Era Digital : Kurikulum PT Dirombak

Pemerintah dan kalangan perguruan tinggi (PT) sepakat untuk segera mengubah kurikulum perkuliahan guna merespons perubahan teknologi digital dan online yang berkembang pesat. Reorientasi kurikulum ini mutlak dilakukan untuk mewujudkan Indonesia menjadi kekuatan baru di dunia.
Continue reading “Era Digital : Kurikulum PT Dirombak”

Pengembangan Diri dalam Karir

Setelah mahasiswa melakukan kuliah selama minimal 4 tahun, diharapkan dapat lulus tepat waktu menjadi sarjana untuk segera memperoleh pekerjaan. Baik di sektor formal maupun sektor informal. Setelah masuk dalam dunia kerja, maka target selanjutnya adalah dapat menjabat di suatu titik level karir tertentu, sesuai dengan bidang dan keahlian yang telah dimiliki. Hal inilah yang disebut dengan Pengembangan Karir (Career Development). Untuk memperoleh pengembangan karir, maka individu tersebut harus melakukan pengembangan diri (Self Development) terlebih dahulu.
Continue reading “Pengembangan Diri dalam Karir”

BEING MOMPRENEUR

Hari gini.. Jaman makin sulit. Segala makin mahal. Semuanya dibayar dengan uang.. Wanita berpenghasilan sudah menjadi kebutuhan untuk saat sekarang ini. Jangan salah.. Tidak harus bekerja full time di kantor. Dimanapun kita bisa berkegiatan yang dapat menghasilkan uang. Sekedar menambah jajan anak-anak atau menambah tabungan masa depan untuk keluarga.


Ketika sudah menjadi seorang ibu, terkadang sulit membagi waktu jika ibu sudah bekerja. Peran kita akan bertambah dan waktu untuk orang lain juga bertambah. Pada umumnya waktu bagi seorang ibu rumah tangga terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu :
1. Waktu untuk keluarga.
Kegiatan rutin yang dilakukan antara lain: menyusui, menyuapi makan, mempersiapkan keperluan sebelum anak berangkat sekolah dan suami kerja, memasak, mencuci, menyetrika, and so on.
2. Waktu untuk lingkungan sekitar.
Ibu pun perlu menyisihkan waktu untuk kegiatan di lingkungan sekitar seperti: arisan, silaturahim dengan tetangga, kerabat, sahabat, kerja bakti, dll.
3. Waktu untuk diri sendiri.
Atau bahasa kerennya “me time”. Seorang ibu perlu merefresh diri sendiri sejenak dan tidak diganggu oleh siapapun, atau mengevaluasi diri (termasuk juga beribadah).
4. Waktu untuk keperluan lain.
Mengantar anak berobat, takziah, jadwal mengikuti kegiatan sosial yang lain, dll.

Mompreneur merupakan gabungan dua kata : mommy (ibu) dan entrepreneur (wiraswasta). Jadi mompreneur adalah istilah bagi ibu rumah tangga  yang memiliki dan mengelola usaha sendiri.  Dengan menjadi mompreneur, ibu bisa menutupi kekurangan dalam perekonomian keluarga. Mereka mempunyai penghasilan sendiri sehingga tidak tergantung dengan suami dalam keinginan membeli barang-barang tertentu. Selain itu bisa membuat diri sendiri menjadi populer, memperluas pergaulan, serta menambah ilmu baru yang sebelumnya tidak tahu.

Di sisi lain, dengan seorang ibu rumah tangga bekerja, perlu pengorbanan ekstra seperti banyak mengeluarkan energi, pikiran, kesabaran, dan pengorbanan waktu. Ibu juga harus membagi perhatian antara mengurus anak dan mengelola bisnis. Serta terkadang menimbulkan perselisihan atau perbedaan pendapat dengan suami atau anggota keluarga lainnya jika tidak mendapat izin melakukan bisnis.

Banyak hal yang mendasari seorang ibu menjadi mompreneur. Pada umumnya, alasan-alasan tersebut dapat dikategorikan sebagai berikut :
1. Pilihan hidup jika ibu tersebut seorang single mom.
2. Usaha sampingan rumah tangga.
3. Mengembangkan hobi
4. Pengisi waktu kosong

Menjadi mompreneur jika ditekuni dan dilakukan secara positif dapat membantu potensi seorang ibu untuk berkembang. Ada dua hal yang dapat menjadi pemicu perkembangan potensi mompreneur yaitu : (1) Adanya tantangan. Munculnya tantangan dalam membangun usaha akan memicu seorang ibu untuk mengatasi tantangan tsb. Sehingga dapat membuka potensi-potensi baru yang selama ini terpendam; dan (2) Kebutuhan manusia. Karena sifat fleksibel dari entrepreneur maka usaha tersebut bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, termasuk di rumah. Dengan demikian seorang ibu rumah tangga pun dapat menjalankan bisnisnya tanpa harus mengesampingkan perannya sebagai ibu rumah tangg.
Sekian, semoga bermanfaat.

Rina Irawati
STIE Malangkucecwara Malang

* Disampaikan penulis dalam seminar Comdec (Community Development) 2014.

LINGKUNGAN EKSTERNAL PERUSAHAAN : MIKRO (1)

Organisasi merupakan kumpulan orang-orang yang tidak dapat dilepaskan dari lingkungan, karena pada dasarnya organisasi juga merupakan bagian dari lingkungan dan masyarakat. Dalam melakukan aktivitasnya, setiap organisasi harus memperhatikan lingkungan yang ada di sekitarnya. Dimana lingkungan tersebut juga bisa mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kegiatan organisasi.

Continue reading “LINGKUNGAN EKSTERNAL PERUSAHAAN : MIKRO (1)”

PENTINGNYA REKENING BERSAMA DALAM JUAL BELI ONLINE

Beberapa bulan yang lalu saya mengalami peristiwa tidak menyenangkan dalam jual beli online di suatu olshop baru. Selama ini saya bertransaksi online, baru kali ini “keblowok”. Biasanya lancar-lancar saja dan aman jaya. Ceritanya saya ingin membeli tas merah yang keren di suatu olshop berdomisili di Batam. Tahunya dari akun Facebook dimana penjualnya baru saja add saya sebagai teman.

Continue reading “PENTINGNYA REKENING BERSAMA DALAM JUAL BELI ONLINE”