Analisis z-score (Altman) merupakan salah satu analisis dengan menggunakan dua  variabel  atau  lebih  secara  bersama  –  sama  dalam  satu  persamaan  atau  bisa disebut  juga  dengan  analisis  multivariate.  Dimana  variabel  bebas  dalam analisis  ini adalah  rasio  –  rasio  keuangan  keuangan  yang  diperkirakan  akan  mempengaruhi kesehatan  keuangan  perusahaan.  Sedangkan  variabel  tidak  bebas  adalah  prediksi kebangkrutan (bangkrut dengan nilai 0 (nol) dan tidak bangkrut dengan nilai 1 (satu) atau probabilitas kebangkrutan (0 sampai 1,inklusif).

Namun kurang adanya literatur yang menjelaskan apakah analisis z-score yang telah  dihitung  ataupun  perusahaan  –  perusahaan  dengan  kategori  bangkrut,  tidak bangkrut ataupun kritis ini apakah nilainya akan dipengaruhi oleh beberapa indikator-indikator   kebangkrutan   perusahaan.   Beberapa   indikator-indikator kebangkrutan yaitu:

  1. Indikator  ekonomi  umum. Entitas-entitas  bisnis  yang  lain  yang  ada  disuatu  negara  juga  kemungkinan  bisa terkena   dampak.   Indikator   ekonomi   umum   dapat   berupa   tingkat   inflasi,   resesi ekonomi,  tingkat  pertumbuhan  yang  rendah  atau  bahkan  negatif,  kondisi  moneter yang  tidak  mendukung,  devaluasi  mata  uang  dan  lain  –  lain.
  2. Indikator  kondisi industri menunjukkan bahwa industri tertentu sedang mengalami kelesuan, sehingga mungkin berimplikasi pada kegagalan usaha. Indikator kondisi industri dapat berupakondisi pasar yang lesu, tingkat persaingan yang sangat ketat, regulasi industri yang tidak memihak dan penurunan kinerja keuangan rata – rata industri.
  3. indikator  kondisi  entitas  menunjukkan  bahwa  sebenarnya  entitas  itu  secara  spesifik sedang  bermasalah.  Indikator-indikator  kondisi  entitas  dapat  berupa  profitabilitas, rasio hutang terhadap ekuitas yang tinggi, pelepasan aktivitas bisnis dan lain – lain.

Selain   itu   juga   Hanafi   (2005)   menjelaskan   secara   singkat   mengenai indikator    kegagalan    perusahaan    dimana    indikator    yang    bisa    dipakai    untuk memprediksi kebangkrutan, yaitu:

  1. Indikator internal,   dimana   indikator   ini   berasal   dari   dalam   perusahaan. Beberapa    contoh    indikator    ini    adalah    aliran    kas    perusahaan,    strategi perusahaan,   laporan   keuangan,   trend     penjualan,   kemampuan   manajemen. Analisis  ini  ingin  melihat  kekuatan  perusahaan  relatif  terhadap  pesaingnya. Sebagai   contoh,   jika   trend       penjualan   menunjukkan   penurunan,   maka manajemen  harus  cepat  –  cepat  melihat  penyebabnya.  Jika  trend    tersebut permanen    dan    dikarenakan    perusahaan    kehilangan    daya    saing,    maka kemungkinan perusahaan akan mengalami kebangkrutan akan semakin besar.
  2. Indikator eksternal, dimana indikator ini berasal dari luar perusahaan. Indikator eksternal  bisa  diambil  dari  pasar  keuangan,  informasi  dari  pihak  berkaitan seperti  pemasok,  dealer,  dan  konsumen.  Sebagai  contoh,  dealer  (misal  sepeda motor) bisa memonitor seberapa besar minat konsumen terhadap sepeda motor merek  tertentu,  atau  memonitor  merek  sepeda  motor  apa  saja  yang  laris  dan paling   tidak   laris.   Informasi   kebangkrutan   juga   bisa   dilihat   melalui   pasar bisa disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. keuangan. Sebagai contoh, lembaga perating (S&P,Moody’s, Pefindo) memberi rating obligasi dari AAA (paling kecil resikonya) sampai yang ratingnya rendah (C  atau  B).  Jika  perusahaan  mempunyai  obligasi  yang  dirating  jelek  (misal CCC),  atau  jika  ratingnya  diturunkan,  maka  kemungkinan  kesulitan  keuangan untuk perusahaan tersebut akan meningkat.

Jadi  menurut  peneliti  kelebihan  dari  analisis z-score  ini  adalah  bahwa  dengan mengetahui  nilai  z  perusahaan  dengan  metode  diskriminan  kebangkrutan  Altman maka   perusahaan   dapat   mengetahui   tingkat   kesehatan   keuangan   perusahaannya. Selain  itu  jika  nilai  z  perusahaan  termasuk  dalam  kategori  bangkrut  atau  kritis (rawan),     maka     perusahaan     masih     bisa     memperbaiki     kesehatan     keuangan perusahaannya dengan segera. Sehingga dengan mengetahui nilai z ini maka kondisi keuangan  perusahaan  akan  semakin  kuat  dan  dapat  diantisipasi  sedini  mungkin (early   warning   system)   sebelum   kinerja   dan   kesehatan   keuangan   perusahaan dipengaruhi  oleh  beberapa  indikator-  indikator  kegagalan  keuangan  perusahaan seperti  yang  disebut  oleh  Marisi  P.  Purba  dan  Hanafi  lalu  kemudian  akhirnya dinyatakan  bangkrut.  Sehingga  perusahan  atau  pihak  manajemen  bisa  melakukan perbaikan  –  perbaikan  dengan  cepat  untuk  menghindari  kebangkrutan.  Selain  itu kelebihan  yang  lainnya  adalah  bahwa  model  perhitungan  diskriminan  (Altman)  ini juga  bisa  diterapkan  untuk  perusahaan  –  perusahaan  yang  go  public  atau  tidak  go public seperti yang telah dijelaskan oleh Hanafi (2005) dimana model Altman ini  Salah satu perbedaaan yang men dimana di Indonesia lebih sedikit yang go public jika dibandingkan dengan di Amerika.   Selain   itu   kelebihan   dari   analisis   z-score   ini   adalah   karena   model diskriminan   kebangkrutan   ini   termasuk   kedalam   analisis   multivariate   dimana variabel – variabel bebas dari model diskriminan ini diambil dari neraca dan laporan laba/rugi  perusahaan.  Artinya  bahwa  adanya  keterkaitan  antara  variabel-  variabel dari   z-score   dengan   analisis   rasio   keuangan   dimana   variabel   –   variabel   rasio

keuangan juga diambil dari laporan keuangan. Sehingga sama halnya dengan analisis rasio keuangan dimana nilai dari rasio keuangan dan z-score juga akan berpengaruh pada    pengambilan    keputusan    perusahaan    dalam    mengatasi    permasalahan-permasalahan  khususnya  masalah  prestasi  (performance)  serta  kesehatan  keuangan perusahaan.

 

Sedangkan  kelemahan  analisis  z-score  ini  adalah  bahwa  analisis  ini  hanyalah bersifat “prediksi” atau ramalan keuangan perusahaan sehingga nilai z ini tidak bisa dijadikan tolok ukur dalam penentuan apakah perusahaan tersebut akan benar – benar bangkrut   ataupun   tidak   bangkrut, karena   manajemen   harus   melihat   dari   segi indikator – indikator kegagalan perusahaan.  Selain  itu  juga  kekurangan  z-score  model  Altman  ini adalah  terletak  pada  penggunaan  rasio  EBIT,  dimana  pengungkapan  dan  pelaporan keuangan     antara     perusahaan     satu     dengan     yang     lain     biasanya     berbeda (http://sekilasberita.com/berita/suci-creativity-analisis-potensi-kebangkrutan.html). Selain    itu    kelemahan    analisis    z-score    lainnya    adalah    model    diskriminan kebangkrutan  yang  dikembangkan  oleh  Altman  ini  didalamnya  terdapat  variabel-variabel  yang  diambil  dari  laporan  keuangan  sehingga  jika  penyusunan  laporan keuangan terdapat kesalahan maka hasil dari nilai z ini juga tidak akan akurat lagi.

 

Sumber:

Altman, E. I. (1968), Financial Ratios, Discriminant Analysis and The Predictionof Corporate Bankcuptcy, The journal of Finance, Sept.

Hanafi, Mamduh M dan Abdul Halim, (2003), Analisis Laporan Keuangan, Edisi Revisi, Cetakan Pertama, UPP AMP YKPN, Yogyakarta.

Hanafi,   Mamduh   M,   (2005),   Manajemen   Keuangan   Edisi   2004/2005,   BPFE, Yogyakarta

Harahap, Sofyan, S (2004). Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Edisi Pertama. Cetakan Keempat Penerbit PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta

(http://sekilasberita.com/berita/suci-creativity-analisis-potensi-kebangkrutan.html).

KELEMAHAN DAN KELEBIHAN Z-SCORE

3 thoughts on “KELEMAHAN DAN KELEBIHAN Z-SCORE

  • June 7, 2013 at 10:30 am
    Permalink

    Ibu saya mau nanya nie.. adakah satu judul buku yang membahas tentang metode score..?? dan judul buku apa saja yg membahas tettang metode score.. makasih bu..

  • July 11, 2013 at 12:21 am
    Permalink

    Thanks for the auspicious writeup. It in reality used to be a enjoyment account it.
    Look complex to more delivered agreeable from you!

    However, how could we communicate?

  • July 16, 2013 at 12:30 pm
    Permalink

    I’m not that much of a internet reader to be honest but your sites really nice, keep it up!
    I’ll go ahead and bookmark your site to come back down the road. Cheers

Comments are closed.