Alasan Pemberian Indeks Ekuitas

Alasan teoristis dan empiris menggarisbawahi meningkatnya penggunaan indeks saham biasa. Jika pasar secara memadai harga efisien sehingga pengembalian tertinggi yang telah disesuaikan dengan risiko tidak dapat diterima secara tetap setelah penyesuaian untuk biaya transakai, kemudian strategi yang sesuai dilakukan adalah strategi pasif. Meskipun strategi beli dan simpan dan pembelian indeks adalah strategi pasif, ada alasan teoristis yang dapat diterima untuk oembelian indeks. Penilaian teoristis untuk strategi ini edalah teori pasar modal. Menurut teori ini, dalam pasar efisien, “portofolio pasar” menawarkan tingkat pengembalian per unit yang paling tinggi karena menahan efisiensi pasar,. Portofolio pasar secara teoristis adalah dimana kapitalisasi portofolio dari semua aktive yang beresiko.

Pembentukan Patok-Duga dan Portofolio Tiruan

Langkah pertama dalam manajemen dana indeks adalah pemilihan indeks atau patok-duga (bencmark). Patok-duga merupakan kinerja dari serangkaian sekuritas yang telah ditentukan, diperoleh untuk tujuan perbandingan. Sekali manajer memutuskan untuk melakukan strategi pembelian indeks dan memilih patok-duga, langkah selanjutnya adalah membentuk portofolio yang akan mengikuti indeks. Portofolio yang dibentuk untuk menyamakan indeks atau patok-duga disebut sebai portofolio tiruan. Tujuan pembentukan peotofolio tiruan adalah untuk meminimumkan perbedaan kerja antara portofolio tiruan dan patok-duganya.

Kesalahan Penelusuran dan Biaya Transaksi

Perbedaan antara kinerja patok-duga dan portofolio tiruan disebut kesalahan penelusuran (tracking error). Kinerja portofolio diukur dengan pengembalian total (dividen ditambah perubahan nilai pasar portofolio). Karena itu kesalahan penelusuran dihitung sebagai berikut :

Kesalahan Penelusuran = Pengembalian total portofolio tiruan – Pengembalian total patok-duga

 

Kesalahan penelusuran bisa positif atau negatif.kesalahan penelusuran positif berarti bahwa portofolio tiruan dibawah patok – duga. Dalam pemberian indeks, strateginya adalah mendapatkan kesalahan penelusuran nol.

Biaya Transaksi

Mendesain portofolio tiruan yang optimal meliputi pemegang saham semua penerbitan saham dan semua patok duga atau bagian dari penerbitan tersebut jumlah penerbitan saham dalam portofolio tiruan mempengaruhi biaya transaksi, tetapi memiliki penerbitan saham lebih sedikit kemudian ditunjukan dalam patok-duga menghasilkan kesalahan penelusuran. Indeks-indeks yang didasarkan pada penentuan rata-rata aritmatik secara mudah ditiru tanpa memperhatikan skema pemberian timbangan. Tetapi sepanjang waktu jika ada perubahan komposisi indeks, dimana harga saham berubah timbangan melakukan penyesuaian secara otomatis untuk konsistensi dengan jumlah saham. Ini hanya dengan arus indeks dimana jumlah-jumlah saham tidak berubah. Akibatanya, tidak diperlukan penyeimbangan kembali. Tetapi tidak benar untuk indeks-indeks yang ditimbang secara sama karena jumlah saham harus berubah untuk mempertahankan jumlah dolar yang sama setiap saham.

Metode-metode Pembentukan Perwakilan Portofolio Tiruan

a. Metode Kapitalis

Menggunakan metode kapitalis, manajer membeli sejumlah nama dengan kapitalisasi terbesar dalam indeks penerbitan saham dan secara sama mendistribusikan saham sisa yang ditimbang melalui indeks.

b. Metode statifikasi

Metode kedua untuk meniru indeks adalah metode stratifikasi. Langkah pertama penggunaan metode ini adalah untuk menentukan faktor dimana saham yang melengkapi suatu indeks dapat dikategorikan.

c. Metode Optimisasi Kuadrat

Metode akhir dengan menggunakan prosedur optimasi kuadrat untuk menghasilkan kelompok portofolio yang efisien, dan karena itu disebut optimisasi kuadrat. ini adalah prosedur yang sama untuk menghasikan kelompok efisien Markowiz. Kelompok efisien meliputi portofolio dengan varian minimum untuk tingkat yang berbeda.dengan tingkat pengembalian yang diharapkan. Para investor dapat memilih suatu portofolio diantara kelompok yang memuaskan toleransi risiko manajer dana.

Hubungan Dengan Startegi Ekuitas Aktif

Management dana indeks dapat diperluas menjadi management dengan mendesain portofolio yang diverifikasi dengan baik yang mengambil keuntungan dari estimasi tertinggi pengembalian yang diharapkan dan mengembalikan risiko pasar atau starategi seperti itu disebut pemberian indeks dengan kualitas yang baik (enhanced indexing). Dua metode ditunjukan untuk meningkatkan peningkatan pengembalian portofolio yang disesuaikan resikonya. Yang pertama meliputi penciptaan portofolio “yang memiliki slope” (title portofolio) sementara yang kedua menggunakan pasar masa depan.

Portofolio yang memiliki posisi slope dapat dibentuk untuk memberi penekanan sektor industri tertentu atau faktor kinerja seperti pengukuran mendasar misalnya momentum pendapatan, hasil dividen, dan rasio harga pendapatan. Atau dapat dibentuk untuk memberi faktor ekonomis seperti suku bunga dan inflasi. Portofolio dapat didesain untuk mempertahankan hubungan yang kuat dengan patok-duga dengan meminumkan varians kesalahan penelusuran.

Metode kedua meliputi oenggunaan indeks saham masa yang akan datang. Pendahuluan produk-produk turunan-indeks saham memberikan manajer dengan alat-alat yang jika digunakan dengan benar, dapat meningkatkan pengembalian terhadap dana indeks. Seperti yang akan datang yang dinilai terlalu rendah dapat menambah nilai untuk penegmbalian tahunan portofolio yang diberi indeks tanpa pengecualian resiko tambahan yang signifikan,

Pemberian indeks adalah bentuk meanjemen ekuitas pasif. Pendekatan ini didukung oleh penemuan-penemuan bahwa pasar saham cukup efisen-harganya sehingga sulit untuk secara konsisten menguasai pasar setelah melakukan penyesuain untuk resiko dan biaya transaksi.

Referensi:

Fabozzi, F. J.1999. Manajemen Investasi.Jakarta: Salemba Empat.

INDEKS EKUITAS