SMP

Selalu menarik, bersengaja mencari makna dari suatu kejadian yang kita temui. Tak terkecuali saya, banyak menemukan makna dari peristiwa ketika saya  bersepeda. Walau saya telah menulis beberapa cerita bernuansa bersepeda, namun daya tarik makna yang ada di dalamnya tidak pernah surut.  Bersepeda telah memberi beberapa pelajaran bermakna kepada saya di perjalanannya. Seperti yang pernah saya singgung di tulisan saya terdahulu, bahwa saya memiliki aktivitas rutin, setidaknya tiga kali seminggu untuk bersepeda, dengan sekali dalam seminggu bersepeda rute panjang. Rute favorit saya adalah ke Kota Batu. Bersepeda dari Malang ke kota Batu memberi tantangan dan sensasi tersendiri baik secara fisik maupun mental. Betapa tidak, diperlukan semangat dan ketetapan hati untuk tidak berbalik sebelum sampai di tujuan. Karena kesibukan dan beberapa undangan acara resepsi pernikahan, dalam minggu-minggu ini saya tidak menepati rencana bersepeda saya. Hampir dua minggu saya absen, tidak bersepeda. Memang otot terasa agak lain dibanding jika saya rajin bersepeda.

Saat sudah agak longgar, saya picu lagi sepeda saya. Anehnya, saya tidak sekuat lagi seperti hari-hari sebelumnya. Hanya sampai separuh perjalan menuju Batu, saya memutuskan untuk berbalik pulang. Kenapa kemampuan fisik saya menurun padahal hanya dua minggu tidak bersepeda? Tidak memerlukan jawaban rumit untuk memahami pertanyaan tersebut. Karena ini bersifat alami, otot yang sudah terbentuk kembali melemah kalau berhenti berlatih. Yang jarang disadari orang, ternyata ini juga berlaku bagi Sikap Mental Positif (SMP). Saya teringat analogi yang disampaikan oleh Susan Jeffrey dalam bukunya ”Rasakan Puncak Ketakutanmu, Lalu Lejitkan Ia Menjadi Kekuatan Barumu…”, yang mengulas tentang perlunya terus menerus melatih mental dalam berpikir positif. Sebab jika tidak, kekuatan dan pengaruhnya akan luntur dan melemah sedikit demi sedikit. Dia menganalogikan seorang olahragawan yang terus berlatih sampai ototnya terbentuk. Dia dapat melakukan sit-up sebanyak lima puluh kali. Kalau dia berhenti berlatih, dia tidak akan bisa lagi melakukan seperti itu. Begitu juga SMP. Kita harus melatihnya terus menerus. Sebab ketika kita melakukan, maka mental negatif akan berhenti  menggaggu kita.

Suatu saat di kelas presentasi terdapat murid bertanya pada sang pelatih:”Apa yang harus saya lakukan agar saya dapat berpresentasi dengan baik seperti Bapak?”. Dijawab oleh pelatih:” Minimal ada tiga hal agar Anda dapat melakukan seperti yang Anda inginkan. Pertama, berlatih. Kedua, berlatih. Ketiga, berlatih”. Sang murid kembali bertanya:”Ada hal yang lain Pak?”. ”Banyak”, kata  Sang guru. ”Namun berlatih yang terpenting dan harus dilakukan”. Memang, berlatih terus menerus merupakan cara  utama untuk meningkatkan dan mempertahankan kekuatan baik fisik maupun mental, termasuk berpikir positif. Orang tidak akan menjadi ahli tanpa berlatih. Begitu juga, dengan tidak latihan orang akan kehilangan keahliannya.

Di antara beberapa cara berlatih untuk SMP,  saya suka dan cocok dengan cara berikut ini. Dengan didahului komitmen khusus, latih diri dengan cara dan alat berikut.

  • Afirmasi. Penegasan sebuah pernyataan positif bahwa sesuatu sedang terjadi. Buat afirmasi dengan kalimat pernyataan  ”saya atau aku”, gunakan waktu ”sekarang” dan dalam bentuk ”frasa positif”. Pernyataan ”Sekarang saya mengerjakan tugas saya dan mengumpulkan tepat waktu”, lebih baik daripada ”Mulai minggu depan saya akan berusaha tidak terlambat lagi dalam mengumpulkan tugas”. Afirmasi ini dapat dilakukan pada pagi hari dan sebelum tidur serta saat diperlukan kapan saja dalam perjalanan keseharian Anda.
  • Menggunakan kata-kata ”berenergi tinggi” dalam sehari-hari. Buat daftar kata ”berenergi tinggi” dan yang tidak. Pilih dan gunakan kata-kata ”berenergi tinggi” dan yang positif dalam setiap percakapan Anda.
  • Gunakan alat-alat untuk tetap dalam mental berpikir positif. Anda bisa membeli alat-alat tersebut, seperti; kaset, CD atau dalam bentuk MP3 tentang ceramah motivasi, buku, foto dan alat lainnya. Anda juga bisa membuat sendiri, misalnya kata-kata inspiratif yang dipigora.  Pendek kata, jika ada komitmen, Anda akan menemukan cara dan alat yang cocok dengan Anda.
  • Buat target untuk tetap dalam kondisi SMP. Misalnya; dalam seminggu tidak mengkritik orang dan tidak mengeluh. Gunakan cara ini sebagai permainan (game) dan lakukan dengan senang sebagai sebuah tantangan yang mengasyikkan.

Seperti cara-cara yang lain, cara di atas akan ampuh jika dilakukan. Tentu saja akan sangat efektif jika Anda meminta kekuatan pada Tuhan dalam menjalankan SMP ini dengan selalu berdoa dan memohon pada-Nya. Jika terasa belum ada hasil, jangan berhenti, terus maju dan gunakan, karena bisa jadi sebetulnya kita sudah berkembang, hanya karena ekspektasi kita bertambah  meningkat membuat kemajuan sepertinya tidak lagi terasa. Kalau Anda merasa cocok dengan cara di atas, lakukan latihan sekarang. Jika tidak, tenang saja, Anda bisa mencari yang sesuai  dengan diri Anda. Bukankah yang penting, latihan, latihan dan latihan?

One thought on “SMP”

Comments are closed.