Manajemen portofolio jika dipahami meliputi serangkaian keputusan dan tindakan yang dibuat oleh setiap investor baik individu maupun institusi. Portofolio harus dikelola oleh investor entah menggunakan pendekatan aktif dan pasif dalam menyeleksi dan memiliki aset-aset financial, karena manajemen portofolio dapat diartikan sebagai proses, yaitu proses:

  1. Pengidetifikasian tujuan, hambatan, dan kemauan oleh masing-masing investor. Hal tersebut mengarah pada pernyataan kebijakan secara eksplisit yang digunakan sebagai panduan dalam proses memanage uang
  2. Ekspektasi pasar modal terhadap perekonomian, industry dan sector-sektornya, sekuritas individu yang menjadi pertimbangan dan dikuantifisir
  3. Penerapan dan pengembangan strategi. Proses ini meliputi alokasi aset, optimasi portofolio, dan pemilihan sekuritas
  4. Pemonitoran factor-faktor portofolio dan respon yang dibuat ketika terjadi perubahan tujuan investor, hambatan dan atau ekspektasi pasar
  5. Penyeimbangan portofolio sesuai dengan keperluan dengan cara mengulang alokasi aset, strategi portofolio dan langkah-langkah pemilihan sekuritas
  6. Penilaian kinerja portofolio yang diukur dan diebaluasi untuk memastikan pencapaian tujuan investor

Investor Individu VS Investor Institusi

Perbedaan utama investor individu dengan investor institusi terletak pada tujuan, hambatan dan pilihan terutama dari sudut pandang kepentingan investor.

Investor Individu

  1. Mendefinisikan risiko sebagai kehilangan uang
  2. Bercirikan personal
  3. Tujuan berdasarkan apa yang ingin dicapai oleh individu ketika menginvestasikan asetnya
  4. Lebih bebas dalam berinvestasi
  5. Pajak seringkali menjadi bahan pertimbangan yang sangat penting bagi investor individu

Investor Institusi

  1. Lebih menggunakan pendekatan kuantitatif dan umumnya mendefinikan risiko dalam bentuk penyimpangan atau standar deviasi
  2. Mempertimbangkan karakter investasi yaitu mana yang bisa memberikan keuntungan lebih dalam portofolio yang dikelola oleh investasi
  3. Tujuannya lebih terinci sesuai dengan total paket aset dan kewajibannya
  4. Menjadi subyek terkait dengan bebagai hukum dan aturan
  5. Bukan pertimbangan utama terutama ketika berinvestasi di dana pensiun

Implikasi proses manajemen portofolio terhadap:

  • Investor individu: Perbedaan profil keuangan dari masing-masing individu dan terkadang dipengaruhi oleh kebijakan atau factor-faktor unik tergantung dari individunya maka dampaknya terhadap pilihan investasi disebut dengan self-imposed constraints
  • Investor institusi: Sehubungan dengan meningkatnya kompleksitas pengelolaan risiko institusi, maka penentuan kebijakan menjadi hal yang penting. Karena dengan menentukan kebijakan yang tepat maka akan dapat mencapai tujuan yang diinginkan, tingkat toleransi terhadap risiko, hambatan yang muncul ketika berinvesatsi dan bagaimana pilihan portofolio yang dilakukan

Formulasi Kebijakan Investasi

Bagaimana memformulasikan kebijakan investasi baik bagi investor individu maupun institusi dengan pendekatan sebagai berikut:

  1. Tujuan. Menentukan tujuan utama dari portofolio dengan mempertimbangkan tingkat pengembalian dan toleransi terhadap risiko
  2. Mengidentifikasi Hambatan dan Pilihan

Detail dari hambatan dan pilhan yang ada tergantung pada portofolio yang hendak diambil karena terkait dengan jaminan, diuraikan sebagai berikut:

  1. Likuiditas –>Kebutuhan likuiditas terkait dengan aset yang bisa yang bisa jual tanpa perubahan yang dratis dalam penetapan harganya. Biasanya setara kas (sekuritas pasar uang) memiliki likuiditas tinggi dan biasanya mudah dijual dengan harga mendekati face value. Banyak saham yang memiliki likuiditas bagus tapi ketika dijual baru akan menunjukkan seberapa besar penilaian pasar
  2. Jangka waktu –>Investor perlu mempertimbangkan berapa lama ia akan berinvestasi karena terkait dengan kebijakan yang akan diambil dan perencanaan yang akan dilakukan
  3. Hukum dan Peraturan –>Investor akan berhubungan dengan hukum dan aturan yang berlaku dinegara tertentu
  4. Pajak –>Perlu mempertimbangkan pajak karena akan berdampak pada program investasi yang akan dilakukan terutama untuk investor institusi.
  5. Pilihan unik dan ruang lingkup –>Ada hal-hal tertentu yang akan dihadapi oleh investor ketika melakukan pilihan tertentu dan berinvestasi dengan menggunakan kategori aset atau aset spesifik.

Pengembangan Dan Penerapan Strategi Investasi

Proses pembentukan portofolio dapat diilustrasikan sebagai berikut:

  1. Tentukan saham atau efek mana yang tersedia untuk pembentukan portofolio
  2. Manfaatkan prosedur yang optimal dalam memilih sekuritas dan tentuka bobot portofolio dengan saham yang dipilih

Monitoring dan Penyesuaian Portofolio

Aktivitas monitorisng dan penyesuaian portofolio dapat dilakukan dengan cara:

  1. Memonitor kondisi pasar –>Kondisi pasar perlu dimonitor karena situasi pasar sangat dinamis dan berdampak pada harga saham dan pendapatan yang diperoleh
  2. Perubahan  kondisi investor, meliputi:
  • Perubahan kekayaan
  • Perubahan jangka waktu investasi
  • Perubahan syarat tingkat likuiditas
  • Perubahan ruang lingkup pajak
  • Perubahan hukum dan aturan yang berlaku
  • Perubahan kebutuhan khusus dan kondisi investor

Investor melakukan pemonitoran digunakan untuk melakukan penyesuaian terhadap portofolionya.

Referensi:

Jones, C.P. 2007. Investments Analysis and Management, 10th Edition. John Wiley & Sons

Ross, Westerfield, Jaffe, and Jordan. 2008. Modern financial Manajement, 8th Edition. McGraw-Hill

IMPLIKASI MANAJEMEN PORTOFOLIO TERHADAP INVESTOR

One thought on “IMPLIKASI MANAJEMEN PORTOFOLIO TERHADAP INVESTOR

Comments are closed.