TRAINING 2 : NEEDS ASSESSMENT

Pelatihan merupakan salah satu sarana agar karyawan memiliki tingkat keahlian dan wawasan pengetahuan yang lebih luas dari sebelumnya. Pelatihan banyak sekali dilakukan oleh perusahaan-perusahaan karena kegiatan ini merupakan kegiatan human investment (investasi sumber daya manusia). Walau perusahaan mengeluarkan sejumlah dana untuk membiayai pelatihan, tetapi hal ini tidak sebanding dengan ouput yang nantinya akan diterima perusahaan apabila karyawan bisa lebih produktif dan berkinerja tinggi pasca mengikuti pelatihan/workshop.

Di dunia perbankan misalnya. Bank Indonesia telah mewajibkan setiap bank untuk menyisihkan sebagian kecil prosentase dana yang ada untuk melakukan pelatihan bagi karyawannya. Seperti misalnya Bank Central Asia. Di BCA untuk karyawan yang sudah lama bekerja, terdapat program pelatihan yang meliputi 2 materi yaitu Hard competencies (tentang pengetahuan teknis perbankan) dan Soft competencies (tentang kepemimpinan, manajemen, perilaku, motivasi). Pada tahun 2005 BCA menjalankan program pelatihan yaitu (1) Program Reguler & Program Divisi Kredit, (2) Program Khusus (untuk PSC dan magang), dan (3) Program Pengembangan Karir (karyawan dan Management Development Program).

Contoh lain adalah di Bank BNI 1946. Untuk karyawan yang sudah lama bekerja dan mempunyai peluang meningkatkan karir, BNI melakukan pelatihan antara lain: (1) Officer Development Training Program, (2) Management Development Training Program, dan (3) Executive Development Training Program
Pelaksanaan pelatihan yang efektif termasuk di dalamnya melakukan proses mendesain pelatihan. Proses desain itu dimulai dari analisis kebutuhan pelatihan (needs assessment). Langkah-langkah dalam proses ini adalah memastikan apakah karyawan memiliki motivasi dan keahlian dasar yang diperlukan dalam belajar, menciptakan lingkungan belajar yang positif, memastikan bahwa peserta pelatihan menggunakan pengetahuan kerja dalam pekerjaannya, pemilihan metode pelatihan, dan mengevaluasi apakah pelatihan yang diterima memberikan hasil yang diinginkan perusahaan.

Sekilas Tentang Needs Assessment of Training
Setiap pelatihan didasarkan pada analisis sistematis terhadap kontribusinya untuk keefektifan organisasi. Analisis kebutuhan latihan adalah kegiatan yang meliputi penentuan kebutuhan pelatihan dan penilaian sampai seberapa jauh hambatan untuk mencapai tujuan organisasi dapat dihilangkan melalui pelatihan (Garry Dessler, Manajemen Sumber Daya Manusia). Sedangkan menurut Raymond Noe dalam bukunya Training and Development, analisis kebutuhan pelatihan adalah proses yang digunakan untuk menentukan apakah pelatihan yang akan dilakukan itu dibutuhkan atau tidak. Kebutuhan pelatihan muncul bila kelemahan tertentu dapat ditanggulangi dengan mengadakan pelatihan yang sesuai. Kebutuhan ini dinilai dari 3 tingkatan yaitu: (1) Tingkat organisasi, (2) Tingkat grup / pekerjaan, dan (3) Tingkat individu.

Pentingnya Analisis Kebutuhan Pelatihan

  1. Pelatihan menjadi solusi yang kurang tepat dalam mengatasi masalah kinerja karyawan (padahal solusi yang seharusnya dilakukan adalah dengan memberi motivasi karyawan, desain pekerjaan yang benar, komunikasi yang lebih baik tentang kinerja yang diharapkan perusahaan).
  2. Program pelatihan bisa jadi memiliki materi, tujuan dan metode yang keliru.
  3. Peserta pelatihan bisa jadi diikutsertakan mengikuti program pelatihan padahal mereka tidak memiliki keterampilan dasar, ketrampilan yang disyaratkan atau rasa percaya diri mengikuti pelatihan tersebut.
  4. Pelatihan tidak menyampaikan pembelajaran yang diharapkan, perubahan perilaku atau hasil keuangan yang diharapkan perusahaan.
  5. Pemborosan dana untuk program pelatihan  yang kurang diperlukan karena tidak berhubungan dengan strategi bisnis perusahaan.

Analisis Organisasi
Cara pertama untuk mendiagnosis kebutuhan pelatihan adalah melalui analisis organisasi, yang mengidentifikasi apakah pelatihan akan mendukung tujuan stratejik perusahaan, apakah manajer-atasan-karyawan mendukung kegiatan pelatihan, dan apakah sumber-sumber pelatihan itu tersedia. Organisasi harus memperhitungkan sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi persyaratan pelatihan, yaitu : Perubahan staf, perubahan tehnologi, perubahan pekerjaan, perubahan peraturan hukum, perkembangan ekonomi, pola baru pekerjaan, tekanan pasar, kebijakan sosial, aspirasi pegawai, variasi kinerja, dan kesamaan dalam kesempatan

Analisis Tugas (Task Analysis)
Analisis tugas merupakan cara yang tepat untuk menentukan kebutuhan pelatihan yang belum mengenal pekerjaannya. Terutama dalam kaitannya dengan karyawan eselon bawah adalah merupakan hal yang umum untuk mengangkat personalia yang tidak berpengalaman dan kemudian melatihnya, memberikan keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan suatu tugas. Oleh karena itu, pelatihan itu biasanya didasarkan atas analisis tugas – yaitu suatu studi pekerjaan yang terperinci untuk menentukan jenis keterampilan khusus yang diperlukan. Misalnya: tugas pematrian (bagi karyawan perakitan), tugas pewawancara (bagi seorang supervisor).

Pada tingkat grup / pekerjaan, kebutuhan dapat ditentukan oleh analisis pekerjaan (tugas) dan menganalisis kinerja dan produktivitas. Analisis tugas ini akan menentukan pertanggungjawaban dan tugas-tugas dari berbagai pekerjaan tersebut.  Untuk tujuan manajemen dan pelatihan kinerja, harus menentukan kriteria dan standar kinerja dan mengidentifikasi tingkat pengetahuan, keahlian, dan pengalaman yang diperlukan untuk memenuhi standar tersebut.

Analisis Pribadi (Individual Analysis)
Cara ketiga untuk mendiagnosis kebutuhan pelatihan adalah dengan menentukan siapakah yang membutuhkan pelatihan (dengan melihat kinerja saat ini atau kinerja yang diharapkan). Analisis pribadi juga untuk menentukan kesiapan karyawan mengikuti pelatihan yang meliputi: (1) Karakteristik pribadi (kemampuan, sikap, kepercayaan dan motivasi) yang dibutuhkan untuk mempelajari materi program dan menerapkannya dalam pekerjaan, dan (2) Lingkungan kerja yang akan memudahkan pembelajaran dan tidak menghalangi kinerja karyawan.

3 thoughts on “TRAINING 2 : NEEDS ASSESSMENT”

  1. Menurut saya, perusahaan sangat perlu dengan adanya NEEDS ASSESSMENT karena ini sangat membantu perusahaan dalam memenuhi hal apa saja yang dibutuhkan dalam suatu pelatihan.

    Karena bertujuan untuk mencapai hal yang maksimal dalm hal pelatihan yaitu input yang luar biasa untukl perusahaan sendiri maupun peserta.

  2. setuju.. perlu diteliti dahulu kebutuhan pelatihan di suatu perusahaan. agar tidak melenceng dari tujuan yang diharapkan.

  3. Menurut saya NEEDS ASSESsMENT sangat pnting bagi perusahaan
    karena suatu perusahaan bisa mencapai hasil yang maksimum dan karyawan dapat lebih mengerti dalam bidang masing-masing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *