Manfaat

Economic    Value    Added    (EVA)    juga    mempunyai    manfaat    yaitu  (Utama, 1997):

  1. Economic  Value  Added  (EVA)  digunakan  sebagai  penilai  kinerja perusahaan dimana fokus penilaian kinerja adalah pada penciptaan nilai (value creation).
  2. Economic     Value     Added     (EVA)     menyebabkan     perhatian manajemen sesuai dengan kepentingan pemegang saham.
  3. Dengan Economic Value Added (EVA), para manajer berpikir dan bertindak   sepertinya   halnya   pemegang   saham   yaitu   memilih investasi    yang    memaksimumkan    tingkat    pengembalian    dan meminimumkan  tingkat  biaya  modal  sehingga  nilai  perusahaan dapat dimaksimumkan
  4. Economic Value Added (EVA dapat digunakan untuk mengidentifikasi kegiatan atau proyek yang dapat memberikan pengembalian lebih tinggi  dari biaya modalnya
  5. Dengan Economic Value Added (EVA), para manajer harus selalu membandingkan   tingkat   pengembalian   proyek   dengan   tingkat biaya modal yang mencerminkan tingkat risiko proyek tersebut.

Tolok ukur EVA

Konsep  Economic Value  Added  (EVA)  mengukur nilai tambah  dengan cara mengurangi biaya modal (cost of capital) yang timbul akibat investasi yang dilakukan oleh perusahaan. “Economic Value Added  (EVA)  yang positif menandakan perusahaan berhasil menciptakan   nilai   bagi   pemilik   modal   Karena   perusahaan   mampu menghasilkan  tingkat  pengembalian  yang  melebihi  tingkat  modalnya.  Hal  ini sejalan   dengan   tujuan   untuk   memaksimumkan   nilai   perusahaan.   Sebaliknya Economic Value Added (EVA) yang negatif menunjukan bahwa nilai perusahaan menurun karena tingkat pengembalian lebih rendah dari biaya modal” (Utama, 1997).

Tolak  ukur  analisis  EVA  menurut  Singgih (2008) dalam  jurnalnya sebagai berikut:

  1. EVA > 0 (positif). Jika  EVA  >  0  maka  telah  terjadi  penambahan  nilai  ekonomis  ke dalam perusahaan dan perusahaan dapat menciptakan nilai perusahaan.
  2. EVA = 0 (impas). Jika  EVA  =  0  maka  secara  ekonomis  perusahaan  dalam  keadaan impas  karena  semua  laba  yang  ada  digunakan  untuk  membayar  kewajiban pemegang saham (tidak mampu menutup nilai perusahaan).

 

Keunggulan dan Kelemahan EVA

Sebagai   penilai   kinerja   perusahaan   Economic   Value   Added   (EVA) memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut (Mirza & Imbuh, 1999):

  1.  Economic  Value  Added   (EVA)  dapat  digunakan  secara  mandiri   tanpa membutuhkan  data  pembanding  seperti  standar  industri  atau  data  dari perusahaann  lain,  sebagaimana  konsep  penilaian  dengan  menggunakan analisis rasio.
  2. Economic   Value   Added   (EVA)   memfokuskan   penilaiannya   pada   nilai tambah   dengan   memperhitungkan   biaya   modal   sebagai   konsekuensi investasi.
  3. Perhitungan Economic Value Added (EVA) relatif mudah dilakukan, hanya yang menjadi persoalan adalah perhitungan biaya modal yang memerlukan data yang lebih banyak dan analisis yang lebih mendalam.

 

Dengan  berbagai  keunggulannya,  Economic  Value  Added  (EVA)  juga mempunya  beberapa  kelemahan,  pertama  Economic  Value  Added  (EVA)  hanya menggambarkan   penciptaan   nilai   pada   suatu   tahun   tertentu.   Nilai   suatu perusahaan  merupakan  akumulasi  Economic  Value  Added  (EVA)  selama  umur perusahaan.  Dengan  demikian  bisa  saja  suatu  perusahaan  tersebut  mempunyai Economic Value Added (EVA) pada tahun berjalan positif tetapi nilai perusahaan tersebut  rendah  karena  EVA  pada  tahun  berikutnya  negatif.  Dengan  demikian dalam  menggunakan EVA untuk menilai kinerja, harus  melihat EVA  masa kini dan masa mendatang. Secara   praktis   EVA   belum   tentu   dapat   diterapkan.   Proses perhitungan  EVA  memerlukan  estimasi  biaya  modal.  Estimasi  ini,  sulit  untuk dilakukan   dengan  tepat   terutama  untuk  perusahaan   yang  belum  go   public” (Utama, 1997).

 

Kelemahan-kelemahan EVA  yang lain  menurut Mirza &  Imbuh (1999)  sebagai berikut:

  1. Economic  Value  Added  (EVA)  hanya  mengukur  hasil  akhir  (result), konsep  ini  tidak  mengukur  aktifitas-aktifitas  penentu  lainnya,  seperti loyalitas konsumen.
  2. Economic  Value  Added  (EVA)  terlalu  bertumpu  pada  keyakinan  bahwa investor  sangat  mengandalkan  pendekatan  fundamental  dalam  mengkaji dan  mengambil  keputusan  untuk  menjual  atau  membeli  saham  tertentu, padahal faktor-faktor lain terkadang lebih dominan.
  3. Konsep    ini    sangat    bergantung    pada    transparansi    internal    dalam perhitungan Economic Value Added (EVA) secara tepat dan akurat, tetapi dalam  kenyataannya  perusahaan  dalam  prakteknya  kurang  transparan dalam mengemukakan kondisi internal perusahaan

Sumber:

Utama, S., 1997. Economic  Value  Added  Pengukur  Penciptaan  Nilai  Perusahaan, Usahawan No. 4 April 1997.

Mirza, T  dan  Imbuh  S., 1999.  Konsep  Economic  Value  Added:  Pendekatan  Untuk Menentukan  Nilai  Riil  Manajemen,  Usahawan  No.  10  Tahun  XXVIII, Januari 1999.

Singgih, M.L., 2008, Pengukuran Kinerja Perusahaan Dengan Metode Economic Value Added, Fakultas Teknologi Industri, ITS Surabaya

MANFAAT, TOLOK UKUR, KELEMAHAN & KELEBIHAN EVA