Rina Irawati’s Blog Just another Blog.stie-mce.ac.id weblog
  • Penerapan Aspek Manajemen (POAC) dalam Rumah Tangga

    16
    scissors
    October 11th, 2012rinaHuman Resource Management

    Menikah dan berumah tangga adalah salah satu tahapan hidup yang diidam-idamkan semua manusia. Dengan menikah, kita sudah mengamalkan salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW, hidup lebih teratur dan bermakna, dapat meneruskan keturunan, kesehatan dan kualitas hidup lebih terjaga, dan lain-lain.. Banyaklah manfaat dalam berumah tangga..

    Rumah tangga dan keluarga adalah bentuk organisasi yang paling kecil dan sederhana. Dalam organisasi tentulah dibutuhkan suatu pengaturan dan sistem yang disebut manajemen. Menurut James A.F Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan semua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk dapat menjalankan manajemen rumah tangga dengan baik dibutuhkan aktivitas aspek-aspek dalam ilmu manajemen yaitu

    POAC adalah dasar manajemen untuk organisasi manajerial. Fungsi POAC sendiri dalam suatu organisasi adalah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi suatu organisasi dalam pencapaian tujuannya. Terdapat empat aspek manajemen yaitu: planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating/directing (penggerakkan dan pengarahan), serta controlling (pengendalian). Bagaimana keempat aspek manajemen itu dapat diterapkan dalam kehidupan berumah tangga?

    PLANNING DALAM RUMAH TANGGA
    Planning (perencanaan) meliputi pengaturan tujuan dan mencari cara bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan adanya perencanaan, maka rumah tangga memiliki arah dan tujuan ke depan secara jelas. Suami sebagai seorang Direktur Utama harus menetapkan visi, misi, perencanaan jangka pendek, menengah dan panjang untuk mencapai tujuan rumah tangga yang diinginkan. Sesibuk apapun kita, sisihkan waktu untuk berkomunikasi dengan pasangan mengenai rencana-rencana rumah tangga kita dan bagaimana untuk merealisasikannya.

    Adapun perencanaan yang perlu dipikirkan antara lain:
    1. Perencanaan finansial : simpanan, tabungan, deposito
    2. Perencanaan pendidikan anak : investasi pendidikan, tabungan pendidikan, asuransi pendidikan, sekolah apa yang akan dimasuki anak-anak. Ingatlah, biaya pendidikan itu merupakan investasi anak.
    3. Perencanaan hari tua : dana pesangon, dana pensiun, asuransi hari tua, usaha yang akan digeluti
    4. Perencanaan investasi : rumah, tanah, emas.
    5. Perencanaan akhirat : naik haji, umroh, ibadah, mempersiapkan keluarga menjadi ahli surga.

    Agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan, perencanaan ini sifatnya harus transparan, dikomunikasikan kepada seluruh anggota keluarga agar memiliki visi misi yang sama, sehingga tujuan akhir dapat tercapai dengan baik. Membuat keputusan biasanya menjadi bagian dari perencanaan karena setiap pilihan dibuat berdasarkan proses penyelesaian setiap rencana. Planning penting karena banyak berperan dalam menggerakan fungsi manajemen yang lain. Contohnya, setiap manajer/ suami harus membuat rencana pekerjaan yang efektif di dalam organisasi rumah tangganya.

    ORGANIZING DALAM RUMAH TANGGA
    Organizing (pengorganisasian) adalah proses mengelompokkan sumber-sumber daya (resources) untuk melakukan suatu aktifitas tertentu. Organizing dapat meliputi: penugasan setiap aktifitas, membagi pekerjaan ke dalam setiap tugas yang spesifik, dan menentukan siapa yang memiliki hak untuk mengerjakan beberapa tugas.

    Langkah selanjutnya adalah menentukan job description masing-masing pihak beserta hak dan kewajibannya. Misalnya:
    Suami sebagai kepala keluarga bertugas untuk memimpin keluarganya, mencari nafkah dan rejeki yang halal, memenuhi kebutuhan primer-sekunder-tersier (untuk yang tersier jika mampu), menentukan pola didik anak. Bisa dikatakan di sini, bahwa suami adalah sebagai Direktur Utama dalam keluarga.

    Istri merupakan Manajer Operasional yang mengatur segala sesuatu kegiatan dan aktivitas dalam keluarga. Mulai dari mengatur lalu lintas arus keuangan keluarga, mengasuh dan mendidik anak sesuai dengan pola asuh yang telah disepakati bersama, mengatur dan mengurusi segala keperluan rumah tangga, serta mampu menempatkan diri untuk menjadi istri yang solihah bagi suami dan ibu yang baik dan tauladan bagi anak-anak.

    Anak merupakan titipan Allah kepada suami dan istri. Tentunya kita harus memperlakukan anak dengan baik, adil dan seimbang sesuai dengan syariat agama. Kita harus dapat memberikan yang terbaik untuk anak. Mulai dari pendidikannya, gizinya, kesehatan, bekal agama, dan lain-lain. Anak juga harus diberi pengetahuan mengenai tanggung jawab, hak dan kewajibannya sebagai anak.

    ACTUATING DALAM RUMAH TANGGA
    Actuating adalah peran manajer (suami) untuk mengarahkan segenap anggota yang sesuai dengan tujuan organisasi. Actuating membuat urutan rencana menjadi tindakan dalam dunia organisasi. Sehingga tanpa tindakan nyata, rencana akan menjadi imajinasi atau impian yang tidak pernah menjadi kenyataan. Implementasi actuating dalam rumah tangga salah satunya adalah bahwa suami senantiasa memacu semangat istri dan keluarganya untuk mencapai visi dan misi.

    Dalam proses actuating ini tentunya diperlukan gaya kepemimpinan kepala rumah tangga. Ada 3 macam gaya kepemimpinan yaitu:
    1. Gaya kepemimpinan otoriter, yaitu gaya kepemimpinan yang cenderung sentralisasi otoritas dan mengandalkan kekuatan legitimasi, penghargaan dan koersif untuk mengatur bawahan.
    2. Gaya kepemimpinan demokratis, yaitu gaya kepemimpinan yang mendelegasikan otoritas pada orang lain (istri dan anak), mendorong partisipasi dan mengandalkan kekuatan keahlian dan referensi untuk mengatur bawahan.
    3. Gaya kepemimpinan campuran, yaitu perpaduan gaya kepemimpinan antara otoriter dan demokratis. Selain memberikan kepercayaan pada orang lain untuk melakukan aktivitas dan kegiatan dalam rumah tangga, tetapi juga menerapkan peraturan yang jelas dan pertanggung jawaban atas tugas dan kegiatan yang telah dilaksanakan.

    Dari ketiga gaya kepemimpinan di atas, kepala rumah tangga (suami) dapat memilih dan menerapkannya dalam rumah tangga masing-masing sesuai dengan kebutuhan dan kecocokan. Semua itu dilakukan agar tujuan dan rencana jangka panjang dapat diwujudkan.

    CONTROLLING DALAM RUMAH TANGGA
    Controlling memastikan bahwa kinerja sesuai dengan rencana. Hal ini membandingkan antara kinerja aktual dengan standar yang telah ditentukan. Jika terjadi perbedaan yang signifikan antara kinerja aktual dan yang diharapkan, manajer harus mengambil tindakan yang sifatnya mengoreksi dan mencegah pengulangan terjadinya perbedaan. Manajer dalam hal ini adalah suami sebagai direktur utama dan istri sebagai manajer operasional.

    Fungsi dari controlling adalah menentukan apakah rencana awal perlu direvisi, melihat hasil dari kinerja selama ini. Jika dirasa butuh ada perubahan, maka seorang manajer/ kepala rumah tangga akan kembali pada proses planning, dimana ia akan merencanakan sesuatu yang baru, berdasarkan hasil dari controlling.
    Misalnya:
    1. Pendidikan anak
    Misalkan nilai rapot anak kita tiap semester semakin turun, maka perlu ada perubahan rencana. Yang pada awalnya kita ajari sendiri, maka sekarang perlu bantuan dari pihak luar yaitu mengikutkan les tambahan.
    2. Keuangan keluarga
    Jika keuangan keluarga yang semula cukup untuk membiayai kebutuhan selama sebulan, tetapi beberapa bulan terakhir ternyata sering tekor, maka perlu ada tindakan evaluasi dan pengendalian. Istri harus melakukan pengetatan pengeluaran, jangan sampai besar pasak daripada tiang. Atau bisa juga melakukan bisnis baru yang disesuaikan dengan kemampuan dan permodalan untuk menambah pemasukan keluarga.

    Berdasarkan dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa sukses tidaknya kegiatan rumah tangga didasarkan pada sistem manajemen yang baik, teratur dan terarah. POAC (planning, organizing, actuating dan controlling) dapat membantu kita dalam membina rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah. Selain itu juga perlu adanya komitmen yang tinggi seluruh anggota keluarga untuk mewujudkan visi misi keluarga kita. Perlu diingat, dalam perahu rumah tangga hanya ada satu nakhoda yaitu suami. Istri hanyalah sebagai partner dan asisten untuk membantu terlaksananya tujuan rumah tangga. Kerjasama kedua belah pihak inilah yang nantinya akan menentukan arah rumah tangga yang akan dituju.

    Sekian, semoga bermanfaat..

    Rina Irawati - STIE Malangkucecwara Malang

     

 

16 responses to “Penerapan Aspek Manajemen (POAC) dalam Rumah Tangga” RSS icon

  • Bu Rina, saya suka artikel yang ibu tulis. bisa dibuat inspirasi buat masa depan. hehe..
    Saya sangat setuju bahwa dalam kehidupan Rumah tangga aspek manajemen itu sangat diperlukan. jadi bukan hanya untuk perusahaan besar saja, tapi rumah tangga yang termasuk kategori organisasi kecil POAC itu juga penting. Dimana dalam suatu rumah tangga dibutuhkan suatu kerjasama yang baik antara anggota keluarga dengan membuat suatu perencaan, organizing, Actuating dan yang terakhir controlling. dengan menerapkan aspek-aspek tersebut dalam rumah tangga, maka akan tercipta rumah tangga yang harmonis, sakinah, mawaddah dan warrohmah.
    .amiiinn :)

  • setelah membaca artikel ini ,,
    sy bisa belajar bnyak ttng kehidupan di masadepn kelak …
    cara berrumahtngga ,
    menjadikan keluarga lebih berkualitas..
    :)

    inge ayun
    32018

  • saya sangat setuju apabila manajemen diterapkan dalam kehidupan sehari-hari apalagi dalam kehidupan berumah tangga. karena dalam berumah tangga sangat dibutuhkan POAC. planning yang jelas untuk mencapai tujuan bersama pasangan. organizing untuk pembagian tugas antara suami dan istri. actuating untuk bentuk pelaksanaan dari planning. controlling untuk suatu koreksi dalam pelaksanaan planning. ternyata ilmu manajemen tidak hanya bisa diterapkan dalam suatu perusahaan tapi ilmu manajemen juga dapat diterapkan dalam segala aspek kehidupan.

  • Ilmu memanagement keluarga memang sangat penting untuk menjadikan keluarga itu menjadi keluarga yang sakinah, artikel yang ditulis oleh bu rina sangat bermanfaat untuk diterapkan dikeluarga manapun karena isinya sudah mencangkup hal-hal yang diperlukan dalam mengelola keluarga. dan baik juga diketahui oleh para pahasiswa, supaya mereka nantinya kalau baru pertama menjadi kepala rumah tangga maupun ibu rumah tangga tidak kebingungan dan tahu bagaimana memanagement keluarga mereka agar menjadi mengerti satu sama lain dan juga tahu pekerjaan masing-masing dalam keluarga tersebut.

  • assalamualakum bu rina
    iya bu saya setuju jika rumah tangga itu memang membutuhkan penerapan aspek menejemen(POAC). karena jika tidak di dilakukan mungkin rumah tangga itu tidak harmonis dan mungin berantkan,
    contohnya yang ibu katakan diatas seperti perencanaan itu sangat penting karena kita akan mengetahui apa-apa saja yang harus dilakuan agar lebih terarah
    peran controling digunakan untuk mengevaluasi apakah rencana yang di buat oleh suami istri itu berhasil atau tidak, ataupun rencannya perlu revisi baik ti tabah ataupun rencananya di kurangi dan juga berfungsi untuk mengontrol keuangan yang,dan dirumah tangga juga di butuhkan peran seorang pemimpin yaitu seorang suami untuk memimpin istri dan anaknya agar melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan memberi arahan. tidak hanya rencana,controling dan peran pemimpin aja yang di butuhkan tapi juga pembagian kerja agar saling membantu antara satu sama lainnya,sekian bu komentar saya mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang sopan,,,wasalamualaikum warahmatullahiwabarakatu

  • wika imroatun najihah

    waah ternyata sama ya dengan kita mendirikan perusahaan. kita harusmempunyai tujuan, rencana dan unsur-unsur manajemen lainnya. bagaimana seorang wanita harus memilih imam yang benar dilihat dari bibit bobot,yang bisa membimbing kita untuk mencapai tujuan yaitu ridho allah dan keberkahan dalam berumah tangga. saya jadi berfikir coba kalo semua orang menerapkan sistem yang ada diatas, mungkin banyak yang menjadi keluarga sakinah, mawaddah warrahmah. karena jaman sekarang ini marak sekali orang-orang yang menganggap mainan, banyak kalngan artis yang kawin cerai kawin cerai dan banyak kejadian kasus lagi, tapi itu juga ujian dari allah.
    mungkin ini saja, saya kagum sama karya bu rina. semoga allah memberkati bu rina dan bu rina bisa menghasilkan karya-karya seru lagi :)

  • Herriyans Hailitik

    menurut saya penerapan aspek manajemen dlam rmah tangga sangat berguna untk meningkatkan efiksitas dan efisiensi suatu organisasi dlam mencapai tujuanya ,dan penerapan aspek ini juga dpat membantu dlam membina rumah tangga yg baik dan takut pada sang pencipta .

  • @all : amin.. semoga kalian semua kelak dapat membina rumah tangga sakinah mawaddah wa rohmah. semoga artikel saya ini bermanfaat..

  • Elvira M. Dwi raymanus

    Elvira M. Dwi Raymanus
    32058

    Menurut saya artikelnya sangat bagus. setiap orang memang harus berumah tangga namun bukan hanya membentuk namun harus bertanggung jawab dalam rumah tangga tersebut, apalagi dalam suatu rumah tangga pasti ada saja konflik, namun semua itu harus dihadapi dengan kedewasaan dan semua itu sudah ada dalam artikel bu Rina

  • saya setuju dengan penerapan tersebut, karena semua orang menginginkan yang terbaik untuk keluarganya dan dengan penerapan manajemen POAC di keluarga dapat bermanfaat bagi rumah tangga keluarga, keluarga menjadi sakinah mawaddah warahmah dan komunikasi dalam keluarga dengan baik sesuai yang kita inginkan. dalam keluarga harus saling mengerti satu sama lain, menghargai satu sama lain, sehingga masa depan keluarga menjadi sukses………

  • menurut saya, segala sesuatu butuh manajemen karena manejemen bukan hanya sebuah ilmu yang perlu dipelajari tetapi merupakan ilmu yang harus dimengerti dan diterapkan. Dewasa ini, memang diperlukan manejemen dalam pembelajaran rumah tangga bagi setiap mahasiswa karena semua orang pasti mengalaminya. setiap masalah dalam rumah tangga tersebut dapat terselesaikan dengan baik apabila kita bisa me-manage dengan baik. Kunci keberhasilan rumah tangga tergantung bagaimana cara menyikapi, berpikir dan mengambil tindakan seperti sebuah manajemen perusahaan. Dalam keluarga lah, kita sebenarnya diajarkan cara manejemen yang baik. Terima kasih, atas info dari blog ibu Rina. hehehehe LUAR BIASA. ^^

  • DIDIT IRWAN FAUZI

    artikel ibu sngat bagus .dan memberikan saya tambahan wawasan tentang bagaimana manajemen tidak hanya di terapkan dalam suatu perusahaan saja.tetapi dapat di terapkan juga di dalam kehidupan rumahtangga agar supaya dapat mewujudkan keluarga yg sakinah mawadah dan warohmah.selain itu POAC juga untuk melatih anggota keluarga agar dapat saling menghargai dan menghormati pendapat satu sama lain,agar supaya tercapai tujuan bersama.

  • hadiana@fernanda

    : ibu… ini ilmu banget ,, di sini dijelaskan detail tugas dalam praktek menejement rumah tanggah… di sini seperti aplikasi keluarga yang sakinah mawadah warohma.hehee :)
    buk,, yang bikin menarik lagi itu pada fotonya.. knp?? pasti ibu bertanya y… :)
    fotonya itu g mana g tuuuchh… hihiihi… tak kira sebelum baca ini foto isinya pasti seru seperti di novel, dan aqu semangat buk membacannya,, ternyata bukan,, aqu tertipu.. tapi okelah buk,, insya’ allah bermanfaat bagi saya buk.. amin :)

  • @hadiana : ahh.. piktor nih (pikiran kotor), hehe

  • ni putu arya deviyani

    saya setuju dengan penerapan tersebut, dikarenakan semua orang menginginkan yang paling baik untuk anggota keluarganya dan penerapan manajemen POAC di keluarga dapat bermanfaat bagi rumah tangga keluarga, keluarga menjadi bahagia dan komunikatif dalam keluarga dengan baik sesuai yang kita inginkan. dalam keluarga harus saling mengerti satu sama lain, menghargai satu sama lain.

  • Informasinya cukup menarik. Mungkin kalau ada ilustrasi akan lebih baik lagi. Kalau saya pribadi lebih suka tabungan dalam bentuk deposito karena bunganya lebih tinggi. Tapi dilain fihak, bisnis dan investasi juga penting


Leave a reply