Nilai atau Mengerti?

Papan pengingat di ruang kerja saya, betul-betul menolong saya untuk memberitahu kalau ada aktivitas yang harus saya ikuti. Menulis untuk mengingat aktivitas telah membuat manajemen  waktu sangat terbantu. Walau sudah menggunakan perangkat teknologi informasi untuk mengelola kegiatan, papan pengingat ”konvensional” masih saya gunakan sebagai back up. Saya tidak memandang ini Continue reading “Nilai atau Mengerti?”

Dunia Gumpalan Ide yang Tak Terbatas

Tulisan ini adalah lanjutan tulisan saya terdahulu yang berjudul ”Renang Punya Gaya Bebas, Menulis pun Punya”. Menulis Gaya Bebas adalah istilah versi Saya, yang intinya, menulislah setiap hari tema apa saja agar Anda dapat mengeluarkan ide di pikiran. Bukan itu saja, ”otot menulis” Anda juga menjadi lentur karena setiap hari dilatih. Mungkin Anda Continue reading “Dunia Gumpalan Ide yang Tak Terbatas”

Kalau Pintar Saja Tidak Cukup, Lalu apa Lagi?

Sebagai pengajar saya selalu menyarankan pada mahasiswa saya untuk mengembangkan rasa ingin tahu. Karena rasa ingin tahu ini memicu ditemukannya hal-hal baru dan pengembangan ke yang lebih baik. Menjelang wisuda, saya sering diminta oleh panitia untuk memberikan pembekalan pada calon wisudawan. Acara ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan pada lulusan tentang apa yang sebaiknya dipersiapkan lagi untuk masuk ke karier. Guna memenuhi permintaan panitia, saya melakukan survey sederhana terhadap iklan pencari tenaga kerja di harian terkenal di Jawa Timur, khususnya terbitan hari Sabtu. Saya menyalurkan rasa ingin tahu saya tentang ”apa saja kualifikasi yang harus melekat pada  tenaga kerja yang diinginkan oleh perusahaan, selain kompetensi yang diperoleh lulusan dari perguruan tinggi?”

Renang Punya Gaya Bebas, Menulis pun Punya

Bagi banyak orang, tahun baru memang memberi arti dan kesan tersendiri. Macam-macam perasaan yang terekspresikan, mulai dari hura-hura keliling kota dengan motor sampai pada membuat resolusi diri sendiri, tentang mau apa di tahun yang baru ini. Tanggal atau tahun memang penanda, yang bisa jadi, bagi seseorang hanya sekedar penanda, namun bagi pribadi tertentu, bisa sangat membekas. Sepertinya orang perlu penanda ini agar dirinya tahu sedang di mana dan akan ke mana. Tahun baru memang bisa bukan apa-apa, namun bisa menjadi suatu momen yang sangat menjanjikan, tergantung pada orang yang menggunakan penanda pergantian tahun.
Continue reading “Renang Punya Gaya Bebas, Menulis pun Punya”

Apa yang Salah dengan Makan Batu dan Pakai Helm?

”Memakan apa yang membuat gigi rusak?”. Pertanyaan ini tidak bermaksud menguji kecerdasan Anda, tetapi sebagai awal dari cerita ringan yang ingin saya bagikan. Setelah membaca pembuka tulisan ini, Anda mungkin sudah bisa menebak apa maksud judul di atas.  Untuk lengkapnya baca dulu sampai selesai. Tiga hari yang lalu, saya kedatangan tamu saudara saya. Dia bercerita kalau baru saja marah-marah ke anaknya yang masih kelas 2 SD. Arif, nama anak tersebut, hasil latihan kelasnya salah dua dari sepuluh soal yang ada. Sang Ibu marah karena Arif salah menjawab untuk pertanyaan yang sangat mudah. Sambil marah-marah dia mengomentari jawaban anaknya:”Gini saja kok salah sih Rif”. ”Ya gak tahu…”, jawab sang anak santai.
Continue reading “Apa yang Salah dengan Makan Batu dan Pakai Helm?”

Beritahulah Mereka, Supaya Tahu

Setelah membaca tulisan ini, saya yakin Anda akan memutuskan untuk berhati-hati dalam menggunakan kata atau berkalimat. Mengapa? Ya…Baca dulu sampai selesai. Sebagai pembelajar, saya selalu mengamati dan berusaha mencari cara-cara yang membuat belajar menghasilkan hasil yang lebih dari yang saya harapkan. Seperti pengajar pada umumnya, saya  sering memberi tugas. Nah, pada waktu tugas dirasa menumpuk, ada reaksi awal dari mahasiswa saat menerima tugas. Kebanyakan,  reaksi spontannya  adalah mengeluh dengan mengatakan:”Waduh Pak, tugaaaaas lagi, banyak tugas loh Pak”, sambil memelas. Reaksi ini sepertinya menjadi reaksi umum peserta didik.
Continue reading “Beritahulah Mereka, Supaya Tahu”

Pertolongan Indah yang tidak Kita Duga

Sambil terengah-engah bernafas melalui mulut, dua boca berlari karena takut terlambat sampai di kelas. Mereka memacu langkah kakinya sekuat yang mereka bisa agar tiba di ruang kelas sebelum guru masuk. Keduanya membayangkan wajah guru dan hukuman yang akan diterimanya jika “keduluan” guru berdiri di pintu kelas. Saat sedang semangatnya berlari, salah satu bocah memegang tangan temannya sambil menarik:”Stop….Kita berhenti dulu untuk berdoa”, pintanya. Continue reading “Pertolongan Indah yang tidak Kita Duga”

Cara Memberi Contoh dalam Presentasi Tanpa Menimbulkan Rasa Kesal

Setelah membaca tulisan pendek ini Anda akan merasa telah menemukan cara ampuh untuk memberi contoh saat memberikan presentasi. Lebih-Lebih bagi Anda yang biasa memberikan presentasi. Tips sederhana ini saya temukan saat anak saya pulang dari mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh organisasi pemuda di kampung.  Saya tidak tahu apa sebabnya, dia masuk rumah sambil ngomel-ngomel yang tidak jelas maksudnya. Saya tanya:”Ada apa?”. Continue reading “Cara Memberi Contoh dalam Presentasi Tanpa Menimbulkan Rasa Kesal”

Menangkap Kebaikan Dari Manapun

Tulisan ini masih terkait dengan tulisan saya terdahulu yang berjudul ”Mengatasi Kebuntuhan Pikiran”. Banyak hal menarik dalam perjalanan membina mata kuliah Mega Creativity di kampus saya STIE Malangkuçeçwara Malang.  Salah satunya dari sesi yang membahas pemunculan kreativitas telah menyadarkan saya akan pentingnya mengajukan pertanyaan ampuh. Kesadaran ini berasal dari pertanyaan yang dilontarkan oleh mahasiswa peserta mata kuliah ini. Pertanyaan, yang saya atau orang lain lupa untuk mengajukan pada diri sendiri. Memang,  kreativitas tidak selalu harus berkaitan produk fisik atau berupa barang. Kreativitas bisa mencakup sistem dan cara agar sesuatu menjadi lebih baik atau kehidupan manusia dipenuhi dengan kebaikan.

Continue reading “Menangkap Kebaikan Dari Manapun”