) dan siklus ekonomi (business cycles) yang sedang berlangsung pada saat investasi akan diputuskan.

Dalam siklus ekonomi recovery dan siklus prosperity, sebagian besar porsi investasi dilakukan dalam saham dan sebagian kecil dalam obligasi atau instrumen pasar uang. Dalam siklus resesi dan siklus depresi, porsi investasi dalam saham sangat kecil dan porsi dalam obligasi serta SPBU merupakan bagian terbesar. Investasi saham dalam siklus resesi dan siklus depresi terbatas untuk saham perusahaan yang memproduksi produk tidal tahan lama (non durable goods). Hal ini berarti bobot investasi antara SPBU, obligasi, dan saham tidak bersifat konsisten, melainkan berubah-ubah menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang sedang berlangsung atau kondisi pasar yang diprediksi di masa datang.

Risky assets dalam bentuk saham dapat dikelompokkan ke dalam 9 sektor menurut Bursa Efek Jakarta, yaitu (1) Perkebunan & Peternakan (2) Pertambangan & Energi, (3) Industri Dasar & Ringan, (4) Industri Berat & Otomotif, (5) Makanan & Minuman, (6) Properti, (7) Infrastruktur Transportasi & Komunikasi, (8) Perbankan & Keuangan, dan (9) Industri lain-lain.

Seleksi sekuritas (securities selection) adalah tindakan memilih saham yang akan diinvestasikan dari beberapa jenis saham yang ada dalam suatu sektor. Misalkan suatu sektor terdiri dari 40 jenis saham (emiten) sehingga yang dipilih hanya 3 atau 5 jenis saham yang memiliki kinerja terbaik. Pemilihan sebagian kecil saham dari setiap sektor dimaksudkan untuk menghindari investasi saham yang berkorelasi positif. Kinerja saham dapat diukur dengan menggunakan berbagai metode seperti perbandingan antara return dan risiko (risk and return analysis). Metode lainnya untuk memilih saham adalah : (1) single factor model, (2) single market model, (3) multifactor model, (4) dividend discounted model, (5) price earning ratio, dan (6) price book value ratio.

Pergantian sekuritas (shifting securities) adalah tindakan mengubah komposisi sektor-sektor dalam suatu portofolio atau jenis saham dalam suatu sektor. Penetapan proporsi investasi di setiap sektor tidak sama, tetapi disesuaikan dengan kondisi pasar (market timing) yang akan berlangsung beberapa bulan ke depan. Proporsi investasi di setiap sektor akan terus berubah secara periodik dan tidak konstan.

Teori portofolio berhubungan dengan pemilihan portofolio yang dapat memaksimalkan pengembalian yang diharapkan sesuai dengan tingkat rasio yang dapat diterima. Portofolio mendefinisikan “pengembalian portofolio yang diharapkan” dan “tingkat risiko portofolio yang dapat diterima” serta menunjukkan cara pembentukan portofolio yang optimal.  Sedangkan teori pasar modal berhubungan dengan pengaruh keputusan investor terhadap harga sekuritas. Fokus dari pengelolaan portofolio adalah risiko dari keseluruhan portofolio.

MENGIDENTIFIKASI RISIKO INVESTASI

Portofolio keuangan dapat diartikan sebagai investasi dalam berbagai instrumen kenangan yang dapat diperdagangkan di Bursa Efek dan Pasar Uang dengan tujuan menyebarkan sumber perolehan return dan kemungkinan risiko. Instrumen keuangan dimaksud meliputi saham, obligasi, valuta asing, deposito, indeks harga saham, dan produk derivative lainnya. Return investasinya dapat berupa dividen tunai, capital gain (loss), kupon, dan bunga; sementara risiko investasi dapat berupa kerugian penurunan kurs saham dan kurs obligasi, gagal menerima dividen tunai dan kupon obligasi, gagal menerima kembali modal karena emiten saham dinyatakan pailit atau sahamnya tidak laku dijual karena emiten bersangkutan telah dikeluarkan dari pencatatan di Bursa Efek.

Untuk mengurangi risiko investasi, investor harus mengenal jenis risiko investasi. Jenis risiko ini dikelompokkan dalam dua kelompok besar, yaitu risiko sistematis atau disebut systematic risk atau undiversifiable risk, dan risiko tidak sistematis atau disebut unsystematic risk atau specific risk atau diversifiable risk.

Untuk mengurangi risiko sistematis, investor dapat melakukan lindung nilai (hedging) di futures market atau di option market. Cara lain untuk mengurangi risiko sistematis adalah memahami perilaku siklus ekonomi dan tanda-tanda awal (leading indicator) pergantian siklus ekonomi. Dalam siklus ekonomi recovery dan expansion, investasi yang paling menguntungkan adalah dalam saham emiten yang membuat produk tahan lama (durable goods),  sedangkan dalam siklus recession dan depression lebih baik berinvestasi dalam saham emiten yang membuat produk tidak tahan lama (nondurable goods). Apabila ada tanda-tanda awal pergantian siklus dari depression ke recovery atau dari expansion ke recession, make investor harus segera mengganti jenis sekuritas (shifting assets) sebelum kerugian yang lebih besar terjadi.

 

DAFTAR PUSTAKA

Aswath Damodaran : Investment Valuation Tools and Tecniques for Determining the Value of Any Asset, Second Edition, John Wiley & Sons, Inc. 2002

Bodie,Kane,Marcus : Investments CFA Editions, 1991

Frank K.Reilly & Keith C.Brown : Investment Analysis & Portfolio Management, Seventh Edition, Thomson South-Western, 2003

Gordon J.Alexander,William R. Sharpe, Jeffrey V. Bailey: Fundamentals of Investments, Second Edition, Prentice-Hall International Edition, 1993

J.Fred Weston, Eugene E.Brigham : Essentials of Managerial Finance, Tenth Edition, The Dryden Press, 1993

Lawerence J.Gitman,Michael D.Joehnk : Fundamentals of Investing, Sixth Edition, HarperCollinsCollegePublisher, 1996

RISIKO INVESTASI