LINGKUNGAN ORGANISASI BISNIS: Lingkungan eksternal

Sebagian besar organisasi beroperasi dalam jaringan pasar lingkungan yang kompleks. Pasar adalah mekanisme pertukaran antara barang dan jasa tertentu. Dalam melakukan aktivitasnya, setiap organisasi harus memperhatikan lingkungan yang ada di sekitarnya, dimana lingkungan tsb juga bisa mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kegiatan organisasi.

Mengapa organisasi perlu memperhatikan faktor lingkungan eksternal? Karena lingkungan menciptakan ketidakpastian bagi manajer. Manajer tidak punya informasi cukup mengenai faktor-faktor lingkungan untuk memahami dan meramalkan kebutuhan dan perubahan lingkungan. Karena organisasi merupakan suatu sistem yang terbuka, organisasi-organisasi tsb berinteraksi dengan berbagai dimensi dengan berbagai cara yang berbeda. Untuk mempelajarinya, maka dimulai dengan membahas bagaimana lingkungan dapat mempengaruhi organisasi dan beberapa cara adaptasi organisasi dengan lingkungannya. Berikut kutipan dari buku Management (2000) karangan Sunarto.

Lingkungan organisasi terdiri dari lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Lingkungan internal adalah lingkungan yang secara langsung mempengaruhi aktivitas suatu organisasi yang berasal dari dalam organisasi itu sendiri. Sedangkan lingkungan eksternal adalah lingkungan yang terkait dengan kegiatan operasional organisasi dan bagaimana kegiatan operasional ini dapat bertahan.

LINGKUNGAN EKSTERNAL
Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa lingkungan eksternal terdiri dari lingkungan mikro dan lingkungan makro.

Lingkungan mikro adalah lingkungan yang  terkait langsung dengan kegiatan operasional organisasi, meliputi :
1. Pesaing (competitor) : organisasi lain yang memperebutkan sumber daya (terutama uang konsumen).
2. Pelanggan (customer) : siapapun yang membayar uang untuk memperoleh barang / jasa organisasi.
3. Pemasok (supplier) : organisasi yang menyediakan sumber daya bagi organisasi lain. Contoh : perusahaan sepatu bergantung dengan pemasok kulit, pemasok lem, pemasok benang, dll.
4. Pembuat aturan (regulators) : mengendalikan, mengatur dan mempengaruhi kebijakan dan praktek sebuah organisasi. Regulator bisa berasal dari pemerintah, atau dari lembaga/institusi. Misal : OPEC mengatur tentang aturan yang perlu dijalankan dalam perdagangan minyak dunia.
5. Partner strategis (strategic partner) : dua organisasi atau lebih yang bekerja sama dalam suatu joint venture/ kemitraan. Contoh : penjual baso berpartner dengan penjual teh botol, Mc Donalds berpartner dengan Disney (Mc Donalds menjual makanan dengan memberikan hadiah mainan anak-anak dari Disney).

Lingkungan makro adalah lingkungan yang tidak terkait secara langsung terhadap kegiatan operasional organisasi, meliputi:
1. Dimensi ekonomi : berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, inflasi, tingkat bunga, pengangguran.
2. Dimensi teknologi : metode yang digunakan untuk mengubah sumber daya menjadi barang / jasa.
3. Dimensi sosial budaya : berkaitan dengan kebiasaan, adat, nilai, karakteristik demografi.
4. Dimensi politik hukum : berkaitan dengan peraturan pemerintah, hubungan antara bisnis dan pemerintah.
5. Dimensi internasional : meliputi keterlibatan bisnis dengan negara lain.

Semoga bermanfaat…

Rina Irawati
STIE Malangkucecwara Malang

11 thoughts on “LINGKUNGAN ORGANISASI BISNIS: Lingkungan eksternal”

  1. lingkungan memang berpengaruh terhadp kinerja karaywan bagaimana dg lingkungn di mana kt bekerja, kayaknya aman2 aja

  2. Ruang lingkupnya berkaitan dengan 4 aspek manajemen yaitu : perencanaan, pengorganisasian, penggerakan (dengan kepemimpinan) dan pengendalian. Untuk hal-hal yang lebih mendetail akan dibahas di mata kuliah lain. tks.

  3. terima kasih atas artikelnya,tentunya harapan kami artikelnya dapat diperbanyak untuk dapat disharing lagi,good luck

Comments are closed.