Renang Punya Gaya Bebas, Menulis pun Punya

Bagi banyak orang, tahun baru memang memberi arti dan kesan tersendiri. Macam-macam perasaan yang terekspresikan, mulai dari hura-hura keliling kota dengan motor sampai pada membuat resolusi diri sendiri, tentang mau apa di tahun yang baru ini. Tanggal atau tahun memang penanda, yang bisa jadi, bagi seseorang hanya sekedar penanda, namun bagi pribadi tertentu, bisa sangat membekas. Sepertinya orang perlu penanda ini agar dirinya tahu sedang di mana dan akan ke mana. Tahun baru memang bisa bukan apa-apa, namun bisa menjadi suatu momen yang sangat menjanjikan, tergantung pada orang yang menggunakan penanda pergantian tahun.
Continue reading “Renang Punya Gaya Bebas, Menulis pun Punya”

”Lupa” dan ”Budi Pekelti”

Ya…Tuhan, sebagaimana Engkau telah membaguskan lupa (baca rupa) saya, maka baguskanlah budi pekelti (baca pekerti) saya, amin”. Saat saya mendengar doa ini, saya cari sumber suaranya. Ternyata doa tersebut dilantunkan dengan suara keras sambil dideklamasikan oleh anak kecil yang sedang berdiri di depan kaca. Anak ini memang belum bisa melafalkan huruf ”r”. Makanya saat saya tanya: ”Siapa dik yang mengajari doa tadi”. ”Ibu Gulu”, jawabnya, yang maksudnya Ibu Guru.

Continue reading “”Lupa” dan ”Budi Pekelti””

Jangan Sampai kehilangan yang Satu Ini

Minggu-minggu ini saya memiliki kesibukan, atau supaya lebih keren sebut saja hobi baru, yaitu merawat taman di depan rumah. Saya baru saja mengganti rumput di depan rumah dengan rumput Gajah Mini. Konon, rumput  yang sedang naik daun ini lebih tahan terhadap “godaan” rumput liar lainnya. Sebelumnya taman di rumah ditumbuhi oleh rumput liar dan rumput Teki. Rumput ini tumbuh lebih cepat daripada rumput taman. Untuk menghilangkan rumput Teki, saya minta tukang taman untuk mengganti tanah taman dengan yang baru, dan membersihkan tanah Continue reading “Jangan Sampai kehilangan yang Satu Ini”

Hukum yang Banyak Orang tidak Ingat Lagi

“Rasa cinta pasti ada, pada makhluk yang bernyawa….”. Sebait syair lagu Melayu meluncur dari bibir mungil anak perempuan yang terlihat lusuh. Lagu itu saya dengar dengan teman saya, saat kami naik mobil bertiga di perempatan jalan. Kebetulan salah satu teman saya yang sedang menyetir menyodorkan uang logam ke penyanyi tersebut.  Belum sempat selesai, lagu itu ditutup dengan ucapan:“Terima kasih Pak”. Dia beranjak ke mobil lain. Pemandangan ini banyak kita jumpai di perempatan kota di Indonesia. Saya tidak membahas tentang semakin banyaknya pengamen dan pengemis di jalanan. Namun, saya ingin menceritakan obrolan kami bertiga saat di mobil.
Continue reading “Hukum yang Banyak Orang tidak Ingat Lagi”

Apa Betul Saya Anak Ibu…..?

“Bu….apa betul saya anaknya ibu dan bapak?”, tanya anak dengan nada keraguan. Sontak sang ibu kaget. Sambil menahan rasa penasaran dan hampir tak percaya terhadap pertanyaan anaknya, sang ibu menjawab:”Betul…kau anak ibu dan bapak. Itu…tanya bapakmu”.  “Ya…anak siapa lagi kalau bukan anak ibu dan bapak”, jelas ayahnya jengkel. “Sebentar, ibu tidak habis pikir, kenapa kamu bertanya seperti itu?”. “Begini Bu….kalau saya anak ibu dan bapak……, kenapa saya Continue reading “Apa Betul Saya Anak Ibu…..?”