“Menuju Sukses dan Bahagia ”

Sering kesuksesan seseorang di identik kan dengan profesi dan karir yang dimiliki. Maka bukan hal yang aneh bila setiap kita mendambakan memiliki profesi dan karir yang sukses sebagai pakaian yang melekat untuk menunjukkan level dan strata sosial kita ditengah lingkungan dan mata masyarakat. Tetapi bagi sebagian orang kadang justru sebaliknya  bahwa karir yang sukses bukanlah ukuran untuk menjadikan dirinya bahagia. Apalah artinya karir yang sukses, sementara di tempat kerja ternyata tak pernah ada kata bahagia yang dirasakan, demikian pula setiba di rumah hanya  ada rasa hambar dan capek saja, entahlah ‘bahagia’ sedang sembunyi dimana.  Bila demikian apakah bisa dikatakan bahwa karir yang sukses tidak menjamin orang merasa hidupnya bahagia???   Mungkin bila kita miliki ‘bahagia’ di tempat kerja dan juga di rumah atau dimana saja kita berada, maka kita bisa dikatakan sebagai orang yang paling beruntung di dunia dan sebaliknya bila tak ada keseimbangan antara karir dan keluarga mungkin kita akan merasakan ada sesuatu yang kurang lengkap dalam hidup ini.


Adalah seorang sahabatku, sebut aja Yopianto namanya. Dia adalah seorang businessman handal dan bertangan dingin, setiap bisnis yang dikelola selalu sukses dan bahkan telah meramba sampai ke kota metropolitan, Jakarta. Tak sedikit rekan bisnisnya  menyegani reputasinya dan sering menjulukinya sebagai ‘si tangan dingin dan si hoki’. Uang tak lagi terukur sebagai imbangan kata sukses yang di raihnya. Tapi sayang nya dia selalu merasakan ada sesuatu yang  kurang dalam hidupnya.  Betapa tidak, dia  memiliki  waktu yang sangat terbatas untuk sekedar berkomunikasi dengan istri dan anak-anaknya, karena hampir seluruh waktunya hanya untuk kerja, kerja dan kerja. Meski katanya semua perjuangan hasil kerjanya untuk kebahagiaan anak, istrinya dan keluarganya.
Lain masalah dengan Mirna, dia dulu mahasiswa saya di salah satu perguruan tinggi swasta di salah satu kota di Jawa Timur dan kemudian melanjutkan studinya ke luar negeri. Tapi setelah dia menyelesaikan studinya justru kebingungan menentukan pilihan karirnya. Memang, perkuliahan yang dia lakoni selama ini semuanya adalah inisiatif dan dorongan  dari orangtuanya, yang menginginkan dia menjadi seorang ‘financial planner’. Namun dalam hati kecilnya sebenarnya dia merasa tidak berminat dan tidak tertarik untuk menggeluti pekerjaan  di bidang keuangan. Jiwa seni yang melekat pada dirinya mendorong kuat keinginannya untuk menjadi seorang pelukis, katanya bahwa melukis itu adalah passion dalam hidupnya. Kegelisahannya menjadi-jadi untuk bisa memutuskan dari antara dua pilihan:  apakah dia harus mengikuti kata hati nuraninya untuk mengapresiasikan siapa dirinya atau memenuhi harapan dan keinginan orangtua untuk membahagiakan mereka yang telah berjuang keras selama hidupnya.

Apa yang kita targetkan dalam hidup kita?
Kalau kita melihat hidup ini sebagai anugerah maka tentunya kita  akan memelihara dan menjaganya dengan sepenuh hati. Bila kita mau sadar, bahwa kita dihadirkan didunia ini untuk bisa mengembangkan apa yang telah dan pernah kita dapatkan dan bukan hanya kiling time tanpa arti. Terlepas  apa posisi karir dan profesi yang kita punyai dan atau bertumpuknya uang yang kita bisa dapatkan dan miliki, Alhamdulillah….lkita masih miliki kesempatan untuk mengabadikan hidup kita lebih bermakna baik untuk diri sendiri terlebih bisa kita berikan untuk orang lain.
Kadang kita merasa tidak yakin, apa sebenarnya tujuan hidup kita. Jalan aja dari detik ke detik, jam, hari bulan dan tahun hingga kini. Sebenarnya tujuan hidup itu bisa buat kita miliki gairah dan semangat dalam berkarya dan berkreasi dalam mengembangkan diri kita. Setidaknya tujuan hidup kita bisa juga memudahkan kita untuk merencanakan atau merancang langkah kita, yang sesuai dengan kepribadian, kemampuan dan bakat yang ada dalam diri, tata nilai yang kita yakini sebagai prinsip hidup kita dan kepuasan yang jadi ukuran kita.
Tujuan hidup sebenarnya bukanlah sesuatu yang abstrak. Kita bisa mengapresiasikan apa yang menjadi tujuan hidup kita melalui macam aktivitas yang kita jalani dan lakukan, dan itu secara tak langsung mencerminkan apa yang menjadi focus kita pada hal-hal yang kita ingin capai. Misalnya aktivitas kita dalam jalani karir, membangun keluarga, memelihara kesehatan, mengembangkan hobby, menjalankan perilaku spiritual atau agama yang kita yakini dan bagaimana kita mengembangkan diri dan kepribadian. Tentukan apa yang kita inginkan dari tiap aktivitas tersebut, kemudian kita akan menjadi lebih cerdas dalam merancang dan menjalani hidup ini. Itu yang bisa saya rasakan dalam jalani hidup ini
Tujuan Karir
Menentukan tujuan karir merupakan awal dari kebahagiaan kita dalam bekerja. Langkah awal, kita perlu tanyakan pada diri kita, apa sebenarnya alasan kita bekerja dan karir apa yang kita ingin miliki. Ini penting untuk bisa kita pakai sebagai arah menuju tujuan karir yang kita bangun. Mungkin kita perlu menyusun serangkaian pertanyaan sebelum kita merencanakan pilihan karir yang akan kita raih, sebagai contoh seperti pertanyaan berikut, yang bisa kita jawab sendiri:
•    Apa alasan kita memilih satu jenis pekerjaan? Apakah itu sesuai dengan latar belakang pendidikan, bakat, minat, atau keinginan orang tua.
•    Apa yang  ingin dapatkan dari karir kita? Apakah itu uang, jabatan, wewenang, atau aktualisasi diri.
•    Apa yang menjadi prioritas dari pekerjaan kita? Apakah itu gaji yang besar, lokasi dan lingkungan kerja yang lita rasakan nyaman, atau waktu yang fleksibel.
•    Berapa banyak waktu yang ingin  kita gunakan untuk bekerja? Apakah kita ingin punya waktu berlibur? Bagaimana kita mengatur waktu dengan keluarga dan teman-teman?
Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi, kita setidaknya  sedikit mengetahui apa yang menjadi tahu apa sebenarnya motivasi kita bekerja. Tujuan kitapun akan menjadi lebih jelas dan kita bisa mengukur seberapa besar kebahagiaan yang bisa kita rasakan dari karir yang telah kita pilih sebagai profesi.
Dari antara kita di anugerahkan karakteristik yang berbeda, lengkap dengan kelebihan, kekurangan dan keunikannya. Untuk itu kita perlu bijak menyikapi diri sendiri dan menghargainya setinggi langit, karena kita adalah satu pribadi yang utuh seperti yang ada dan bisa kita rasakan sekarang ini. Kekurangan dan keterbatasan yang adapada diri kita, marilah kita jadikan sebagai inspirasi untuk terus mau mengembangkan diri kita menjadi lebih sempurna dan istimewa di mata Allah SWT, keluarga, dan orang-orang sekitar kita.
Bisa merasakan bahwa hidup kita bahagia dan sukses berkarir tidak lepas dari penghargaan terhadap siapa diri Anda dan apa yang sudah Anda lakukan dalam hidup ini.
Tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa diri kita  merupakan orang yang paling istimewa dalam hidup ini. Ini bukan sebagai ungkapan yang egosentris atau ‘narsis’ tapi karna sumber kebahagiaan itu hakikinya ada pada diri kita sendiri bukan pada orang lain atau berasal dari orang lain. Kita bisa menjadi semakin kreatif untuk merencanakan hidup dengan kesadaran dan kebijakan penuh terhadapkekurangan, kelebihan dan  keunikan serta potensi yang kita miliki. Bila kita seorang pelukis dan lukisan itu kita hasilkan sendiri kita yakini bagus dan bisa mengekspresikan apa yang kita mau. Maka keyakinan itulah yang mampu memberikan energi, fokus dan kepercayaan diri. Terlepas dari kondisi apapun yang kita alami saat ini, kita selalu memiliki kesempatan untuk mengembangkan hidup sesuai dengan tujuan yang ingin kita raih dan capai.
Artinya bahwa sukses yang sandang bisa berikan rasa bahagia, ukurannya adalah keseimbangan yang bisa kita tata antara tujuan apa yang ingin kita capai dalam pekerjaan dan keluarga kita. Dan bahagia itu terukur dari dalam diri kita, sejauh mana dan bagaimana kita menyikapi setiap event yang datang di hadapan kitabaik itu yang terkait dengan pekerjaan ataupun suasana dalam melakukan perkerjaan itu sendiri.
Tulisan ini saya dedikasikan untuk anak-anakku yang baru diwisuda kemarin 8 Oktober 2011, minimal dalam memilih karir nya bisa memberikan rasa bahagia dan membangun sukses…..
Congratulation…….

4 thoughts on ““Menuju Sukses dan Bahagia ””

  1. ehhhhh….aq salah reply….sing maut emang yang atas ….hikhikhikhik..
    nurut aq ko yo biasa ae to Na…justru aq semangat liat postingan kmu tuh…..
    tq yo apresiasine…

  2. naa.. kalo mama semangat baca postinganku, sekali-kali kasih comment donk di blog-ku.. siapa tau kita bisa sharing.. ku tunggu yaa…

Comments are closed.