BEING MOMPRENEUR

Hari gini.. Jaman makin sulit. Segala makin mahal. Semuanya dibayar dengan uang.. Wanita berpenghasilan sudah menjadi kebutuhan untuk saat sekarang ini. Jangan salah.. Tidak harus bekerja full time di kantor. Dimanapun kita bisa berkegiatan yang dapat menghasilkan uang. Sekedar menambah jajan anak-anak atau menambah tabungan masa depan untuk keluarga.


Ketika sudah menjadi seorang ibu, terkadang sulit membagi waktu jika ibu sudah bekerja. Peran kita akan bertambah dan waktu untuk orang lain juga bertambah. Pada umumnya waktu bagi seorang ibu rumah tangga terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu :
1. Waktu untuk keluarga.
Kegiatan rutin yang dilakukan antara lain: menyusui, menyuapi makan, mempersiapkan keperluan sebelum anak berangkat sekolah dan suami kerja, memasak, mencuci, menyetrika, and so on.
2. Waktu untuk lingkungan sekitar.
Ibu pun perlu menyisihkan waktu untuk kegiatan di lingkungan sekitar seperti: arisan, silaturahim dengan tetangga, kerabat, sahabat, kerja bakti, dll.
3. Waktu untuk diri sendiri.
Atau bahasa kerennya “me time”. Seorang ibu perlu merefresh diri sendiri sejenak dan tidak diganggu oleh siapapun, atau mengevaluasi diri (termasuk juga beribadah).
4. Waktu untuk keperluan lain.
Mengantar anak berobat, takziah, jadwal mengikuti kegiatan sosial yang lain, dll.

Mompreneur merupakan gabungan dua kata : mommy (ibu) dan entrepreneur (wiraswasta). Jadi mompreneur adalah istilah bagi ibu rumah tangga  yang memiliki dan mengelola usaha sendiri.  Dengan menjadi mompreneur, ibu bisa menutupi kekurangan dalam perekonomian keluarga. Mereka mempunyai penghasilan sendiri sehingga tidak tergantung dengan suami dalam keinginan membeli barang-barang tertentu. Selain itu bisa membuat diri sendiri menjadi populer, memperluas pergaulan, serta menambah ilmu baru yang sebelumnya tidak tahu.

Di sisi lain, dengan seorang ibu rumah tangga bekerja, perlu pengorbanan ekstra seperti banyak mengeluarkan energi, pikiran, kesabaran, dan pengorbanan waktu. Ibu juga harus membagi perhatian antara mengurus anak dan mengelola bisnis. Serta terkadang menimbulkan perselisihan atau perbedaan pendapat dengan suami atau anggota keluarga lainnya jika tidak mendapat izin melakukan bisnis.

Banyak hal yang mendasari seorang ibu menjadi mompreneur. Pada umumnya, alasan-alasan tersebut dapat dikategorikan sebagai berikut :
1. Pilihan hidup jika ibu tersebut seorang single mom.
2. Usaha sampingan rumah tangga.
3. Mengembangkan hobi
4. Pengisi waktu kosong

Menjadi mompreneur jika ditekuni dan dilakukan secara positif dapat membantu potensi seorang ibu untuk berkembang. Ada dua hal yang dapat menjadi pemicu perkembangan potensi mompreneur yaitu : (1) Adanya tantangan. Munculnya tantangan dalam membangun usaha akan memicu seorang ibu untuk mengatasi tantangan tsb. Sehingga dapat membuka potensi-potensi baru yang selama ini terpendam; dan (2) Kebutuhan manusia. Karena sifat fleksibel dari entrepreneur maka usaha tersebut bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, termasuk di rumah. Dengan demikian seorang ibu rumah tangga pun dapat menjalankan bisnisnya tanpa harus mengesampingkan perannya sebagai ibu rumah tangg.
Sekian, semoga bermanfaat.

Rina Irawati
STIE Malangkucecwara Malang

* Disampaikan penulis dalam seminar Comdec (Community Development) 2014.