EDISI RAMADHAN (1): Keistimewaan Ramadhan

Tak terasa setahun telah berlalu.. Sepertinya baru kemarin kita berpuasa dan merayakan hari kemenangan.. Alhamdulillah, sekarang berjumpa lagi dengan bulan yang penuh kemuliaan dan keistemewaan ini. Hanya saja yang saya rasakan, sudah 2 tahun ini ada sedikit kenikmatan yang “hilang” karena 2 tahun juga saya berpuasa dan berlebaran tanpa kehadiran ibu. I really missed her sooo much.. Kangen benar dengan masakan beliau, sentuhan beliau, wejangan beliau, rangkulan dan sun sayangnya pada kami semua.. Hmmm.. sekarang hanyalah doa yang bisa kami panjatkan untukmu, Bapak dan Ibuku terkasih..

Continue reading “EDISI RAMADHAN (1): Keistimewaan Ramadhan”

SELEKSI (5): TINGKATAN DALAM SELEKSI

Di jaman sekarang ini persaingan di dunia kerja begitu ketatnya. Sehingga setiap individu harus memiliki banyak kelebihan plus agar dapat diterima bekerja di suatu perusahaan, baik itu perusahaan negara ataupun swasta. Banyak juga perusahaan yang menerima karyawan baru dengan status karyawan kontrak, dibandingkan karyawan tetap. Bahkan sudah banyak pula perusahaan yang menggunakan tenaga kerja outsourcing yang biayanya lebih murah daripada mengangkat seorang karyawan tetap. Dari buku Malayu Hasibuan: Manajemen Sumber Daya Manusia (2000), berikut ini beberapa tingkatan dalam seleksi karyawan.

1. Seleksi tingkat pertama
Meliputi prosedur seleksi dari surat lamaran sampai keputusan diterima menjadi calon karyawan dengan status masa percobaan. Seleksi tingkat pertama hanya dilakukan secara teoritis saja sehingga kemampuan atau mental pelamar dalam mengerjakan pekerjaan yang akan ditugaskan kepadanya belum diketahui secara pasti. Untuk mengetahui secara pasti kemampuan atau mental pelamar perlu dilakukan seleksi tingkat kedua.

2. Seleksi tingkat kedua
Dilakukan seleksi atas calon karyawan yang berstatus masa percobaan. Caranya dengan mengamati dan menilai mental, perilaku, dan kemampuan nyata calon karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan serta kedisiplinan. Seleksi tingkat kedua lamanya ada yang 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Karyawan dengan status percobaan belum menerima semua haknya, seperti gaji masih 80%, belum ada seragam, sewaktu-waktu dapat diberhentikan jika kemampuan tidak sesuai tanpa dilindungi UU perburuhan. Jika dalam seleksi tingkat kedua mereka lulus, seleksi tingkat ketiga segera dilakukan.

3. Seleksi tingkat ketiga.
Yaitu seleksi yang dilakukan denagn mengikuti prajabatan atau latihan yang diakhiri dengan ujian-ujian. Jika mereka lulus, maka akan dipromosikan dan diangkat menjadi karyawan tetap serta hak-haknya akan diterima sepenuhnya. Jika mereka akan diberhentikan, harus berdasarkan ketentuan UU perburuhan yang berlaku.

Rina Irawati
STIE Malangkucecwara Malang

Di balik gemerlapnya karir manajer

Saat reuni beberapa waktu lalu (baik reuni kampus, SMA dan SMP), saya berjumpa dengan teman-teman lama.. Saling melepas rindu, nostalgia kenangan masa lalu, saling bertukar cerita dan pengalaman hidup.. Pokoknya seru abis.. Dari semua teman-teman yang saya jumpai, sekarang mereka memiliki kehidupan dan karir masing-masing.. Ada yang jadi juragan real estate, ada yang jadi pebisnis, ada yang jadi pegawai negeri, pegawai swasta, guru, dosen.. Ada yang jadi bos, jadi manajer, jadi staf karyawan, jadi kuli pun ada.. Ada pula yang jadi wiraswata, pedagang,  jobless pun ada.. Itulah roda kehidupan yang selalu berputar. Kadang nasib kita ada di atas, kadang terperosok ke bawah..

Continue reading “Di balik gemerlapnya karir manajer”

Asyik Juga Menjadi Seorang Wirausahawan

Jaman sekarang ini persaingan di segala sektor sangatlah ketat. Mulai persaingan di dunia kerja, persaingan masuk sekolah, persaingan usaha, persaingan teknologi, dan lain-lain.. Berbicara mengenai persaingan di dunia kerja, saat ini memang mencari kerja itu nasib-nasiban.. Jika bernasib baik, seseorang dapat bekerja di instansi pemerintah atau swasta dengan lancar.. Jika kurang bernasib baik, tetapi berduit, masih bisa menjadi pegawai negeri dengan cara belakang.. Yang sial adalah sudah tidak bernasib baik, tidak juga punya uang lebih, jadilah menunggu beberapa lama (bisa 1 bulan, 6 bulan, 1 tahun bahkan lebih) untuk mendapatkan pekerjaan..

Continue reading “Asyik Juga Menjadi Seorang Wirausahawan”

Jika Anak Divonis Hiperaktif

Baru dua minggu ini anak laki-laki semata wayangku sekolah di playgroup. Usianya belum genap 3 tahun. Dia ceria dan antusias sekali waktu di sekolah. Tetapi ada satu hal yang mengusik benakku.. Dia selalu berlari kesana kemari sendirian. Di kelas sulit untuk duduk manis dalam jangka waktu lama. Apalagi mendengarkan ibu guru bercerita. Pasti dia akan lari dan beraktivitas lain yang tidak membosankan dirinya. Diatur juga agak susah. Tetapi dia bisa berkomunikasi (walau kadang keluar bahasa planetnya), dan mengerti apa yang disuruh ibu guru. Kadang-kadang sampai sungkan juga dengan ibu guru yang selalu menguntit kemanapun dia pergi untuk menjaga keamanannya.

Continue reading “Jika Anak Divonis Hiperaktif”

Lembur: time is money..

Dalam dunia kerja saat ini, semua berpacu dengan waktu. Perusahaan banyak menetapkan target-target tertentu yang harus dipenuhi karyawan. Baik target harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Memang betul apa kata pepatah: time is money.. waktu adalah uang..  Bagi perusahaan, waktu itu sangat penting artinya karena bisa menentukan mereka akan mendapatkan uang atau tidak. Jika target terpenuhi maka dapat menghasilkan pundi-pundi uang. Tapi jika meleset, maka jauhlah pundi uang itu dari mereka. Sedangkan bagi pekerja, waktu juga berarti uang.. Maksudnya, jika kita bekerja di luar jam kerja (overtime/lembur), maka kelebihan waktu kerja itu dapat menghasilkan uang tambahan yaitu berupa penerimaan uang lembur.
Continue reading “Lembur: time is money..”

Menjadi Manajer Wanita, mengapa tidak…?

Di jaman sekarang ini sudah banyak wanita yang menduduki level puncak alias sebagai top manajer, CEO, direktur atau owner di suatu perusahaan.. Seperti misalnya alm. Anita Roddick (The Body Shop), Martha Tilaar (Sari Ayu), Mooryati Soedibyo (Mustika Ratu), Dokter Retno I.S Tranggono (Ristra), Linda Gumelar (Menteri Pemberdayaan Wanita RI), Maria Pangestu (Menteri Perdagangan RI), Pia Alisjahbana (Femina Group), Miranda Gultom (mantan deputi senior BI), Hillary Clinton (Menteri Luar Negeri AS), Sri Mulyani (mantan Menteri Keuangan RI), dan masih banyak lagi tokoh-tokoh wanita lain yang menjadi seorang pemimpin.

SELEKSI (4): Pendekatan dalam Seleksi

Saat saya melakukan tes masuk kerja di Bank Indonesia yang dilakukan di Surabaya dulu, wah.. luar biasa lelahnya. Mulai jam 8.00 – 15.00.. Mabuk nggak tuh? Dari tes potensi akademik, tes psikotest, bahasa Inggris, matematika, dll… kayak mau UNAS gitu deh.. Tapi servis yang diberikan BI pada calon pelamar juga keren. Siangnya diberi makanan prasmanan yang enak-enak, mungkin sebagai pengganti energi yang benar-benar terkuras dalam tes itu. Hasilnya: gak lolos… Hehe.. Tidak putus asa, saya ikut tes di Astra International Jakarta yang juga bikin pelamar mabuk.. Dari jam 8 pagi sampai 2 siang duduk di “kursi panas”. Hasilnya: gak lolos juga… Iiihhh…

Continue reading “SELEKSI (4): Pendekatan dalam Seleksi”

SELEKSI (3) : Langkah-langkah dalam seleksi

Saat melamar di salah satu instansi pemerintah pasca lulus sarjana dulu, saya masih ingat sekali bagaimana prosedur rumit dan selektif yang dilakukan institusi pemerintah itu dalam menyeleksi calon pelamar.. Sudah antriannya panjang, lama, dan cerewetnya para petugas itu lo yang nggak kuat.. Ditulis tangan pakai tinta biru aja ditolak, katanya harus tinta hitam. Ditulis pakai huruf balok salah, katanya harus huruf latin. Duh.. apa bedanya sih?? Birokrasi banget.. Tapi demi titel pegawai negeri, semua “penderitaan” itu harus dijalani juga..
Continue reading “SELEKSI (3) : Langkah-langkah dalam seleksi”

Begitu berartinya uluran tanganmu…

Setiap perusahaan pasti memiliki sisi sosial dengan memberikan berbagai bantuan, baik kepada lingkungan sekitar atau pihak-pihak tertentu yang membutuhkan pertolongan. Kegiatan itu disebut dengan corporate social responsibility (CSR/tanggung jawab sosial perusahaan). Untuk membiayai kegiatan ini biasanya perusahaan memiliki sejumlah budget tertentu yang memang diperuntukkan untuk hal-hal sosial. Atau bisa juga dengan menghimpun dana secara spontanitas. Begitu juga dengan STIE Malangkucecwara Malang yang sudah tak terhitung banyaknya melakukan CSR. Seperti contohnya melakukan bakti sosial kepada 100 tukang becak di sekitar lingkungan kampus saat Dies Natalis ke 40 bulan Mei 2011 lalu, dengan memberikan sejumlah uang, kaos dan sembako. Minggu lalu juga melakukan kegiatan Wisata Ceria untuk anak yatim piatu ke Jatim Park Batu yang bekerja sama dengan Lagzis Masjid Sabilillah Malang sejumlah kurang lebih 50 anak. Tiap bulan setiap dosen dan karyawan membayar zakat 2,5% yang disisihkan dari gaji bulanan, dan hasilnya disalurkan untuk pembelian sembako bagi janda dan panti asuhan. Dan masih banyak kegiatan CSR lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Continue reading “Begitu berartinya uluran tanganmu…”