Dunia, Apa Seperti yang Kita Bayangkan?

Selalu senang bertemu dengan teman baik untuk ngobrol ke sana ke mari. Walau terkadang hanya diawali dengan obrolan ringan, obrolan bisa membawa ke yang lebih serius dan bahkan filosofis. Tergantung kita memang, apa tema obrolan yang kita lakukan. Bisa saja diwali dengan “ngrasani” orang lain, namun ini bukan tema obrolan yang baik untuk dilakukan. Obrolan bisa dibuka dengan basa-basi dan cerita apa saja yang membuat kita tertarik. Salah satu obrolan saya dengan teman saya yang sampai sekarang mengesankan saya adalah saat saya bercerita tentang membeli buah blimbing di pasar tradisional.
Continue reading “Dunia, Apa Seperti yang Kita Bayangkan?”

Tertawa Pagi…ha….ha….ha……

Saya tidak tahu, Anda membaca tulisan ini; pagi, siang atau malam? Kapan, menjadi tidak penting. Saat ini saya hanya ingin ”ngetes” Anda. Sebelum meneruskan membaca artikel ini, saya ingin Anda tertawa, ya….tertawa aja. Loh…saya serius nih. Kalau tidak, ya….setidaknya tersenyumlah. Sekali lagi, jujur sebelum lanjut membaca coba tertawa atau tersenyum terlebih dahulu. Ya….kalau sudah, hebat. Faktanya, sudah banyak orang tidak ingat lagi  cara tertawa atau tersenyum. Saya tidak ingin Anda menjadi bagian dari orang yang lupa cara untuk tetawa. Kalau Anda menyesal setelah tertawa atau  tersenyum barusan, karena merasa dikerjain, saya mohon maaf. Tetapi betul, saya serius, tidak ada maksud saya untuk menggoda Anda. Namun saya telah menolong Anda untuk ingat dua aktivitas yang hebat ini, tertawa dan tersenyum.

Continue reading “Tertawa Pagi…ha….ha….ha……”

Apa yang Salah dengan Makan Batu dan Pakai Helm?

”Memakan apa yang membuat gigi rusak?”. Pertanyaan ini tidak bermaksud menguji kecerdasan Anda, tetapi sebagai awal dari cerita ringan yang ingin saya bagikan. Setelah membaca pembuka tulisan ini, Anda mungkin sudah bisa menebak apa maksud judul di atas.  Untuk lengkapnya baca dulu sampai selesai. Tiga hari yang lalu, saya kedatangan tamu saudara saya. Dia bercerita kalau baru saja marah-marah ke anaknya yang masih kelas 2 SD. Arif, nama anak tersebut, hasil latihan kelasnya salah dua dari sepuluh soal yang ada. Sang Ibu marah karena Arif salah menjawab untuk pertanyaan yang sangat mudah. Sambil marah-marah dia mengomentari jawaban anaknya:”Gini saja kok salah sih Rif”. ”Ya gak tahu…”, jawab sang anak santai.
Continue reading “Apa yang Salah dengan Makan Batu dan Pakai Helm?”

Itu Baru Sembilan Orang, Bagaimana Kalau Satu Kota?

”Saya belajar bahwa orang akan melupakan apa yang kita katakan, orang akan melupakan apa yang kita lakukan, tapi orang tidak melupakan bagaimana kita membuat mereka merasa”. Saya percaya tehadap pernyataan Maya Angelou tersebut. Karenanya saya senang menggunakan game komunikasi dari Thiagi pada presentasi saya untuk membuat efek ”merasa” terhadap penerimaan dan penyampaian informasi ke orang lain.  Anda kemungkinan besar tahu bahwa Continue reading “Itu Baru Sembilan Orang, Bagaimana Kalau Satu Kota?”

Beritahulah Mereka, Supaya Tahu

Setelah membaca tulisan ini, saya yakin Anda akan memutuskan untuk berhati-hati dalam menggunakan kata atau berkalimat. Mengapa? Ya…Baca dulu sampai selesai. Sebagai pembelajar, saya selalu mengamati dan berusaha mencari cara-cara yang membuat belajar menghasilkan hasil yang lebih dari yang saya harapkan. Seperti pengajar pada umumnya, saya  sering memberi tugas. Nah, pada waktu tugas dirasa menumpuk, ada reaksi awal dari mahasiswa saat menerima tugas. Kebanyakan,  reaksi spontannya  adalah mengeluh dengan mengatakan:”Waduh Pak, tugaaaaas lagi, banyak tugas loh Pak”, sambil memelas. Reaksi ini sepertinya menjadi reaksi umum peserta didik.
Continue reading “Beritahulah Mereka, Supaya Tahu”

Nasihatkan dengan Bertanya

”Tolong beri saya nasihat”. Demikian pesan di sms yang saya terima beberapa hari yang lalu. Saya tidak tahu sms tersebut dari mana, karena pengirim tidak menyebut nama, dan sebelumnya  saya tidak memiliki nomor si pengirim. Permintaan ini menurut saya tidak lazim, sebab jarang orang meminta nasihat. Justru kebanyakan orang suka memberi nasihat, walau tidak diminta. Pada kenyataannya pula, orang tidak mudah menerima nasihat orang lain, walau dia salah. Saya tidak tahu, pesan di sms tersebut apakah dari orang yang mudah menerima nasihat atau yang Continue reading “Nasihatkan dengan Bertanya”

Pertolongan Indah yang tidak Kita Duga

Sambil terengah-engah bernafas melalui mulut, dua boca berlari karena takut terlambat sampai di kelas. Mereka memacu langkah kakinya sekuat yang mereka bisa agar tiba di ruang kelas sebelum guru masuk. Keduanya membayangkan wajah guru dan hukuman yang akan diterimanya jika “keduluan” guru berdiri di pintu kelas. Saat sedang semangatnya berlari, salah satu bocah memegang tangan temannya sambil menarik:”Stop….Kita berhenti dulu untuk berdoa”, pintanya. Continue reading “Pertolongan Indah yang tidak Kita Duga”