Dunia Gumpalan Ide yang Tak Terbatas

Tulisan ini adalah lanjutan tulisan saya terdahulu yang berjudul ”Renang Punya Gaya Bebas, Menulis pun Punya”. Menulis Gaya Bebas adalah istilah versi Saya, yang intinya, menulislah setiap hari tema apa saja agar Anda dapat mengeluarkan ide di pikiran. Bukan itu saja, ”otot menulis” Anda juga menjadi lentur karena setiap hari dilatih. Mungkin Anda merasa tidak perlu membaca tulisan ini karena menganggap bahwa Anda bukan sebagai penulis. Kalau Anda punya pikiran seperti itu, Anda kurang tepat. Sebab, membaca tulisan ini tidak diharamkan, he…he…Pastinya untuk memberi variasi hidup, lakukan hal baik yang tidak biasa Anda lakukan, termasuk menulis.  Agar nantinya Anda berkata: ”Eh…ternyata Saya bisa”. Nah kalau begitu membaca tulisan ini tidak ada ruginya. Tetapi kalau Anda masih ngotot:“Tapi saya benci menulis”. Saya beritahu Anda, ada loh orang yang memeroleh manfaat dari yang dia benci.   Karena Anda membaca beberapa tulisan sebelum tulisan ini, saya beranggapan bahwa Anda adalah manusia pembelajar.  Yang perlu Anda ketahui,  menulis adalah cara belajar yang “lengkap”, dibanding dengan cara lainnya. Jadi, Saya bisa sarankan, justru bukan sebagai penulis, Anda sebaiknya juga membaca artikel ini, laiknya seorang penulis juga. Tetapi kalau Anda masih ngotot juga, kalau tulisan ini kurang cocok dengan Anda, Anda bisa lompati saja. Baca tulisan berikutnya. Namun jika Anda tetap akan menyelesaikan bacaan sampai tuntas, Saya jamin Anda tidak akan kecewa, serius.

Menulis Gaya Bebas adalah menulis dengan menggunakan otak bawah sadar. Suatu metode yang mengikuti kata hati dan mengalir terus tanpa henti. Dengan gurau saya biasanya mengatakan pada mahasiswa aturan menulis gaya ini adalah ”tanpa aturan”. Pada saat saya mengatakan bahwa aturannya adalah ”tanpa aturan”, justru saat sesi membaca hasil tulisan, saya menemukan banyak tulisan yang mudah dimengerti bahkan tulisan yang dapat dibilang tulisan baik. Untuk tema-tema yang menyentuh terdengar sangat puitis. Mahasiswa yang membaca terkadang kaget dengan hasil tulisannya. Dengan mengikuti pikiran bawah sadar tulisan menjadi mengalir, memang saat menulis sebaiknya tidak berhenti, supaya tidak ada gangguan dari otak pengedit. Kalau otak ini yang aktif biasanya tulisan tidak akan jadi. Makanya benar  kalau orang mengatakan ada keajaiban antara otak dan tangan. Pada sesi ini umumnya saya dahului dengan mengambil nafas panjang tenang beberapa kali, kalau sudah rileks, menulis dapat dimulai dan selesai jika ada tanda berhenti.

Cara ini adalah cara yang ampuh untuk memunculkan kreativitas dan menuangkan hal-hal yang menjadi unek-unek kita. Dengan menulis gaya bebas terkadang kita akan memeroleh atau dapat menorehkan hal yang tidak terduga yang sangat bermanfaat bagi kita dan orang lain. Dengan menulis gaya bebas kita menjadi tahu kalau kita puitis dan ada potensi yang selama ini terpendam. Nah dari pada waktu kita diisi dengan hal yang tidak menuju kemana-mana, mengapa kita tidak mencoba menulis apapun untuk memunculkan ide dan menumpahkan unek-unek yang terpendam.

Ini adalah triks tambahan dari pentolan “Genius dengan Menulis”, yaitu Mark Levy, Julia Cameron & Mark Bryan. Pada tulisan terdahulu, saya belum mengungkap rahasia mencari ide jika dalam keadaan buntu. Jika Anda merasa berada pada jalan buntu, percayalah bahwa tidak ada jalan buntu. Pada tulisan terdahulu saya mengutip pernyataan seorang istri saat suaminya sedih karena dipecat dari pekerjaannya. Alih-aih marah dan sedih, si Istri justru mengatakan:”Wow…jika satu pintu tertutup, pintu lain akan terbuka”. Pada tulisan tersebut ada saran, sebaiknya Kita memberesi dulu pikiran ke pandangan yang lebih positif dan perspektif harapan. Singkatnya, ubah anggapan ke arah bahwa ada jalan lain, atau justru banyak jalan ke pemecahan.  Nah..kalau anggapan sudah diberesi, langkah selanjutnya adalah memicu otak agar memproduksi ide. Dari sekian cara yang ada, cara vaforit saya adalah membaca tulisan terdahulu atau membaca buku lalu “soroti” yang menarik. Nah…jadikan bahan tulisan.

Tulisan ini terilhami oleh kata-kata Mark Levy:”dunia adalah gumpalan materi yang sangat subur”. Memang betul yang dikatakan Mark, tetapi menurut saya:”Ya…namun harus digali”. Kalau tidak, gumpalan itu hanya akan tetap menjadi seonggok gumpalan. Bukunya Mark Levy sendiri saya anggap sebagai gumpalan ide. Nah kata-kata yang menarik perhatian saya tadi adalah hasil dari saya menggali gumpalan tersebut.

Sengaja memang tentang mencari ide ini ditulis belakangan setelah tulisan tentang triks “pokoknya menulis saja”, seperti yang disinggung dalam Menulis Gaya Bebas. Sebab menemukan ide belum akan memicu orang untuk menulis. Tetapi  jika Anda sudah memiliki kebiasaan menulis, menuangkan ide dalam tulisan bukan lagi hambatan. Nah inilah cara mendobrak jika buntu tidak menemukan ide untuk ditulis. Beresi dulu pikiran dengan anggapan bahwa tidak ada jalan buntu dan galilah gumpalan ide dengan membaca tulisan terdahulu atau membaca buku, pilih yang menjadi perhatian Anda, lalu tulislah. Seorang teman bertanya:”Bolehkah dari kejadian di sekitar?”. Mengapa tidak?

One thought on “Dunia Gumpalan Ide yang Tak Terbatas”

Comments are closed.