Proses Manajemen Investasi

Proses Manajemen Investasi

Bagaimana seorang manajer investasi mengelola uang?

         Manajemen Investasi                : Proses Mengelola Uang

         Manajer Investasi            :        Mengelola uang

Klasifikasi Investor

         Investor Ritel

         Investor Institusional

         Perusahaan Asuransi

         Institusi Simpanan

         Dana Pensiun

         Perusahaan Investasi

         Dana bantuan (endowment)

         Pasar Keuangan AS (Dulu didominasi Investor Ritel, Sekarang Institusional)

5 Langkah Proses Manajemen Investasi

•           Menetapkan Sasaran Investasi

•           Membuat Kebijakan Investasi

•           Memilih Strategi Portofolio

•           Memilih Aktiva / Asset

•           Mengukur dan Mengevaluasi Kinerja

1. Contoh Menetapkan Sasaran Investasi

         Perusahaan asuransi jiwa menjual berbagai produk (berupa jaminan pembayaran di masa depan)

         Bank & asosiasi simpan pinjam meluncurkan sertifikat deposito untuk memperoleh dana, kemudian diinvestasikan pada surat-surat berharga supaya memperoleh laba

2. Contoh Membuat Kebijakan Investasi

         Keputusan alokasi aktiva/aset  mis: saham, obligasi, real estate & sekuritas-sekuritas luar negeri

         Kendala-kendala:

         Peraturan harus diperhatikan

         Kendala-kendala dari klien misalnya keinginan klien untuk investasi pada komposisi tertentu

3. Contoh Memilih Strategi Portofolio

         Pemilihan strategi portolio yang konsisten terhadap sasaran & pedoman kebijakan investasi

         Strategi-strategi portofolio:

         Aktif: Menggunakan teknik peramalan yang hasilnya baik

         Portfolio Obligasi dengan Mempertimbangkan peramalan tk suku bunga masa depan

         Pasif: Pasar akan merefleksikan semua  informasi pd harga sekuritas

Jika di dalam Obligasi Menggunakan Strategi Portofolio Terstruktur

         Dirancang untuk Mencapai Kinerja dari Beberapa Kewajiban yang dibayar

         Antara dana yang diterima dari post investasi dengan kewajiban yang akan dibayar di masa depan.

Pemilihan Strategi tergantung:

         Pandangan Klien/ Manajer Keuangan tentang efisiensi harga pasar

         Karakteristik kewajiban klien

Effisiensi Harga Pasar adalah: Kesulitan untuk menghasilkan keuntungan lebih besar daripada manajemen pasif

4.PEMILIHAN AKTIVA

         Manajer Portofolio Harus Merancang Portofolio yang Effisien ( memberikan Pengembalian Terbesar Dengan Resiko Tertentu Atau Resiko Terendah Dengan Pengembalian Tertentu)

5.Mengukur dan Mengevaluasi Kinerja

         Benchmark: Indeks yang digunakan

         Contoh : 75% saham dan 25% obligasi apakah hasilnya bagus/ tidak

Struktur Basis Pengelolaan Uang Organisais yang Membutuhkan Pengelolaan Dana

         Adalah Institusi KEuangan seperti perusahaan asuransi; asosiasi simpan pinjam dan serikat kredit; perusahaan investasi

         Institusi non keuangan yang membutuhkan jasa manajer investasi:

         Dana Pensiun

         Endowmen (Dana Dari Universitas dan Yayasan)

Perusahaan Pengelolaan Uang Eksternal Ada 4 Kelompok

         Perusahaan yang berhubungan dengan bank, asuransi, pialang, berdiri sendiri.

Sumber

Fabozzi, Investment Management, Prentice Hall, 1999

2 Responses to “Proses Manajemen Investasi”

  1. yuyuk says:

    Artikelnya bagus bu tp sebagai saran akan lebih menarik apabila ditampilkan gambar, trm ksh

  2. cap gemini says:

    Artikel ibu Sriati sangat bagus, dengan bersumber pada karya Fabozzi,
    jika berkenan saya ada sedikit tambahan pada beberapa bagian dari “Proses Manajemen Investasi”, antara lain:

    1. Dalam menetapkan sasaran investasi, pada umumnya seorang Manajer Investasi akan berusaha menyesuaikan pada karakteristik produk atau kegiatan entitas yg bersangkutan, hal tsb dapat diklasifikan berdasarkan pada Ada atau Tidaknya Kewajiban yg dimiliki jika ada maka dapat diklasifikasikan pada besaran dan jatuh tempo kewajibannya apakah diketahui atau tidak (example: a. besar kewajiban diketahui & jatuh tempo diketahui (Deposito Berjangka) b. besar kewajiban diketahui & jatuh tempo tidak diketahui (Asuransi Jiwa), c. besar kewajiban tidak diketahui & jatuh tempo diketahui (Deposito Suku Bunga Mengambang/NCD), d. besar kewajiban tidak diketahui & jatuh tempo tidak diketahui (Asuransi Kendaraan All-Risk)

    2. Alokasi aktiva merupakan sebuah kebijakan yg diambil berdasarkan karakteristik Kelas Aktiva (Saham, Instrumen Hutang dan Instrumen Pasar Uang) ada 2 karkater yg digunakan sebagai acuan: 1. Return (tingkat pengembalian) dan 2. Risk (alat ukur yg digunakan pada umumnya adalah Variannce). Dari sana akan muncul Strategi Alokasi Aktiva yg akan dipilih: “Alokasi Aktiva Taktis” (optimalisasi tingkat pengembalian/optimizing return) & “Alokasi Aktiva Dinamis” (pengendalian resiko, resiko yg dimaksud disini adalah resiko dimana tidak tercapainya tingkat pengembalian yg disyaratkan (RR: Required Return)).

    3. Strategi Portfolio, merupakan refleksi dari “Kebijakan Alokasi” & strategi “Alokasi Aktiva” yg dipilih, strategi “Portfolio Aktif” dibagi menjadi 2 yaitu: Model Top-Down (Strategi diawali dengan menggunakan analisis fundamental) dan Bottom-Up (Strategi diawali dengan menggunakan analisis Teknikal). Strategi “Portfolio Pasif” umunya dikenal dengan Strategi Portfolio Indeks atau Artificial Index. Untuk Strategi “Portfolio Terstruktur” biasa digunakan pada Kelas Aktiva Pendapatan Tetap/FIS (Fixed Income Securities) umumnya dapat dibedakan menjadi 3 jenis: Bullet, Barble dan Ladder.

    5. Evaluasi dan Pengukuran Kinerja, pada umunya untuk “Evaluasi Kinerja” menggunakan metode Atribusi dan agak sedikit sulit digunakan mengingat atribut yg digunakan bersifat Subyektif (contoh: Metode BARRA) dan untuk Pengukuran Kinerja biasanya menggunakan Treynor, Jensen dan Sharpe.

    demikian sedikit tambahan, sukses bu Sriati dan saya tunggu artikel-artikel menarik ibu Sriati seputar manajemen investasi.

Leave a Reply