Guru Kok Ditakuti

”Apa yang kita duga, belum tentu tepat dan apa yang kita inginkan belum tentu sesuai”. Ungkapan ini cocok untuk yang saya alami dengan murid-murid SMP  ketika saya memberi presentasi pada mereka. Beberapa hari sebelum presentasi, seorang teman menelpon dan bertanya apa ada waktu untuk memberikan presentasi ke murid-murid SMP tahun awal. Kebetulan saya ada waktu, dan tidak ada kegiatan yang bertepatan dengan Continue reading “Guru Kok Ditakuti”

Cara Memberi Contoh dalam Presentasi Tanpa Menimbulkan Rasa Kesal

Setelah membaca tulisan pendek ini Anda akan merasa telah menemukan cara ampuh untuk memberi contoh saat memberikan presentasi. Lebih-Lebih bagi Anda yang biasa memberikan presentasi. Tips sederhana ini saya temukan saat anak saya pulang dari mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh organisasi pemuda di kampung.  Saya tidak tahu apa sebabnya, dia masuk rumah sambil ngomel-ngomel yang tidak jelas maksudnya. Saya tanya:”Ada apa?”. Continue reading “Cara Memberi Contoh dalam Presentasi Tanpa Menimbulkan Rasa Kesal”

Jalan Buntu, Apa Sebaiknya Reaksi Awal Kita

Saya ingin mengajak pembaca untuk membayangkan sebuah reaksi awal dari cerita saya berikut ini. Pada siang yang cerah di ruang keluarga sebuah rumah mewah, seorang perempuan dengan orang tua, mertua dan anak-anaknya sedang bercanda ria. Semua menampakkan senyum dan tertawa lepas mendengar cerita masing-masing yang saling bersaut-sautan. Suasana ini tak seheboh hari-hari sebelumnya. Di depan mereka tertata rapi kue  dan hidangan, mulai dari makanan pembuka sampai dengan penutup. Tidak seorang pun berani menyentuh makanan tersebut sebelum orang yang ditunggu-tunggu datang menyampaikan gambar gembira untuk keluarga tersebut. Yang jelas ini bukan acara ulang tahun.

Continue reading “Jalan Buntu, Apa Sebaiknya Reaksi Awal Kita”

Membangun Komunikasi yang Lebih Konstruktif

Konon ada orang yang “iseng” meneliti jumlah jenis kata dalam kamus Bahasa Inggris. Jumlah kata-kata dalam Bahasa Inggris diperkirakan sekitar 750.000 kata. Dari jumlah tersebut, peneliti ingin mengetahui jumlah kata yang berkaitan dengan emosi negatif dan positif. Saya agak tercengang setelah mengatahui bahwa dari dua kelompok emosi tersebut jumlah yang berkenaan dengan emosi negatif  dan kesedihan lebih banyak daripada tentang yang positif dan kegembiraan. Kalau ada waktu bisa juga kita meniliti kamus bahasa Indonesia. Saya belum menemukan buku atau laporan penelitian tentang jumlah kata dalam kamus Bahasa Indonesia berkaitan dengan emosi manusia ini. Saya hanya menduga, komposisinya bisa jadi sama. Rupanya, manusia lebih tertarik bicara hal negatif daripada positif. Manusia juga lebih mudah menyoroti hal yang menyedihkan daripada yang menggembirakan, dan manusia juga tak terasa ternyata lebih mudah mengeluh daripada bersyukur.

Continue reading “Membangun Komunikasi yang Lebih Konstruktif”