Option atau opsi adalah suatu kontrak antara dua pihak dimana salah satu pihak (sebagai pembeli) mempunyai hak tetapi bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual suatu asset atau efek tertentu dengan harga yang telah ditentukan, pada atau sebelum waktu yang ditentukan, dari atau ke pihak lain (sebagai penjual). Pemegang option tidak diwajibkan untuk melaksanakan haknya atau akan melaksanakan haknya jika perubahan dari harga underlying assetnya akan menghasilkan keuntungan baik dengan menjual atau membeli underlying asset tersebut.

Ada dua jenis sekuritas derivatif yaitu kontrak berjangka dan kontrak opsi.

  1. Kontrak berjangka (Future contract)

a). Kontrak berjangka komoditas : yang umumnya menggunakan under laying asset merupakan aset riil berupa barang barang sebagai patokan harga (contoh : emas, minyak, kopi, gula, dan kentang).

b). Kontrak berjangka finansial : yang umumnya menggunakan under laying asset dari sebuah efek sebagai patokan harga, seperti saham atau indek saham.

2. Kontrak Opsi (Option Contract)

Kontrak Opsi adalah suatu perjanjian yang memberikan hak, tetapi bukan kewajiban untuk membeli atau menjual suatu aset tertentu pada harga dan lama waktu tertentu.

Ada dua jenis kontrak opsi :

  1. Call Option

Pemilik call option memiliki hak, tetapi bukan kewajiban untuk membeli aset induk atau aset acuan (under laying asset), pada harga tetap selama waktu tertentu.

2. Put Option

Pemilik put option memiliki hak, tetapi bukan kewajiban untuk menjual aset induk atau aset acuan (under laying asset), pada harga tetap selama waktu tertentu.

Dalam kontrak opsi dikenal premi opsi (option premium) yang merupakan uang jaminan di awal kontrak dan harga pelaksanaan (Strie price atau exercise price).  Harga pelaksanaan ada dua macam :

  1. Gaya Amerika, dimana harga pelaksanaannya dilakukan kapan saja sampai dengan dan termasuk tanggal berakhirnya kontrak,
  2. Gaya Eropa, dimana harga pelaksanaan hanya dapat dilakukan pada tanggal berakhir saja.

Di Indonesia kontrak opsi ditujukan pada opsi saham.  Opsi saham yang diperdagangkan di BEI adalah Kontrak Opsi Saham (KOS) dan pertama kali deperdagangkan pada 6 Oktober 2004.  KOS hanya bisa diperdagangkan pada saat jatuh tempo atau hari berakhirnya setiap seri KOS pada setiap bulannya.

Di BEI tidak semua saham menjadi acuan KOS, tetapi saham yang memiliki tingkat frekwensi perdagangan dan volatilitas harga yang tinggi serta mempunyai nilai kapitalitas pasar yang cukup besar.  Hingga tahun 2006 terdapat lima saham acuan :

  1. PT Astra International Tbk
  2. PT Bank Central Asia Tbk
  3. PT Indofood Sukses Makmur Tbk
  4. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
  5. PT H.M Sampurna Tbk.

MEKANISME PERDAGANGAN OPSI

Untuk melakukan perdagangan opsi ada persyaratan yang harus dipenuhi yaitu:

Persyaratan Saham Induk

  • Tercatat di Bursa sekurang-kurangnya 12 bulan
  • Transaksi dalam 12  bulan terakhir menunjukkan:
    • Frekuensi transaksi  per bulan >= 2.000
    • intraday volatility > 0,5%
    • Harga saham > Rp 500,-
    • kapitalisasi pasar > Rp 500 miliar

Hal-hal Umum

  • Pelaksanaan perdagangan menggunakan fasilitas JOTS.
  • Hanya dapat dilakukan oleh AB yang sudah menjadi AK Opsi Saham KPEI
  • AB wajib terlebih dahulu menyetor agunan (Peraturan KPEI)
  • AB wajib membuka rekening Opsi Saham untuk setiap nasabah
  • AB dikenakan sanksi suspensi wajib:
    • melakukan Transaksi Saling Hapus
    • mengalihkan posisi terbuka tersebut kepada AB lain sesuai dengan peraturan KPEI
    • AB suspended dapat melakukan Exercise pada Hari Bursa yang sama dengan dikenakannya suspensi

Jam Perdagangan

Senin s.d  Kamis : – Sesi I 09:30 – 12:00 Waktu JOTS
– Sesi II 13:30 – 16:00 Waktu JOTS
Jumat : – Sesi I 09:30 – 11:30 Waktu JOTS
– Sesi II 14:00 – 16:00 Waktu JOTS
Exercise dan Automatic Exercise setiap Hari Bursa pukul 10:00 – 16:15 WIB

Weighted Moving Average Price (WMA)

  • WMA terbit setiap 15 menit dengan menggunakan data transaksi 30 menit sebelumnya
  • Jadwal penerbitan WMA:
Senin s.d  Kamis : – Sesi I 10:00 – 12:00 Waktu JOTS
– Sesi II 13:45 – 16:00 Waktu JOTS
Jumat : – Sesi I 10:00 – 11:30 Waktu JOTS
– Sesi II 14:15 – 16:00 Waktu JOTS

Pesanan Nasabah

  • Setiap pesanan wajib tercatat di bagian pemasaran termasuk jenis transaksi (Short/Long), dan status posisi pesanan (open/close)
  • Bentuk order: Open Short, Open Long, Close Short, Close Long
  • Satuan Perdagangan & Fraksi Premium
  • Satuan Perdagangan  1 KOS = 10.000 Opsi  Saham
  • Fraksi Premium Rp 1,-

Penetapan Seri KOS

  • Awal periode perdagangan ditetapkan 7 seri call dan 7 seri put option atas 1 Underlying Stock
  • 7 seri terdiri dari 3 seri Out The Money, 3 seri In The Money, dan 1 At The Money
  • Bursa dapat menetapkan suatu seri KOS baru sebelum berakhirnya periode perdagangan KOS, apabila:
    • dilakukan Automatic Exercise atas suatu seri KOS;
    • adanya Tindakan Korporasi dari Perusahaan Tercatat

Pengakhiran seri KOS

  • Apabila WMA > Batas WMA; atau
  • Berakhirnya masa berlaku; atau
  • Adanya tindakan korporasi (posisi Opsi Saham akan dilikuidasi)

Interval (Rentang Strike Price)

Closing Price *) Interval
<= Rp 1.000,- Rp 50,-
> Rp 1.000,- s.d Rp 5.000,- Rp 100,-
> Rp 5.000,- s.d Rp 10.000,- Rp 200,-
> Rp 10.000,- Rp 500,-
*) Closing Price 1 Hari Bursa sebelum dimulainya periode perdagangan

Tawar Menawar dan Transaksi Bursa

  • Setiap order terlebih dahulu divalidasi oleh KPEI
  • Teknis perdagangan KOS sama dengan teknis perdagangan ekuitas di Pasar Reguler

Exercise, Automatic Exercise & Likuidasi

  • Penyelesaian transaksi Exercise  & Automatic Exercise dilakukan oleh KPEI pada Hari Bursa berikutnya setelah transaksi Exercise (T+1) sesuai dengan Peraturan KPEI
  • Transaksi Automatic Exercise dilakukan oleh KPEI untuk kepentingan Taker
  • KPEI melakukan likuidasi semua posisi seri KOS apabila masa berlaku seri KOS berakhir

Penyelesaian Transaksi Opsi Saham

  • Penyelesaian Transaksi Opsi Saham dilaksanakan oleh KPEI pada Hari Bursa berikutnya setelah terjadinya Transaksi Opsi Saham (T+1)

Penghentian Perdagangan Opsi Saham

  • Bursa dapat melakukan penghentian perdagangan Opsi Saham, dalam hal:
    • JATS dan atau JOTS tidak berfungsi sebagaimana mestinya
    • adanya permintaan tertulis dari KPEI sehubungan dengan tidak berfungsinya sistem pengendalian risiko (Risk Management System) dan atau sistem kliring KPEI
    • terjadinya Force Majeure
  • Bursa dapat melakukan penghentian perdagangan atas seri KOS tertentu, karena:
    • Suspensi atas perdagangan Underlying Stock yang bersangkutan
    • Automatic Exercise atas seri KOS tersebut
  • Apabila terjadi penghentian perdagangan seri KOS karena penghentian perdagangan Underlying Stock, AB tetap dapat melakukan Exercise dengan mengacu pada WMA yang berlaku
  • Apabila terjadi penghentian karena JOTS tidak berfungsi, namun Underlying Stock tetap diperdagangkan, maka:
    • Bursa tetap menerbitkan WMA sampai dengan akhir periode perdagangan seri KOS
    • AB tetap dapat melakukan Exercise

Biaya Transaksi

  • AB yang melakukan Transaksi wajib membayar biaya transaksi, kliring dan penyelesaian sebesar Rp 2.000,- per KOS
  • Transaksi Opsi Saham untuk Exercise atau Automatic Exercise hanya dikenakan biaya transaksi kepada Taker sebesar Rp 2.000,- per KOS
  • Biaya Transaksi Opsi Saham per bulan minimum sebesar Rp 2.000.000,-
  • AB  wajib menyetor dana jaminan Transaksi Opsi Saham sebesar 0,01% (nol koma nol satu perseratus) dari nilai Transaksi Opsi Saham, untuk transaksi yang dijamin oleh KPEI
  • Kewajiban pembayaran biaya transaksi, dana  jaminan dan pajak sesuai aturan perdagangan ekuitas

KEUNTUNGAN OPSI

Manfaat yang diperoleh dengan perdagangan option, antara lain:

  • Manajemen resiko; pemodal yang memiliki put option atas suatu underlying asset dapat melakukan hedging melalui penundaan penjualan saham yang dimilikinya bila harga underlying assetnya turun dratis secara tiba-tiba, sehingga dapat menghindari resiko kerugian.
  • Memberikan waktu yang fleksibel; untuk option tipe amerika, maka pemegang call maupun put option dapat menetukan apakah akan melaksanakan haknya atau tidak hingga masa jatuh tempo berakhir
  • Menyediakan sarana spekulasi; para pemodal dapat memperoleh keuntungan jika dapat memperkirakan harga naik dengan mempertimbangkan membeli call option, dan sebaliknya bila memperkirakan harga cenderung turun dapat mempertimbangkan untuk membeli put option.
  • Leverage; secara potensial, leverage memberikan hasil investasi yang lebih besar dibandingkan dengan bila menanam dananya pada saham misalnya, walaupun resikonya cenderung lebih besar pula dibandingkan bila melakukan investasi secara langsung.
  • Diversifikasi; dengan melakukan perdagangan option dapat memberikan kesempatan kepada pemodal untuk melakukan diversifikasi portofolio untuk tujuan memperkecil resiko investasi portofolio.
  • Penambahan pendapatan; pemodal yang memiliki saham dapat memperoleh tambahan pemasukan selain dari deviden, yaitu dengan menerbitkan call option atas saham mereka. Dengan menerbitkan opsi, mereka akan menerima premi dari option tersebut.

STRATEGI OPTION

Dalam perdagangan option terdapat beberapa strategi yang dapat dikelompokan sebagai berikut:

  1. Strategi terbuka

Strategi terbuka (naked strategies) melibatkan penggunaan terpisah dari setiap posisi option yaitu: strategi pembelian call (long position), strategi penjualan call option (short/writing position), strategi penjualan put dan strategi pembelian put. Posisi-posisi tersebut disebut strategi terbuka, karena tidak melibatkan posisi pemyeimbangan (off-setting) atau posisi cegah resiko pada option atau saham yang mendasari yang lain. Laba rugi yang dihasilkan dari masing-masing strategi tergantung dari harga saham yang mendasari pada tanggal kadaluarsa (dengan asumsi option tidak dilaksanakan atau dijual sebelum tanggal kadaluarsa). Kerugian maksimal yang ditanggung oleh pembeli option adalah sebesar harga option. Pada saat yang bersamaan, pembeli option dapat memperoleh keuntungan dari pergerakan harga saham yang baik (peningkatan harga bagi call option dan penurunan harga bagi put option) dikurangi dengan harga option. Sebaliknya, laba maksimal yang dapat diperoleh oleh penjual option adalah sebesar harga option. Sementara itu, penjual option tetap menghadapi seluruh resiko yang berhubungan dengan pergerakan harga yang tidak baik.

Strategi pembelian call merupakan strategi option yang paling langsung dalam memperoleh keuntungan dari peningkatan harga saham, dan pada saat yang bersamaan, membatasi kerugian maksimal terhadap harga option. Daya tarik spekulatif dari call option adalah option ini memberikan kesempatan bagi investor untuk menangkap pergerakan harga dari lebih banyak saham dalam nilai tertentu. Investor yang merasa harga saham akan mengalami penurunan atau perubahan yang sangat kecil, dapat memperoleh pendapatan dengan jalan menjual call option. Laba rugi yang diterima penjual option merupakan refleksi dari laba rugi pembeli option.

  1. Strategi tertutup/cegah resiko

Berlawanan dengan strategi terbuka, strategi tertutup (covered or hedge strategies) melibatkan posisi dalam option dan juga posisi dalam saham yang mendasari. Tujuan strategi ini adalah mengimbangi setiap pergerakan harga yang tidak diinginkan melalui perolehan keuntungan dari posisi lainnya. Dua strategi tertutup yang paling sering digunakan adalah strategi penjualan call tertutup (covered call writing strategy) dan strategi pembelian put terlindungi (protective put buying strategy). Strategi penjualan call tertutup melibatkan posisi penjualan call option atas saham yang dimiliki investor dalam portofoilionya. Yaitu investor mengambil posisi jual pada call option atas saham dengan posisi beli. Jika harga saham menurun, akan timbul kerugian akibat posisi beli saham. Namun pendapatan yang diperoleh dari penjualan call option akan mengagnti seluruh kerugian, sebagian kerugian, atau lebih besar dari kerugian yang diderita sehingga memberikan laba bagi investor.

  1. Strategi kombinasi

Dalam strategi kombinasi, call option dan put option dari saham mendasari yang sama dengan harga pelaksanaan tanggal kadaluarsa yang sama dijual atau dibeli. Jika posisi dan jumlah put option sama dengan call option, maka strategi ini disebut “straddle” yang merupakan jenis strategi gabungan yang paling terkenal.

2. Strategi selisih hasil (spread strategy)

Dalam strategi ini melibatkan posisi pada satu atau lebih option sehingga biaya pembelian option didanai sepenuhnya atau sebagian dari hasil penjualan option lain dengan aktiva mendasari (underlying asset) yang sama. Strategi spread memiliki beberapa bentuk seperti bull spread, bear spread, vertical spread, horizontal spread, diagonal spread, dan butterfly spread. Sebagai contoh dalam bull spread, investor membeli put option “out of the money” yang dananya berasal dari penjualan call option “out of money” dengan underlying asset yang sama.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA OPSI

  1. Harga underlying asset dan exercise price (harga pelaksanaan)

Jika suatu call option dilaksanakan pada suatu waktu di masa yang akan datang, pembayarannya sebesar selisih lebih dari harga underlying asset yang melebihi dari exercise price. Suatu call option akan menjadi lebih bernilai jika harga underlying asset meningkat dan kurang bernilai jika exercise price meningkat.

2. Tanggal Jatuh Tempo

Untuk tipe Amerika, dari kedua macam option baik call option maupun put option menjadi lebih berharga jika jatuh temponya semakin meningkat. Sementara untuk tipe eropa nilai terhadap option baik call mupun put option tidak terpengaruh dengan jatuh tempo, hal ini berkenaan dengan waktu pelaksanaan hak. Berikut ilustrasi ketergantungan call dan put option terhadap lamanya waktu jatuh tempo.

3. Volatility Volatility atas underlying asset

Adalah sebagai ukuran tingkat ketidakpastian mengenai pergerakan underlying tersebut dimasa datang. Jika volatility semakin meningkat maka akan semakin meningkat pula peluang underlying asset mengalami peningkatan atau malah m

OPSI-SALAH SATU ALTERNATIF INVESTASI