Mahasiswa Berwirausaha?, Mengapa Tidak!

Menjadi pengusaha merupakan alternatif pilihan yang tepat. Paling tidak, dengan berwirausaha berarti menyediakan lapangan kerja bagi diri sendiri tidak perlu bergantung kepada orang lain dan apabila usahanya semakin maju akan membuka lapangan kerja bagi orang lain. Kampus merupakan sumber ilmu pengetahuan dan teknologi dan menjadikan kampus sebagai tempat menempa diri sendiri serta meningkatkan skill. Kampus memberikan Peluang menguasai bidang ilmu yang dapat mendukung usaha. Pengembangan kemampuan intelektual, keterampilan dan kreativitas sangat diperlukan, sehingga mereka mempunyai keyakinan diri besar, mampu mandiri dan selalu berupaya meningkatkan etos kerja yang selanjutnya mereka dapat memperoleh kesempatan kerja atau membuka usaha sendiri (wirausaha). Begitu juga dengan STIE-MCE yang biasa orang menyebutnya kampus ABM, mulai tahun 2008 dengan program mata kuliah kewirausahannya membuat terobosan sekaligus memberikan apresiasi kepada mahasiswa untuk menekuni wirausaha sambil kuliah. Salah satunya dengan menyediakan fasilitas kampus tepatnya di bawah tower sebagai stand produk, agar mereka dapat memamerkan karyanya untuk ditawarkan ke konsumen.

Selain sebagai ajang untuk memamerkan produk para calon wirausahawan muda, pendirian stand tersebut juga diharapkan dapat menimbulkan dampak bagi penularan animo berwirausaha bagi mahasiswa STIE-MCE. Penyediaan fasilitas untuk pagelaran produk mahasiswa diharapkan dapat memicu minat berwirausaha serta memberikan inspirasi bagi mahasiswa lain agar memiliki orientasi wirausaha mandiri.

Pagelaran produk bagi mahasiswa tidak hanya dilakukan di lingkungan kampus saja, dengan kata lain hanya di kandang sendiri saja, tetapi juga dilakukan di luar kampus seperti di Pasar Tugu, Taman Krida Budaya dan di tempat-tempat lain yang telah dipilih oleh mahasiswa. Bagi mahasiswa yang usahanya sudah berjalan, lokasi di tempat usaha tersebut. Dosen…..dalam hal ini dosen kewirausahaan, tinggal memantau aja, yang selanjutnya mahasiswa melaporkan kemajuannya dan mengevaluasi bersama-sama antara dosen dan mahasiswa. Mahasiswa diharuskan untuk melaporkan kondisi yang sebenar-benarnya dari hasil pagelaran, tanpa menambah atau mengurangi, meskipun dari hasil penjualan produk ternyata memperoleh kerugian. Dalam laporan  mahasiswa juga mencantumkan kendala-kendala di lapangan, dengan sendirinya mereka akan faham akan potensi yang dimiliki, peluang dan persaingan. Sehingga dengan proses, akan terbentuk wirausaha-wirausaha muda yang tahan banting, dan pandai memanfaatkan peluang.