PUJON, BATU : PENGABDIAN MASYARAKAT

Kamis malam, 13 Februari 2014 lalu gunung Kelud meletus. Gunung Kelud dalam bahasa Jawa berarti “sapu”, merupakan gunung berapi di Jawa Timur yang masih aktif. Gunung ini berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang. Kira-kira 27 km sebelah timur pusat Kota Kediri. Bersama gunung Merapi, gunung Kelud merupakan gunung berapi paling aktif di Indonesia. Saat minggu lalu gunung Kelud meletus, suara letusannya terdengar sampai 200 km jaraknya.

Akibat gunung meletus, beberapa wilayah di pulau Jawa terkena dampaknya. Kediri paling parah. Hujan abu dan kerikil melanda kota tersebut. Kabupaten Malang di Pujon, Batu dan Ngantang juga terkena hujan abu. Angin berhembus ke barat, sehingga debunya terbawa sampai ke Surabaya, Jogja, Solo, bahkan ke Bandung dan Bogor. Wooww.. dahsyat juga ya. Kota Malang sendiri hanya terkena abu tipis saja, itupun hanya 1 hari. Alhamdulillah..

Sebagai bentuk peduli, LPPM STIE Malangkucecwara menggalang bantuan kepada dosen, karyawan dan mahasiswa untuk menyumbang barang-barang logistik kepada mereka. Rabu 19 Februari 2014, 3 mobil berangkat dari kampus. Rencana awal bantuan akan diberikan kepada pengungsi di wilayah Ngantang. Tetapi saat sudah mencapai Pujon, ada instruksi untuk kembali ke bawah. Karena malam kemarin, jembatan di Ngantang putus karena diterjang lahar dingin. Kebetulan saat kami ke sana, mendadak terjadi hujan angin yang lebat. Akhirnya kami memutuskan untuk menge-drop logistik ke Koperasi SAE Pujon. Disana juga bermukim sekitar 400 pengungsi.

Di Koperasi SAE, tempatnya sangat luas dan bersih. Tenda dapur umum dan gudang logistik didirikan. Pengaturannya sangat sistematik, pelayanan  cepat tanggap dan ramah, dapur umum juga bersih. Mereka memasak setiap hari untuk didistribusikan ke 4000 pengungsi di luar sana. Subhanallah.. sangat terenyuh dan terharu dengan semangat para relawan di sana. Luar biasa sekali suasana kekeluargaan dan saling memiliki satu sama lain. Kerjanya juga kompak.

 

Dari pengalaman di atas, betapa saya mengucapkan syukur Alhamdulillah.. bahwa kota kami tidak terkena imbas apa-apa.. dan selalu bersyukur apa yang telah kita terima. Karena masih banyak mereka-mereka yang kondisinya berada di bawah kita.
Semua ini diambil hikmah positifnya.. Subhanallah.. Terima kasih ya Allah..

Rina Irawati
STIE Malangkucecwara Malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *