To put some content here, go to Site Admin -> Appearance/Presentation -> Widgets -> Select "Left Sidebar" -> Click "Show" -> Click on "Add" on one of the widgets on the left side -> Click "Save changes" -> Done

” Membangun Kepercayaan Baru”

“Masalah akan berlalu ….seiring berjalannya waktu”…” Everything so must go on….”

Ini kalimat yang sering terdengar ditelinga kita sebagai nasehat atau kita perdengarkan kebanyak orang, untuk sekedar mengalihkan “rasa tak nyaman…rasa tertekan…rasa galau dan rasa-rasa lain yang senada.

Tapi apakah kalimat itu memang benar adanya???

 

Anda meyakini kebenaran kalimat itu???

Uuulalaaaa…… ( ngutip bahasanya Sahrini nie… )

Tapi hati dan pikiran ku tidak mempercayainya.

Kadang ada beberapa masalah yang memang tidak bisa diselesaikan seketika, kelar dan tuntas dengan sekejap waktu, tapi ada juga yang butuh waktu lebih lama penyelesaian nya. Dan itu bukan berarti pada rentang waktu itu kita terus berdiam diri, merenung,  bersemedi hati dan menyerahkan pada  alam semesta ini untuk membereskan nya.

Masalah harus dihadapi dan diselesaikan dan butuh  keberanian untuk menghadapi  MASALAH itu. Menurutku ini semacam hukum alam yang berlaku di manapun di seantero bumi ini.

Masalah yang selalu kita simpan dan timbun atau bahkan kita siapkan “lemari” untuk menyimpan nya, akan semakin membuat kita tidak merasakan ketidak tentraman  dan tak ada kedamaian dalam menjalani hidup ini. Karena cepat atau lambat, semua itu ibarat BOM waktu yang siap meledak karena kita tidak tahan lagi pegangi pelatuknya dekat kuat dan semua isi lemari akan berhamburan.

Hati dan pikiran kita bukan seperti “ lemari” dan atau seperti kantong Doraemon yang amazing bisa menampung apa saja yang kita simpan dan dalam jangka waktku yang sangat sangat panjang dan atau bahkan until we die . Hmmm….aku yakin dan bisa rasakan bahwa kecenderungan untuk mendiamkan dan menumpuk masalah dalam “lemari” justru bisa menjadi biang kericuhan dalam relationship kita. Entah itu hubungan pertemanan, hubungan keluarga, hubungan suami – istri dan atau hubungan dengan kekasih.

Sebagai individu sering aku cenderung bersikap seperti itu, yaitu membiarkan masalah yang terjadi tanpa penyelesaian secara tuntas dan mengalah untuk meredam dan berfikir….pelahan- lahan  akan terbuka dengan sendirinya dan dari sana akan didapat solusinya.  Tapi semua itu SALAH besar… Yang ada hanya ada rasa sakit, tertekan, terdesak dan berontak dan…..Duuuuaaarrrr!!!….menjadi tak terkendali. (ini hasil belajar dari pengalaman yang aku lewati dan jalani)

Mungkin Anda  berbeda …dan masing-masing kita memang miliki perbedaaan pada “tingkat kecenderungan yang kita miliki”. Beberapa diantara memiliki tingkat kecenderungan yang lebih rendah dan banyak berusaha untuk secepatnya menghadapi masalah-masalah yang tertunda.

Tetapi beberapa yang lain mungkin berada pada zona penyangkalan terus-menerus dan merasa tidak ada yang perlu untuk dihadapi dan berusaha menghibur dan mengalihkan masalah nya.

Seperti juga diriku…. jujur bahwa aku tidak bisa meletakkan orang lain dalam posisi salah, bila mereka berada pada zona penyangkalan dan berusaha mengalihkan masalahnya. Karena dari awal telah ditanamkan pada diri kita tentang nilai-nilai bertoleransi, mau berkorban untuk orang lain, memposisikan untuk bisa saling melengkapi dan bahkan juga ditanamkan bahwa kita saling membutuhkan dalam hidup ini.

Hal itu bisa aku benarkan, dan itu memang mejadi bagian dari peran kita sebagai makluk sosial. Ada 2 kecenderung yang biasa kita lakukan untuk menyikapi datang nya masalah;

Mungkin yang pertama ini agak konyol , bila kemudian hal itu menjadikan kita merasa sangat tergantung dan takut kehilangan seseorang dan atau takut ditinggalkan seseorang sehingga kita merasa menjadi sosok yang tidak sempurna. Dan ujung-ujung nya,setiap jengkal nafasnya dia akan berusaha untuk menyenangkan orang lain agar keberadaan nya bisa dirasa sempurna, meskipun apa yang dilakukan sebenarnya menyakiti diri sendiri. Mereka takut untuk menghadapi masalah,karena mereka yakin dengan menghadapi masalah tersebut justru akan membuat hubungan yang terjalin menjadi hancur berantakan. (“Bener aja … aku memang tolol. Biarkan aja wess….ga perlu untuk dibahas lagi, toh nanti akan mereda sendiri”)….tapi dalam hatinya  masih dipenuhi dengan prasangka….

Yang kedua, kita terus menjadi penyangkal kelas wahid bahwa kita tidak butuh orang lain karena rasa atakut akan ketidaksempurnaan. Mereka akan berusaha keras untuk membuktikan bahwa  mereka SANGAT sempurna tanpa orang lain dalam hidupnya. Mereka selalu berhasil menggali sisi buruk dari orang lain dan selalu juara juga dalam menyalahkan orang lain ketika ada masalah yang terjadi. Setiap ada masalah, itu pasti karena orang lain dan bukan karena dirinya. (“Hmmm… semua masalah bersumber dari dia….dasar makluk sial, sumber masalah …. Udah EGP (emang Gue pikirin) aja! Aku bahagia hidup dalam dunia ku sendiri. Aku ga butuh orang lain karena aku terlalu sempurna untuk mereka. Aku bisa mewarnai dunia”)

Kedua sikap yang aku ilustrasikan, sebenarnya bisa menjadi gambaran kecenderungan emosi yang ada dalam diri kita , dan kedua nya mencerminkan balutan RASA KETAKUTAN kita. Terlepas Anda setuju or not dengan ungkapan ku ini. Bagiku ini stimuli, untuk aku bisa sharing bahwa tak ada yang tak bisa dirubah menjadi lebih baik, menjadi lebih bijak dan menjadi mendekati yang sempurna.

Kerasnya hati bukan cermin kuatnya kepribadian, kemandirian , keteguhan, ketabahan dan atau menjadikan kita as the Winner….justru akan menjadi sumber awal dari kehancuran hubungan yang kita jalin. Ironis memang……but it’s a real fact that we must live and be able to faced.Tinggal apa pilihan kita dan bagaimana kita memilih sikap terhadap setiap masalah yang lewat dalam perjalanan hidup ini.  Apakah masih ingin dengan kekerasan hati, ketakutan, kesempurnaan atau kita mau belajar berubah menghadapi dan menyelesaikan setiap masalah dengan CINTA….????   Akupun mulai belajar mengatasi segala sesuatu yang hadir dengan CINTA, belajar IKHLAS, belajar Mencintai Ketidaksempurnaan.

NO BODY’S PERFECT ……akupun tak ingin meraih kesempuranaan cukup “kesemprulan“…(hehehhehehe …ngutip kata” hostnya INBOX),  karena hanya DIA yang miliki kesempurnaan. Aku hanya berusaha menjadi sempurna dari segala ketidaksempurnaan yang ada dalam diriku dan aku akan selalu belajar dari ketidaksempurnaan ku.

Deep Appologozed …… if you do not agree with the opinions that I write.

Just to share my experiences and learning about building confidence with LOVE, PEACE and trying to perfect in imperfection ….

“I was perfect with all the imperfections”

“KISAH DUA HATI”

 

 

 

 

 

 

 

 

Ternyata tak selamanya, apa yang tampak indah dalam pandangan kita dirasakan sebagai keindahan pula oleh obyek yang kita pandang. Dan sebaliknya sering kita merasa bahwa diri kita tak berarti karna tak miliki keindahan seperti yang lain. Dan menginginkan menjadi seperti yang lain, sehingga melalikan segala apa yang kita miliki sebagai kekuatan.Ungkapan ini ingin aku ilustrasikan dalam satu kisah antara bunga mawar dan rumpun bambu.

Semua kita tentu sangat menyukai keindahan bentuk dan warna dari bunga mawar, sehingga sering dipakai sebagai simbol kecantikan seorang wanita…”bibirmu merekah seperti bunga mawar merah” . Bila kita sedang berada di taman dan disana tumbuh bunga mawar yang berwarna warni serta menyebarkan semerbak wanginya, tak henti kita mengagumi dan memuji keindahan nya. Bahkan segera kita ingin berpose dan berfoto di sekitar mawar-mawar itu. Dan segala moment bahagia yang akan kita lewati , seperti birthday, wedding, to say Love You, Valentine day  yang kita cari adalah mawar….sebagai simbol “LOVE”  untuk kita persembahkan.

Sementara, bila kita sedang berjalan di sepanjang rumpun bambu. Pernahkan kita sibuk untuk mengagumi dan memuji keberadaan nya? Lalu sibuk untuk berpose dan berfoto diantara mereka? Kita pun melewatinya dengan “cuek” dan tak berikan perhatian apapun, apalagi berikan pujian dan mengungkapkan kekaguman akan keberadaan nya.

Dalam hati si Bambu…dia sangatlah cemburu dan iri terhadap keberadaan si Mawar . Mengapa tak ada orang yang berikan pujian padanya bahkan hanya sekedar untuk mendekati nya.

Dengan wajah dan suara sedih, dia menyapa si Mawar……

“Hai..Mawar, tahukah kamu?  Setiap kali aku melihatmu, aku selalu bertanya pada diriku, mengapa aku tak bisa sepertimu?. Bentuk dan warnamu sangat indah dan kamu bisa sebarkan semerbak wangi tubuhmu sehingga mampu mengundang banyak orang datang mendekati dan memujamu. Sementara tak satu pun dari antara mereka yang menengok padaku apalagi memujaku.

Mendengar sapaan seperti itu, si Mawar hanya membalas dengan senyumnya, dan dia berucap: “Terima kasih atas pujian yang tulus dan jujur itu.”  “Tapi perlu kamu tahu, bahwa sebenarnya justru aku merasa iri terhadapmu.

Kening si Bambu berkerut dan matanya berputar-putar, dia terkejut dan keheranan. Mengapa si Mawar mengatakan bahwa dia merasa iri padanya? Tak ada satupun dari dirinya yang menarik apalagi sarat dengan keindahan seperti si Mawar. ‘Anehh..apa yang kamu iri dari diriku?’,  dia bertanya pada si Mawar

“Aku memang merasa iri denganmu. Aku tak miliki batang sekuat dan sekokoh dirimu, sehingga bila hujan dan badai datang menerjang, kamu tetap mampu bertahan dan berdiri tegak, tak tergoyahkan. Sedangkan aku… sangatlah rapuh, sedikit saja angin menerpaku, kelopakku akan lepas, hidupkupun sangat singkat,orang menyukaiku pun hanya sesaat kala kelopak ku baru mekar, setelah itu mereka tak akan melihat ku lagi” ucapnya dengan nada sedih.

Si Bambu dalam hatinya mengiyakan, apa yang di ucapkan si Mawar bahwa memang dia lebih kuat dan itu yang membuat si Mawar mengaguminya. Dan dia pun berkata lagi, seakan tetap belum yakin akan apa yang telah dimilikinya. “ Tapi kamu yang lebih hebat…kamu selalu dicari orang, kamu selalu dipakai untuk mewarnai keindahan, kamu selalu disematkan pada tempat yang istimewa dan selalu menjadi hiasan.

Si Mawar pun tersenyum, “Benar semua yang kamu katakan , tapi itu hanya sesaat dan sedikit saja waktu ku, setelah itu aku akan layu dan akupun akan dibuang tanpa pernah ditengok lagi. Dan itu tak terjadi pada dirimu, kamu tetap kokoh.

“Aku makin bingung dan tak mengerti,” katanya dengan wajah bingung penuh tanya.

“Kamu itu yang luar biasa”, kata Mawar sembari acungkan jempolnya. Banyal orang sering memakai dirimu untuk berteduh dari terik panasnya mentari, mengalir kan air untuk sediakan air bersih sebagai sumber kehidupan orang-orang dan tanaman lain, termassuk diriku. Kamu lebih berguna dan lebih bisa berikan manfaat sedahsyat itu. Seharusnya kamu lebih miliki kebanggaan daripada aku dan harusnya kamu lebih bahagia, dan bukan seharusnya merasa iri padaku,”

Si  Bambu barulah sadar bahwa selama ini, dia telah banyak berikan manfaat untuk makluk yang lain. Walaupun pujian itu nyaris tak pernah di perolehnya,  bahwa sesungguhnya dia tidak kalah dengan si Mawar cantik yang selalu dipuji, disanjung dan dikagumi banyak orang. Sejak saat itu si Bambu tidak lagi merenungi kelemahannya, tapi dia terus membangun kelemahannya itu sebagai kekuatan agar dia bisa berikan manfaat yang untuk  makhluk yang lain.

Syukuri apa yang ada sebagai dirimu dan kekuatan mu agar kamu bisa berikan manfaat untuk orang lain dari pada kamu sibuk memupuk rasa iri dan dengki yang pelahan akan membunuh hatimu sendiri…..(Sherly …)

MENJADI PENGUASA pada diri sendiri …………

Tersakiti “  kata ini mungkin sekalinya pernah kita rasakan meskipun setiap kita kadarnya berbeda, entah itu oleh orang yang kita kenal, kawan, sahabat, pimpinan, dan bahkan oleh orang yang kita cintai….sementara kita tidak punya kesalahan yang beralasan pada mereka. Pernahkah pengalaman ini anda rasakan??  Yang jelas pertanyaan aku ini hanya dapat Anda rasakan dan kemudian anda sebentar flashback untuk mengingatnya.  Dari pengalaman perjalanan hidup aku, itu pernah aku rasakan dan bahkan frekwensinya rada sering. Gila kan??  Rasanya??.…bisa Anda bayangkan “sakit sekali”.  Di awal pengalaman itu hadir, aku belum kenal dengan keberadaan kata “cinta tanpa syarat”.  Memberi maaf dengan keikhlasan hati. Mendoakan?  Apa lagi…. berperilaku baik pada yang telah menyakiti, menghianati atau berbuat buruk pada kita?  Bulshitttt….nggak terlintas di otak ku.  Aku hanya punya 2 pilihan sikap. Nyerah atau Balas.  Dan yang luar biasa, aku selalu pilih yang ke 2…..BALAS DONG!!!!! Karena itu yang bisa mengapresiasikan rasa sakit ku dan bisa beri rasa PLOOONGG…..lega bisa balas dendam.

Continue reading MENJADI PENGUASA pada diri sendiri …………

“GAWAT…..”

Awas! Selingkuh Bisa Sebabkan Mr P Rusak
Berawal,  setelah membaca artikel ini, saya tertarik untuk men share ke blog ini, setidaknya memberikan wawasan baru bagi yang belum sempat membaca atau mengetahui bahayanya perselingkuhan….utamanya bagi kaum adam….

Continue reading “GAWAT…..”

“Menuju Sukses dan Bahagia ”

Sering kesuksesan seseorang di identik kan dengan profesi dan karir yang dimiliki. Maka bukan hal yang aneh bila setiap kita mendambakan memiliki profesi dan karir yang sukses sebagai pakaian yang melekat untuk menunjukkan level dan strata sosial kita ditengah lingkungan dan mata masyarakat. Tetapi bagi sebagian orang kadang justru sebaliknya  bahwa karir yang sukses bukanlah ukuran untuk menjadikan dirinya bahagia. Apalah artinya karir yang sukses, sementara di tempat kerja ternyata tak pernah ada kata bahagia yang dirasakan, demikian pula setiba di rumah hanya  ada rasa hambar dan capek saja, entahlah ‘bahagia’ sedang sembunyi dimana.  Bila demikian apakah bisa dikatakan bahwa karir yang sukses tidak menjamin orang merasa hidupnya bahagia???   Mungkin bila kita miliki ‘bahagia’ di tempat kerja dan juga di rumah atau dimana saja kita berada, maka kita bisa dikatakan sebagai orang yang paling beruntung di dunia dan sebaliknya bila tak ada keseimbangan antara karir dan keluarga mungkin kita akan merasakan ada sesuatu yang kurang lengkap dalam hidup ini.

Continue reading “Menuju Sukses dan Bahagia ”

CIPTAKAN KEGEMBIRAAN

Setiap kita pasti akan menemukan suasana hati yang silih berganti, kadang sukaria kadang pula sedih. Dan  tanpa kita sadari apapun yang terjadi dalam suasana hati kita akan terpancar lewat ekspresi dan gesture tubuh kita.  Ketika rasa sedih melanda suasana hati, yang pasti tampak seluruh tubuh kita segera menunjukkan ekspresinya seolah memancarkan apa yang sedang kita rasakan. Dada mengempis, mata tertunduk sayu, tak ada senyum tersungging dibibir,  jidat mengkerut dan wajah pun menjadi tak berbinar. Sebaliknya bila kita sedang dalam suasana sukaria, maka tubuh ini juga akan mengekspresikan suasana hati kita. Dada membusung, tatapan mata tampak cerah dan berbinar-binar, wajahpun tampak berseri-seri bak mentari di pagi hari.
Continue reading CIPTAKAN KEGEMBIRAAN

SUDAH MERDEKA KAH KAU PEREMPUAN?

Adakah yang belum banyak tahu bahwa tanggal 8 Maret ditetapkan sebagai Hari Perempuan Sedunia atau International Women’s Day. Dihari tersebut, perempuan di seluruh dunia memperingati perjuangan untuk mencapai kesetaraan baik dalam bidang politik, ekonomi, maupun sosial dan menjadi peluang untuk bertemu, menyatukan langkah, berjejaring, dan saling menguatkan dalam rangka membawa perubahan yang berarti bagi perempuan. Sering para laki-laki merasa ‘iri’….mengapa ada ‘hari perempuan’ dan tidak ada hari laki-laki, mengapa ada ‘hari ibu’ dan tidak ada hari bapak? Mengapa pertanyaan itu timbul dan mengapa mesti perempuan yang punya hari peringatan itu? Berangkat dari pertanyaan itu, mungkin karena perempuan sering melakukan rangkaian perjuangan karena sering merasakan dan mendapatkan perlakuan yang kurang setara dan seimbang hampir dalam seluruh aspek kehidupannya.
Continue reading SUDAH MERDEKA KAH KAU PEREMPUAN?

MELANGKAH KE RUMAH MU… (Juni,13,2011)

Labbaika Allahumma labbaik,,,labbaika la syarika laka labbaik…innal-Hamda wan-ni’mata laka wal-muka la syarika lak……..

“Aku datang memenuhi panggilanMu Ya Allah… aku datang memenuhi panggilanMu tidak ada sekutu bagiMu, aku datang memenuhi panggilanMu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan adalah milikMu, tidak ada sekutu bagiMu”………

Bacaan Talbiyah ini  menggema dalam hati sanubariku  dan menggerakkan bibirku…
Tak henti  aku melavaskannya, begitu pula air mataku bergulir ikut menyuarakan dan melukis apa yang ada dalam hatiku…penuh dengan rasa haru, bahagia, harapan, takjub, kadang juga rasa tidak percaya, benarkah apa semua yang kulihat, kudengar dan kurasakan ini???….Subbbehannalllahhhh ….bila Engkau telah berkehendak, maka yang terasa tak mungkin menjadi sangat mungkin.
Aku diberikan lagi kesempatan datang ke rumah Allah…..
Tak pernah juga terlintas dalam benakku sebelumnya, bahwa kesempatan ini datang lagi …
Bila kalian tahu….aku merasa bahwa kesempatan ini adalah wujud rasa sayang dan jawaban yang diberikan Allah padaku…. Mungkin ini terkesan berlebihan dalam persepsi kalian dan pastinya kalian akan berkata  ”lebayyyyyy ahhh …..emang loe siapa???? ”. Tapi memang begitu adanya yang kurasakan sebagai “pengalaman religius dalam hidupku” tentang KUASA ALLAH DAN BILA ALLAH BERKEHENDAK….
Continue reading MELANGKAH KE RUMAH MU… (Juni,13,2011)

SEBUAH INSPIRASI…………… BUDAYA ORGANISASI YANG FUN….

Setelah membaca…… sejenak aku merenung dan kemudian bertanya….
Mengapa yang miliki inspirasi pertama, kebanyakan berasal dari Negara  Barat…
Tapi tak apalah, itu artinya kita memang harus terus mencari dan belajar dari yang pertama dan yang telah berpengalaman.  Terkait dengan upaya membangun budaya organisasi, ternyata sudah banyak perusahaan di negara barat sana yang menerapkan  Budaya Organisasi yang Fun. Mereka membangun  lingkungan kerja menyenangkan dengan cara kerja yang bisa kita pandang tidak biasa. Meskipun  pada kenyataannya belum juga banyak  perusahaan yang bisa menerapkan, karena tidak semuanya mau, mampu dan bisa melakukannya dengan baik. Aku coba berikan gambaran, 2 perusahaan yang terkatagori  sukses  membangun  Budaya Organisasi  Fun ini…yaitu  Southwest dan ritel Best Buy. (Management file – Leadership & Corp. Culture)

Continue reading SEBUAH INSPIRASI…………… BUDAYA ORGANISASI YANG FUN….

MENGAPA HARUS BEGITU…….

Muncul tanda tanya dalam benak ku, yang itu berasal dari potongan-potongan peristiwa yang sempat dan pernah terdengar, terlihat, terbaca dan terasakan. Mengapa dalam dunia kerja harus muncul perilaku-perilaku yang tidak sehat seperti saling menjatuhkan, saling jilat, saling sikut atau bahkan tak segan menusuk dari depan atau belakang. Sementara dari antara mereka tak lain adalah rekanan, teman atau bahkan sahabat. Kadang aku merenung dan ingin memikirkannya ‘Mengapa Harus Begitu’ jalan pikiran mereka, tapi aku tak pernah mendapatkan jawabannya …..
Apa sebenarnya yang mereka mau dan inginkan atau yang lebih komplit lagi tujuan mereka…Hmmmmmssssss….sungguh amat susah dimengerti.
Apa yang mereka cari?? Kedudukan… kesempatankah atau apa??  Kalau hanya ingin meraih kedudukan, kesempatan atau apapun yang mereka mau dan inginkan, mengapa harus menyingkirkan rekan,teman atau sahabat sendiri……. gimana tohh rasanya?? Akupun nggak habis pikir, sampai ‘dhower’  belum kutemukan alasan yang tepat tentang semua itu.

Continue reading MENGAPA HARUS BEGITU…….