Lupakan “Jamu Pintar”

Saya ingin mengajak pembaca untuk membayangkan suatu keadaan seperti ini. Bayangkan ada toko yang menjual jamu untuk pintar. Lalu terpampang di ruang toko itu daftar menu jamu pintar dengan harga sebagai berikut. Jamu nilai UAN rata-rata 7 seharga Rp 100.000,- satu botol. Untuk nila rata-rata 8 seharga Rp 150.000,- satu botol sampai berturut-turut nilai rata-rata 9 dan 10 dengan Continue reading “Lupakan “Jamu Pintar””

Untung Ada ”Kecuali”

Pernah direpotkan oleh anak kecil? Bukan oleh ulahnya, namun oleh pertanyaanya. Sesuai dengan tipenya, konon anak kecil dominan menggunakan otak kanannya dari pada yang kiri. Otak yang imajinatif dan tidak menggunakan sekat-sekat. Sehingga kalau bertanya tidak umum dan tidak terduga. Karenanya pula anak kecil memiliki daya kreatifitas yang tinggi. Perhatikan saja dalam mengkhayal, dia tidak ambil pusing apakah bisa melaksanakan atau tidak. Mengkhayal adalah  mengkhayal, titik. Nah karena tipe dominan yang seperti ini, pertanyaan anak kecil dapat merepotkan, seperti pertanyaan spontan si Arif, nama si kecil yang akan saya ceritakan dalam tulisan ini.
Continue reading “Untung Ada ”Kecuali””

Menangkap Kebaikan Dari Manapun

Tulisan ini masih terkait dengan tulisan saya terdahulu yang berjudul ”Mengatasi Kebuntuhan Pikiran”. Banyak hal menarik dalam perjalanan membina mata kuliah Mega Creativity di kampus saya STIE Malangkuçeçwara Malang.  Salah satunya dari sesi yang membahas pemunculan kreativitas telah menyadarkan saya akan pentingnya mengajukan pertanyaan ampuh. Kesadaran ini berasal dari pertanyaan yang dilontarkan oleh mahasiswa peserta mata kuliah ini. Pertanyaan, yang saya atau orang lain lupa untuk mengajukan pada diri sendiri. Memang,  kreativitas tidak selalu harus berkaitan produk fisik atau berupa barang. Kreativitas bisa mencakup sistem dan cara agar sesuatu menjadi lebih baik atau kehidupan manusia dipenuhi dengan kebaikan.

Continue reading “Menangkap Kebaikan Dari Manapun”