My Little Hudan dan Kejang Demam


Ahmad Hudan Prawira Yudha.. Dia adalah anak saya yang nomor 3, the only boy I have.. Alhamdulillah saya dikaruniai anak yang lucu, sehat, ganteng, cute.. Kata bapaknya sih mirip dia waktu kecil.. (gedenya berarti nggak ya, hehe..). Umurnya saat ini masih 2,5 tahun. Saat berusia 10 bulan dia terkena serangan kejang demam pertama akibat panas tinggi.. Karena saya tidak mempunyai pengalaman sama sekali tentang penanganan kejang demam, maka saya bawa ke UGD salah satu RS swasta di Malang, dan dianjurkan rawat inap. Saya tidak menyangka kalau dia bisa terkena kejang demam karena panasnya hanya 38’C. 6 bulan kemudian dia terkena serangan kejang demam kedua. Saya larikan lagi ke UGD dan dirawat inap. Duh, nelongso banget saat itu.. “Kalau boleh ya Allah, pindahkan saja sakit anakku kepadaku”, doaku saat itu.

Keluar dari RS, Hudan saya terapi dengan pijat alternatif untuk menangani gangguan syaraf otak yang bisa saja terjadi sebagai efek samping kejang demam. Alhamdulillah, ada hasilnya. Walau panas, Hudan tidak sampai setep lagi. Tetapi saya kecolongan juga.. Kemarin pagi setelah sholat subuh, Hudan panas 38’C disertai kaki yang dingin. Degg.. saya mulai cemas. Ini biasanya gejala gak bagus, bisa terjadi kejang demam lagi.. Saya kompres dengan botol air hangat di kakinya, dan kompres air hangat + alkohol di dahinya. Tidak sampai 15 menit setelahnya, Hudan mengalami kejang demam.. Karena sudah berpengalaman, maka saya beri pertolongan pertama dengan memasukkan obat kejang Stezolid di duburnya. Tidak sampai 1 menit, dia menangis, dan nge-fly sekitar 1,5 jam (Stezolid merupakan salah satu obat daftar G karena mengandung obat bius)… Duh gusti, semoga Kau berikan kekuatan dan kesehatan bagi jagoan kecilku ini.. Oleh karena pengalaman serupa yang sering saya alami, maka kali ini saya akan berbagi informasi mengenai kejang demam atau yang lebih dikenal dengan setep. Adapun referensi tulisan ini adalah dari majalah Nakita “Kenali Berbagai Gejala Penyakit”.

Demam, Gejala Umum Suatu Penyakit
Suhu tubuh normal manusia adalah 36,5’C sampai 37,5’C. Jika suhu tubuh mengalami kenaikan hingga melewati batas normal, disebut demam. Batas kenaikan suhu tubuh tsb adalah 37,5’C. Sebenarnya demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh alamiah. Demam terjadi karena ada interaksi dari suatu zat atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Zat asing itu bisa berupa bakteri, virus, parasit, jamur ataupun benda asing. Adanya zat asing membuat tubuh bereaksi untuk melindungi diri darinya.

Langkah-langkah Menangani Demam Anak
1. Ukur suhu tubuhnya
Pengukuran dapat dilakukan di ketiak, mulut atau dubur. Suhu normal di ketiak 37,5’C, di dubur 38’C, di mulut 37,5’C.  Ukur suhu tubuh anak setiap 4 jam sekali.
2. Berikan obat penurun panas
Dianjurkan bila suhunya di atas 38’C. Pada anak dengan riwayat kejang obat penurun panas harus diberikan meski suhu tubuh baru mencapai 37’C. Saat anak mulai panas berikan paracetamol. Bila setelah 5-6 jam panas muncul lagi, atau panas tak juga turun setelah 4 jam minum obat penurun panas, maka berikanlah ibuprofen.
3. Kompres dengan air hangat
Kompres yang diberikan adalah air hangat. Makin tinggi suhu demamnya, makin hangat air kompresnya. Jangan berikan kompres air dingin apalagi alkohol. Cara mengompres, letakkan kompres di tempat yang tepat seperti ketiak, selangkangan, dan leher (BUKAN di kening anak).  Atau bisa juga dengan melepaskan seluruh pakaian anak, kemudian lap sekujur tubuh dengan handuk basah. Ulangi beberapa kali selama 15-30 menit.
4. Segera bawa ke dokter
Jika dalam 1-2 hari demam belum hilang atau hilang-timbul, jika demam mencapai di atas 39’C meski baru sehari, jika demam disertai kejang, gelisah, sesak, kuduk kaku, dan kesadaran mulai terganggu, dan jika anak tampak lemas, sakit, tak mau makan minum.
5. Tempatkan anak demam di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik.
6. Jangan menggunakan selimut/pakaian tebal. Pakaikan yang tipis saja.

Kejang demam (setep)

Disebut kejang demam jika menimpa anak usia 3 bulan – 5 tahun yang mengalami kenaikan suhu tubuh dan tak terbukti mengalami kelainan di kepala. Jika anak kejang tidak disertai demam, serta berusia di bawah 3 bulan, itu tidak masuk kategori kejang demam.

Kejang demam ada 2 kategori yaitu:
1.Kejang demam sederhana : berlangsung singkat.
2.Kejang demam kompleks : berlangsung lebih dari 15 menit. Kejang ini bisa terjadi di bagian tubuh tertentu (fokal), atau berlangsung lebih dari 1x per episode demam (multipel).
Kejang demam lama dan berulang bisa merusak otak dan menyebabkan gangguan kecerdasan, gangguan perilaku (menjadi hiperaktif), atau gangguan intelektual. Pada saat kejang, pasokan oksigen ke otaknya berkurang (hipoksia) sehingga sel-sel otak mengalami kerusakan sehingga membuat fungsi otakpun terganggu.

Semoga bermanfaat… I hope you’ll get well soon, my little boy.. And this scary moment never happened again in your life.. Never come again!!

8 thoughts on “My Little Hudan dan Kejang Demam”

  1. @ reva: tapi jangan berharap anakmu kelak kena serangan kejang demam ini.. bikin sport jantung dan sedih orang tua. beneran!!

  2. Mbak..kalau boleh tau terapi syarafnya dimana ya? Kebetulan saya juga tinggal di Malang..dan ini anak saya baru saja kejang demam untuk kedua kalinya 🙁

  3. sudah kelas 2 sd. Dan sudah tidak kejang demam lagi. Sesuai dengan penjelasan dokter, masa waspada adalah saat usia 0-4 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *