Diversifikasi portofolio diartikan sebagai pembentukan portofolio sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi risiko portofolio tanpa mengorbankan penghasilan yang dihasilkan. Ini merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh investor.

Beberapa investor melakukan diversifkasi portofolio dengan jalan memasukkan berbagai aktiva dari seluruh kelompok aktiva yang ada, seperti saham, obligasi, dan real estate.

Para investor yang mengkhususkan diri dalam satu kelompok aktiva misalnya saham, juga menganggap perlu dilakukan diversifikasi portofolio. Yang dimaksud dengan diversifikasi portofolio dalam hal ini adalah seluruh dana yang ada seharusnya tidak diinvestasikan ke dalam bentuk saham satu perusahaan saja, tapi portofolio harus terdiri dari saham banyak perusahaan.

Diversifikasi Naif

Strategi diversifikasi naïf dicapai pada saat investor melakukan investasi pada sejumlah saham yang berbeda atau kelompok aktiva yang berbeda dan berharap bahwa varians dari pengembalian diharapkan atas portofolio dapat diperkecil. Investasi hanya pada satu kelompok aktiva dapat mengundang risiko yang lebih besar yang umunya ditandai dengan kovarians pengembalian yang tinggi.

Diversifikasi Markowitz

Diversifikasi Markowtiz berusaha menggabungkan aktiva-aktiva dalam portofolio dengan pengembalian yang memiliki kolerasi positif kurang dari sempurna, dengan tujuan mengurangi risiko portofolio (varians) tanpa mengurangi pengembalian. Diersifikasi Markowitz berbeda dari diversifikasi naïf dan lebih efektif karena diversifikasi ini berusaha mempertahankan pengembalian yang ada, dan mengurangi risiko melalui analisis kovarians antara pengembalian aktiva.

 

Secara matematis, pengembalian yang diharapkan dinyatakan sebagai berikut:

E (Ri) = p1r1 + p2r2 + ….. + pNrN

Dimana,

rn          = tingkat pengembalian ke-n yang mungkin bagi aktiva i

pn         = probabolita memperoleh tingkat pengembalian n bagi aktiva i

N         = jumlah penghasilan yang mungkin bagi tingkat pengembalian

Diasumsikan seseorang ingin melakukan investasi, saham XYZ, yang memilih distribusi probalita bagi tingkat pengembalian selama periode waktu tertentu ditunjukkan pada tabel 4-1. Dalam praktiknya, distribusi probabilita didasarkan pada pengembalian histories.

Satu Portofolio vs Banyak Portofolio

Dengan memiliki banyak portofolio, yang ditujukan untuk prioritas tujuan yang berbeda, akan banyak memakan waktu untuk mengorganisasinya dan apalagi bisa anda harus meninjau dan merevisinya bila dibutuhkan. Dua hal negatif dalam memiliki banyak portofolio untuk berbagai macam prioritas tujuan yang dimiliki adalah biaya dan waktu.

Biaya

Memiliki setiap instrumen investasi pasti mengandung biaya, baik fee manajemen, biaya pembelian, penjualan dan pengalihan untuk reksadana dan biaya transaksi untuk jual beli saham. Dengan memiliki banyak portofolio, maka anda akan terus dibebankan dengan biaya yang sama untuk masing-masing instrumen. Bila anda memiliki 5 reksadana dengan jenis yang sama maka anda akan terbebani dengan 5 kali biaya pembelian, penjualan atau pengalihan bila anda bertransaksi.

Waktu

Mengelola uang anda membutuhkan waktu. Bila anda secara aktif mengikuti perkembangan portofolio anda, maka sangat mungkin akan menghabiskan 10 jam sebulan (atau malah lebih) untuk menganalisa apa yang anda miliki, bagaimana performannya dan bagaimana anda dapat lebih mengoptimalkan. Itu hanya untuk satu portofolio. Bayangkan bila anda memiliki 5 prioritas tujuan dengan masing-masing portofolionya, berapa waktu yang harus anda habiskan? Yang harus dimengerti disini adalah, anda tetap Menempatkan dana untuk tujuan jangka pendek dalam instrumen investasi jangka pendek dan alokasi dana untuk prioritas tujuan jangka panjang bisa dalam instrumen saham.

Referensi:

Douglas Hearth. 2004. Contemporary Investments: Security and Portfolio Analysis.

ZVI Bodie, Alex Kane, Alan J. Marcus. 2009. Investments

 ——ooooo——

DIVERSIFIKASI PORTOFOLIO

One thought on “DIVERSIFIKASI PORTOFOLIO

  • March 30, 2014 at 10:15 am
    Permalink

    kalau kasusnya seperti ini gimana bu…
    Dalam model faktor seluruh portofolio terdiversifikasi dengan sempurna. Dua portofolio A dan F
    mempunyai E(Ra) = 12% dan E(Rf) = 6% dengan beta A = 1,2 dan beta F = 0. Jika ada portofolio
    lain B yang terdiversifikasi dengan sempurna mempunyai beta B = 0,6 dan return yang
    diharapkan 8%, apakah terdapat peluang arbitrase? Jika ya, bagaimana strategi arbitrasenya?

Comments are closed.