PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN INDONESIA: POTENSI VS PENGHAMBAT

POTENSI-POTENSI YANG DIMILIKI OLEH INDONESIA

Indonesia bisa mengalahkan kekuatan ekonomi Jepang pada 2030 dan diyakini dapat  menjadi negara maju di urutan kelima dalam dua dekade lagi. Pada 2030 urutan kekuatan ekonomi terbesar di dunia adalah China, Amerika Serikat, Uni Eropa, India dan Indonesia. Indonesia diprediksikan bisa menggeser kekuatan ekonomi Jepang karena salah satu keunggulan Indonesia dibanding Jepang adalah faktor demografi yang lebih baik. Pada 2030, negara Matahari Terbit itu akan lebih banyak diisi oleh orang tua, sedangkan Indonesia justru didominasi oleh penduduk usia produktif. Komposisi yang lebih banyak orang tua makin maka negara akan lebih banyak membiayai seperti pensiun dan masalah kesehatan, sedangkan uang untuk pertumbuhan ekonomi lebih sedikit. Sedangkan, pada 2020, diperkirakan Indonesia akan menjadi negara maju di urutan ke-9. Berada di posisi kelima, Indonesia akan tampil mendampingi China, Amerika Serikat, India dan Brazil (Vivanews, 2010).

A. POTENSI SUMBER DAYA ALAM

Data potensi sumber daya alam yang tersedia di Indonesia menurut data BPS tahun 2010 terlampir termasuk di sumber alam laut, perkebunan, bahan tambang  dan lain-lain merupakan potensi yang luar biasa bagi Indonesia. Banyak yang mengatakan Indonesia adalah atlantis yang hilang.

B. POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA

Menurut data dari Badan Pusat Statistik tahun 2010 adalah  206.264.595 jiwa yang merupakan potensi besar bagi sumber daya manusia untuk mengolah kekayaan alam yang tersedia di Indonesia untuk membangun perekonomian Indonesia.

FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN INDONESIA

A. FAKTOR INTERNAL

1)      Stabilitas Politik dan keamanan

Carut marut pemilihan kepala daerah mulai dari tingkat walikota, bupati, gubernur sampai dengan pemilihan anggota legislative menyebabkan ketidakstabilann situasi keamanan dan politik. Investor akan mengalami kesusahan untuk berinvestasi jika birokrasi yang terjadi tidak efisien dan bahkan apabila pemerintah maupun DPR lebih mementingkan kepentingan pribadi dan golongan diatas kepentingan rakyat. Pergantingan presiden yang berulang kali dengan aksi perpolitikan yang meresahkan masyarakat.

2)      Kemiskinan

Rendahnya upah buruh di Indonesia menjadi masalah sendiri. Berbagai survei tentang masalah tenaga kerja yang bias kita lihat dari televise dan kit abaca dari majalah disebutkan bahwa upah buruh yang ada di Indonesia paling murah, dibandingkan negara-negara Asia lainnya. Upah yang sangat kecil ini jelas sekali sangat tidak mencukupi kebutuhan keluarga, di mana semua harga barang-barang yang ada selalu naik setiap tahunnya. Masalah upah ini jelas berbanding terbalik dengan pengeluaran yang harus dikeluarkan untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehingga belum bisa berkonsentrasi terhadap pengembangan diri atau perbaikan pendidikan.

3)      Tingginya angka pengangguran

Sektor industri yang ada kurang/belum mampu menyerap tenaga kerja yang ada. Di samping itu banyak sekali perusahaan yang tutup. Serta harga-harga yang terus melambung tinggi hampir tiap tahun, yang biasanya seiring dengan naiknya harga-harga minyak dan gas (migas).

4)      Tingkat pendidikan yang rendah

Rendahnya tingkat pendidikan menyebabkan rendahnya tingkat penyerapan tenaga kerja dilapangan-lapangan pekerjaan karena tidak mempunyai pengetahuan maupun keterampilan sesuai dengan yang diharapkan oleh pemberi kerja, dan tidak mampu mengolah sumber daya alam yang ada meskipun sumber daya alam di Indonesia melimpah ruah.

5)      Kesenjangan antar daerah

Realita yang menggambarkan jarak ekonomis dan sumber daya manusia antar daerah di Indonesia akibat pembangunan yang terjadi puluhan terakhir ini, sehingga banyak masalah yang timbul yaitu:

  • Tingkat KKN di daerah bertambah
  • Penyelenggaraan pelayanan pemerintah bertambah parah
  • Defisit anggaran yang membengkak
  • Ketidakstabilan politik dan ancaman disintegrasi

6)      Akses informasi ekonomi yang tidak merata

Hambatan terbesar yang dihadapi oleh pengusaha kecil adalah dalam mengakses informasi kredit formal, sehingga perlu kehadiran lembaga dan jaringan kredit informasi untuk meningkatkan akses UKM kepada kredit perbankan.

7)      Beban utang negara

Besarnya beban utang negara saat ini yaitu mencapai 50% dari anggaran, sehingga akan memberatkan anggaran negara. Pemerintah harusnya mampu melakukan negosiasi terkait dengan pengurangan beban utang misalnya dengan meminta waktu untuk melakukan restrukturisasi. Pemerintah dan DPR hendaknya bekerja sama termasuk dalam meningkatkan kapabilitasnya dalam pengambilan keputusan yang tepat sesuai dengan informasi yang tepat pula. Tidak jarang keputusan penjualan aset negara, restrukturisasi utang swasta atau penunjukkan posisi strategis didasarkan pada kepentingan politis semata

8)      Kecurangan berusaha

Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia tidak jarang disebabkan oleh kecurangan dalam berbisnis, misal pola meminta utang jauh melebihi kemampuan modal sendiri sehingga tingkat debt equity rationya sangat tinggi. Banyak terjadi pelanggaran batas maksimum pemberian kredit, tindakan hedging banyak dilakukan dan perjanjian utang terus dilakukan.

9)      Kenaikan harga barang pokok

Masyarakat selalu diresahkan dengan kenaikan harga barang pokok. Bahkan Indonesia sekarang menjadi negara pengimpor beras bukan pengekspor beras, maka lengkaplah sudah derita rakyat. Harga barang pokok tidak pernah cenderung tinggi tetapi malah cenderung meningkat terutama terkait dengan kondisi keamanan dan kestabilan di Indonesia.

10)  Korupsi dan kepastian hukum

Banyak sekali pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh pemerintah terkait dengan pemberantasan korupsi dan pelemahan terhadap hukum yang berlaku di Indonesia. Banyak kasus yang tidak terselesaikan karena mengandung muatan politis dan mementingkan kepentingan golongan sehingga menimbulkan rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat maupun investor.

 

B. FAKTOR EKTERNAL

1)      Globalisasi

Globalisasi mengarah pada meningkatnya arus pergerakan barang jasa dan modal melewati batas Negara. Globalisasi adalah  suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal  batas Negara. Globalisasi disamping keuntungannya juga membawa kerugian yaitu pengangguran, memperlemah standar lingkungan dan ketenagakerjaan, mencegah masing-masing negara mengadopsi kebijakan lingkungan dan sosial negara lain jika akan mendiskriminasi produk dan jasa yang dihasilkan oleh negara lain, merusak budaya nasional dan regional, keberagamam budaya, bahasa dan keagamaan, mengurangi monopoli dari pihak regulator

2)      Isu lingkungan hidup

Isu lingkungan hidup seringkali digunanakan oleh negara lain untuk memboikot produk-produk dari negara-negara tertentu sehingga akan menyulitkan bagi Indonesia untuk memasuki pasar global apabila tidak mengikuti aturan main yang telah disepakati

Referensi:

Badan Pusat Statistik. 2010. Data Statistik Indonesia

Bappenas 2010. Laporan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia 2010. Jakarta

Basri, F. 2002. Perekonomian Indonesia: Tantangan dan Harapan Kebangkitan Indonesia. Penerbit Erlangga. Jakarta

Mulyadi, S. 2003. Ekonomi Sumber Daya Manusia dalam Perspektif Pembangunan. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta

Vivanews. 2010. Chairul: Ekonomi RI Bisa Kalahkan Jepang 2030 Salah satu keunggulan Indonesia dibanding Jepang adalah faktor demografi yang lebih baik. http://www.kaskus.us/showthread.php?s=cdaf709ee3d3dfa613774ee56a685f10&p=321519255#post321519255. Diakses 29 Desember 2010

Leave a Reply