MELANGKAH KE RUMAH MU… (Juni,13,2011)

Labbaika Allahumma labbaik,,,labbaika la syarika laka labbaik…innal-Hamda wan-ni’mata laka wal-muka la syarika lak……..

“Aku datang memenuhi panggilanMu Ya Allah… aku datang memenuhi panggilanMu tidak ada sekutu bagiMu, aku datang memenuhi panggilanMu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan adalah milikMu, tidak ada sekutu bagiMu”………

Bacaan Talbiyah ini  menggema dalam hati sanubariku  dan menggerakkan bibirku…
Tak henti  aku melavaskannya, begitu pula air mataku bergulir ikut menyuarakan dan melukis apa yang ada dalam hatiku…penuh dengan rasa haru, bahagia, harapan, takjub, kadang juga rasa tidak percaya, benarkah apa semua yang kulihat, kudengar dan kurasakan ini???….Subbbehannalllahhhh ….bila Engkau telah berkehendak, maka yang terasa tak mungkin menjadi sangat mungkin.
Aku diberikan lagi kesempatan datang ke rumah Allah…..
Tak pernah juga terlintas dalam benakku sebelumnya, bahwa kesempatan ini datang lagi …
Bila kalian tahu….aku merasa bahwa kesempatan ini adalah wujud rasa sayang dan jawaban yang diberikan Allah padaku…. Mungkin ini terkesan berlebihan dalam persepsi kalian dan pastinya kalian akan berkata  ”lebayyyyyy ahhh …..emang loe siapa???? ”. Tapi memang begitu adanya yang kurasakan sebagai “pengalaman religius dalam hidupku” tentang KUASA ALLAH DAN BILA ALLAH BERKEHENDAK….

Berawal dari gelombang ujian yang begitu dahsyat datang menghamtam dan menggoncang percaya diriku pada hidup ini …. disana aku mulai lunglai, lemah dan bahkan aku telah kehilangan semangat dan percaya diriku untuk melanjutkan langkah” ku. Bahkan aku telah pasrah tanpa daya….dan saat itu aku menulis “Bolehkah aku “ kerumahMU” yang aku tulis di blog dan akunku Maret,03,2011….
2 pekan kemudian ananda menyapaku dan menyampaikan ajakannya untuk bersamanya dan keluarga lainnya datang ke rumah Allah…..Subbehanalllahhh.. aku ternganga dan seakan tak mampu berucap untuk menjawab ajakan itu….saat itu aku benar” tak mampu berkata-kata, hanya Alhamdulilllahhhhh…dan sujud syukur atas apa yang aku dengar, , , aku menangis tak henti seakan aku sedang bergelayut di kakiNYA tuk ucapkan terimakasih….Engkau sungguh menyayangiku dan benar” menjawab semua tanyaku, memberi semua pintaku, memeluk dikala dukaku…Ya Alllahhhh…Ya Robbbyyyyy…sementara aku masih sering sekali melalaikanMu …ampunilah aku ..hambamu yang hina ini…..
Aku mulai mengatur nafas dan semangatku, menanamkan harapanku semoga perjalanan nanti membawa hikmah yang dalam untuk semuanya, , , , , untuk perjalanan anak”ku ke depan dan juga aku dan keluargaku….

13 Juni 2011, hari itu telah datang…. penuh bahagia dan haru, kami melangkah ke rumah Allahhh….takbir dan talbiyah mengiringi setiap langkah”ku….
Singkat cerita, aku telah sampai di Madinah…sujud syukurku tak lupa kulakukan. Aku berada di Masjid Nabawi yang indah dan cantik. Setiap nafas doa dan sholatku seakan aku lakukan bersama dengan Rasullullahhhh…dekat, lekat dan damai…..
Menginjak hari ke 3, aku melanjutkan perjalanan ke Mecca. Sepanjang jalan tak henti ustadz pembimbing menceritakan kisah” perjalanan dan perjuangan Rasulllullahh beserta sahabat” beliau…
Kulepaskan pandangannu lewat jendela bis yang kutumpangi, sepanjang mataku memandang sepanjang itu pula hamparan tanah gersang, bukit dan gunung” berbatu, tak tampak sedikitpun hijau dedaunan menghiasinya.
Melayang anganku…betapa keras perjuangan Nabi dan para sahabat waktu itu, tanpa sarana transportasi seperti sekarang ini….hanya dengan onta di pandang tandus, bukit dan gunung” berbatu, pasti sulit air dan makanan…..mengalir airmata ini tapi makin menambah keteguhan dan kecintaanku pada Rasullullahh beserta sahabat” beliau…

Dan beberapa saat kemudian, kami harus turun melakukan Miqat di Bir Ally. Disinilah kami harus mengganti pakaian. Mengapa demikian? Ternyata ‘pakaian’ yang menutupi diri dan watak kita manusia, dengan kata lain seseorang tidak mengenakan pakaian tetapi pakaianlah yang menutupi diri kita. Pakaian melambangkan pola, profesi, status dan perbedaan. Pakaian menciptakan ‘batas’ palsu yang menyebabkan perpecahan dari antara ummat manusia, yang melahirkan diskriminasi. Dan itu yangmenumbuhkan konsep ‘aku’, bukan ‘kami/kita’.
‘Aku’ yang menonjolkan rasku, kelasku, statusku, kelompokku, kedudukanku, keluargaku, nilai-nilaiku dan bukan ‘aku’ sebagai manusia.

Kini lepaskan pakaian dan tinggalkan di Miqat, kenakan kain kafan. Sehelai kain putih sederhana dan itu sama seperti yang dikenakan orang lain.
“Jangan tinggi hati, karena engkau disini bukan berkunjung pada seorang manusia, tetapi hendaklah engkau berendah hati, karena engkau akan mengunjungi Allah. Hendaklah engkau menjadi manusia yang menyadari kefanaan NYA atau menjadi seorang manusia fana yang menyadari eksistensinya”. Ini merupakan sebuah pergerakan manusia yang bertekad kembali kepada Allah, segala keakuan dan kecenderungan mementingkan diri sendiri terkubur di Miqat dan dalam keadaan berihram…lupakan segala sesuatu yang mengingatkan engkau pada kehidupanmu. Dan sholat sunnah Ihram pun kulakukan untuk bener” aku menanggalkan semua identitas yang ada pada diriku…..zikir, takbir dan talbiayah tak henti aku kumandangkan dalam hati ku.

Akhirnya…aku kembali dihadirkan di rumah Allah….Masjidil Haram…pelan dan dengan langkah pasrah penuh harap aku menapak memasuki pintu King Abdul Aziz dan…subbehanallahhhh… kulihat kembali keagungan Ka’bah di depanku….dan akupun memanjatkan doaku……….

“Allahumma zid hazal-baita tasrifan wa ta’ziman wa ta’riman wa mahabatan. Wa zid man syarrafahu wa’azzamahu wa karramahu mimman hajjahu awi’tama-rahu tasrifan wata’ziman wa ta’riman wa birran”

“Ya Allah tambahkan kemuliaan, keagungan, kehormatan dan wibawa pada Bait (ka’bah) ini. Dan tambahkan pula kepada orang yang memuliakan, mengagungkan dan menghormatinya diantara mereka yang berhaji atau berumrah dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan dan kebaikan”

Berikutnya bersama dengan yang lain, akupun memulai ber thawaf mengelilingi  Ka’bah sebagai ritual awal keabsahan umrah dan setelah itu dilanjutkan dengan ber sa’i..
Ketika melakukan thawaf kita tidak bisa berhenti di sisi Ka’bah. Kita haru mencebur dan hilang, hanyut dan tenggelam di tengah gelombang lautan manusia, disana semuanya serba putih tak ada perbedaan dan kelebihan pribadi, yang ada adalah totalitas. Disana kita benar” diajarkan untuk membuktikan diri kita, menunjukkan eksistensi dan untuk menjadi abadi dan harus membuang sifat yang mementingkan diri sendiri…. ( begitu yang aku kutip dari Dr Ali Syariati).

Ka’bah merupakan satu bentuk yang sangat sederhana, tanpa desain dan arsitektur. Hanya sebentuk batu hitam dari ‘Ajun’ (bukit-bukit di dekat kota Mecca) yang disusun berlapis-lapis. Mengapa Ka’bah sedemikian sederhana tanpa warna warni dan ornament?  Karena Allah yang ‘Akbar’ tidak memiliki bentuk dan warna, dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai NYA. Tidak pola atau visualisasi Allah yang mesti diimajinasikan oleh kita manusia untuk memberikan gambaran tentang Allah…karena Allah Maha Kuasa dan mutlak….
Walaupu Ka’bah tak memiliki arah ( dan berbentuk kubus dengan 6 sisi ) tetapi dengan menghadapnya ketika sholat, sesungguhnya kita menghadap pada Allah dan dalam waktu yang bersamaan kita menghadap ke segala arah.
“Timur dan Barat adalah kepunyaan Allah, kemanapun engkau menghadap sesungguhnya engkap menghadap Allah”…….. ( Al Qur’an, 2:115 )

Sungguhhh …ini benar” menjadi anugerah besar yang kudapatkan, yang tak ternilai dan tak mampu kulukiskan dengan kata”, hanya bisa kurasakan di dalam hati dan dalam darah yang mengaliri seluruh tubuhku. Aku berharap…. semua ini bisa membawa aku semakin ‘Sidiq’/baik di sisa usiaku ini.  Masih banyak hikmah yang bisa aku petik selama perjalanan umrahku dan itu hanya bisa aku rasakan dan akan aku jadikan pelajaran, minimal untuk diriku sendiri….. untuk semakin meneguhkan iman dan takwa ku pada Allah dan Rasullulllahhh…
Aku mendapatkan pencerahan dan rasa bahagia yang luar biasa,
Ya Allahh jangan lah EngKau pinta kembali terlalu cepat kebahagiaan yang telah Engkau berikan ini sampai menjelang waktuku….
Love you…

Itulah sedikit cerita bahagia perjalananku “Melangkah Ke Rumah Allah”…
Aku juga kirimkan doa agar kalian semua sahabatku, temanku, atau sahabat pembaca mendapat signal dariNYA untuk mendapatkan kesempatan yang sama dengan diriku, berkunjung ke rumah Allahhhh……
Amiiieeennnnnn………….. Ya Robbalaallaminnnnnn….
:*

6 thoughts on “MELANGKAH KE RUMAH MU… (Juni,13,2011)”

  1. a perfect posting… Ma-ntik, aku terharu dan merinding membaca artikel ini.. Semoga mama dapat memulai kehidupan di lembar yang baru.. Dan diberi rohmah dan hidayahNya bagi keluarga besar Mama.. Semoga aku dan suami juga dapat mendatangi rumah Allah beberapa tahun ke depan.. (nanti aku berguru ke Mama ya, hehehe..). Mama juga sudah ada kemajuan pesat dalam membuat blog, sekarang blognya sudah cantiiiikkk… Salam untuk keluarga ya, semoga tercapai apa yang didoakan sewaktu di Mekkah kemaren..

  2. hmmmm…thankyu apresiasimu Na….InsyaAllah aq ikut doain spy kalian bisa datang juga ke rumah Allah..
    Thankyu juga untuk doamu pd ku n fam…amiennn smg Allah mengijabah doamu untuk ku n fam..
    n amiennnnn….smg semua doaku diijabah oleh Allah…
    Salam juga bwt kamu n fam…
    tapi oleolenya ga prestise yooo…maaf…

  3. waaahhh… aku gak ngeliat fisiknya ma.. aku sangat apresiasi dengan perhatian mama dan masih ingat aku.. tengkiu bangetttt… nilainya tinggi banget ma..

  4. wah.. aku gak ngeliat fisiknya ma.. aku malah sangat apresiasi dengan perhatian mama dan masih inget aku. tengkiu banget yaa.. nilainya tinggi banget buat aku.

Comments are closed.