MUESLI & GRANOLA : MY NEW SNACKS

Sejak menganut pola eat clean dan healthy life style, saya mulai merubah menu camilan saya. Yang semula mengkonsumsi cereal yang dituang dengan susu coklat (terutama malam hari saat saya lapar), atau lagi malas bikin sarapan, sudah tergantikan dengan kudapan baru yaitu muesli dan granola. Sepertinya berbau nama Barat .. hmmm, bisa iya, bisa tidak.. Karena ditemukan oleh orang western, maka namanya seperti itu. Tetapi jika dilihat dari ingredients-nya, nggak juga kok.. Semua bahan bisa kita dapatkan di sekitar kita. Dari berbagai referensi, saya akan mengulas sedikit tentang kedua jenis kudapan tersebut.

 

MUESLI
Untuk orang yang mencoba hijrah ke gaya hidup sehat (healthy life style) atau yang sedang menjaga kadar kolesterol untuk merawat kesehatan jantung, tentu sudah tidak asing lagi dengan makanan yang disebut “oatmeal”. Bahan makanan yang kaya manfaat, tetapi tidak semua orang (khususnya di Indonesia) familiar dengannya. Entah karena harganya agak sedikit mahal, cita rasanya yang aneh, dicap sebagai bahan makanan impor, dll.

Bagi yang tidak suka dengan oatmeal, tetapi ingin mendapatkan manfaat oatmeal, kini ada solusi makanan baru. Namanya Muesli, yaitu semacam sereal yang sangat populer di Swiss sebagai menu sarapan. Muesli adalah campuran yang sehat dan enak dari padi-padian (oats, gandum, millet, barley, wheat germ), buah-buahan kering (apricot, kismis, sultana), kacang-kacangan (almond, hazelnut, pecan), dan biji-bijian (biji bunga matahari, biji labu). Dalam penyajiannya, muesli biasanya dihidangkan dengan dicampur soy milk / almond milk / coconut milk yang ditambahi dengan beberapa irisan buah segar seperti pisang, apel, strawberry dan lain-lain.  Makanan ini kaya karbohidrat khususnya serat dan gula alami. Umumnya setiap 100 gr mengandung 400-450 kalori (http://laksmindrafitria.wordpress.com).

Muesli pertama kali diperkenalkan oleh dr. Maximilian Bircher-Benner pada tahun 1900-an sebagai salah satu menu pokok yang harus dikonsumi oleh para pasiennya di salah satu rumah sakit di Swiss. Semenjak itu sereal yang terbuat dari berbagai macam kombinasi ini menjadi populer dan diangap sebagai salah satu menu sarapan terbaik di dunia. Kandungan serat dalam semangkuk muesli sangat tinggi, namun rendah kadar gula. Makanan dengan kandungan kadar gula yang rendah akan memperlambat proses pencernaan dan membuat kita merasa kenyang lebih lama.

GRANOLA
Berbeda dengan Muesli yang berasal dari daratan Eropa, Granola adalah jenis sarapan/snack yang populer di Amerika Utara. Jika Muesli terdiri dari bahan-bahan mentah, maka granola terdiri dari bahan-bahan yang dipanggang. Biasanya mengandung gandum, kacang, madu, buah-buahan kering, dan kelapa serut. Ada juga beberapa merk sebagai penambah protein (www.infojajan.com). Kandungan gizi dalam granola untuk ¼ cangkir ( 4 sdm) tanpa kacang sekitar : 100 kalori, 2.5 gr lemak, 3 gr protein, 1.5 gr serat, 6 gr gula dan 17 gr karbohidrat.

Isi mangkuk cereal dengan granola untuk sarapan dan mungkin bisa menurunkan BB hingga 600 kalori tergantung pada berapa banyak bahan yang dicampurkan ke dalam makanan granola.Untuk menurunkan kalori kita bisa mencampurkan bahan kacang-kacangan dan buah kering.

Itulah sekelumit informasi mengenai dua camilan baru saya.. Semua bahan bisa dikreasikan sendiri sesuai dengan kemampuan dan kemauan.
Semoga bermanfaat dan menginspirasi. Salam sehat.

#indonesiamakansayur #eatclean #indonesiasehat #healthylifesytle

Rina Irawati
STIE Malangkucecwara Malang

2 thoughts on “MUESLI & GRANOLA : MY NEW SNACKS”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *