Lupakan “Jamu Pintar”

Saya ingin mengajak pembaca untuk membayangkan suatu keadaan seperti ini. Bayangkan ada toko yang menjual jamu untuk pintar. Lalu terpampang di ruang toko itu daftar menu jamu pintar dengan harga sebagai berikut. Jamu nilai UAN rata-rata 7 seharga Rp 100.000,- satu botol. Untuk nila rata-rata 8 seharga Rp 150.000,- satu botol sampai berturut-turut nilai rata-rata 9 dan 10 dengan Continue reading “Lupakan “Jamu Pintar””

”Lupa” dan ”Budi Pekelti”

Ya…Tuhan, sebagaimana Engkau telah membaguskan lupa (baca rupa) saya, maka baguskanlah budi pekelti (baca pekerti) saya, amin”. Saat saya mendengar doa ini, saya cari sumber suaranya. Ternyata doa tersebut dilantunkan dengan suara keras sambil dideklamasikan oleh anak kecil yang sedang berdiri di depan kaca. Anak ini memang belum bisa melafalkan huruf ”r”. Makanya saat saya tanya: ”Siapa dik yang mengajari doa tadi”. ”Ibu Gulu”, jawabnya, yang maksudnya Ibu Guru.

Continue reading “”Lupa” dan ”Budi Pekelti””