Ternyata Mendengar Juga Perlu Kesabaran

”Sebentar Bapak, jangan memotong pembicaraan saya, saya belum selesai. Kalau saya sudah selesai, silahkan Bapak mengomentari pendapat saya”. Komentar ini sempat saya dengar dengan memerhatikan ekspresi orang yang mengatakan ketika saya ikut dalam suatu rapat. Kalimat tersebut disampaikan dengan nada tinggi, pertanda kalau yang bersangkutan tidak terima ketika enak-enaknya menyampaikan pendapat dipotong begitu saja. Tidak mau kalah, lawan bicara membalas dengan lebih seru lagi:”Ya, tapi Continue reading “Ternyata Mendengar Juga Perlu Kesabaran”

Ada Apa dengan James Bond 007?

Sudah sepekan ini salah satu TV swasta nasional menayangkan ulang film-film seri James Bond 007 . Film yang diangkat dari karakter fiksi ciptaan penulis Inggris bernama Ian Fleming tersebut dianggap sebagai film tersukses dan terlaris di dunia. Sejak dirilis, mulai tahun 1962 dengan judul film Dr. No yang dibintangi  oleh Sean Connery,  sampai Quantum of Solace yang dibintangi oleh Pierce Brosnan, film-film James Bond selalu mendapat perhatian penikmat film di dunia.  Di antara banyak hal menarik, salah satu yang Continue reading “Ada Apa dengan James Bond 007?”

Guru Kok Ditakuti

”Apa yang kita duga, belum tentu tepat dan apa yang kita inginkan belum tentu sesuai”. Ungkapan ini cocok untuk yang saya alami dengan murid-murid SMP  ketika saya memberi presentasi pada mereka. Beberapa hari sebelum presentasi, seorang teman menelpon dan bertanya apa ada waktu untuk memberikan presentasi ke murid-murid SMP tahun awal. Kebetulan saya ada waktu, dan tidak ada kegiatan yang bertepatan dengan Continue reading “Guru Kok Ditakuti”

Sudah Tahu ”Wedus” disumpahi ”Babi”

Sebagai pemuda dari keluarga terkaya di desanya, pemuda yang satu ini memang kelihatan perlente. Penampilannya selalu rapi dengan pakaian merk berkelas. Sayang, keadaan ini membuat dia agak angkuh dalam behubungan dengan orang-orang di lingkungan sekitar. Untung saja tetangga dan teman-temannya tidak terlalu memedulikan sikapnya. Di desanya, pemuda ini termasuk dari kalangan keluarga petani kaya. Tak Continue reading “Sudah Tahu ”Wedus” disumpahi ”Babi””

Itu Baru Sembilan Orang, Bagaimana Kalau Satu Kota?

”Saya belajar bahwa orang akan melupakan apa yang kita katakan, orang akan melupakan apa yang kita lakukan, tapi orang tidak melupakan bagaimana kita membuat mereka merasa”. Saya percaya tehadap pernyataan Maya Angelou tersebut. Karenanya saya senang menggunakan game komunikasi dari Thiagi pada presentasi saya untuk membuat efek ”merasa” terhadap penerimaan dan penyampaian informasi ke orang lain.  Anda kemungkinan besar tahu bahwa Continue reading “Itu Baru Sembilan Orang, Bagaimana Kalau Satu Kota?”

Membangun Komunikasi yang Lebih Konstruktif

Konon ada orang yang “iseng” meneliti jumlah jenis kata dalam kamus Bahasa Inggris. Jumlah kata-kata dalam Bahasa Inggris diperkirakan sekitar 750.000 kata. Dari jumlah tersebut, peneliti ingin mengetahui jumlah kata yang berkaitan dengan emosi negatif dan positif. Saya agak tercengang setelah mengatahui bahwa dari dua kelompok emosi tersebut jumlah yang berkenaan dengan emosi negatif  dan kesedihan lebih banyak daripada tentang yang positif dan kegembiraan. Kalau ada waktu bisa juga kita meniliti kamus bahasa Indonesia. Saya belum menemukan buku atau laporan penelitian tentang jumlah kata dalam kamus Bahasa Indonesia berkaitan dengan emosi manusia ini. Saya hanya menduga, komposisinya bisa jadi sama. Rupanya, manusia lebih tertarik bicara hal negatif daripada positif. Manusia juga lebih mudah menyoroti hal yang menyedihkan daripada yang menggembirakan, dan manusia juga tak terasa ternyata lebih mudah mengeluh daripada bersyukur.

Continue reading “Membangun Komunikasi yang Lebih Konstruktif”