Training 1 : The Role of Trainer/Instructor


Suatu hari saya dan keluarga menonton film bagus berjudul Karate Kid 2 yang dibintangi oleh Jacky Chan dan Jaden Smith (anak dari aktor kondang Will Smith). Ceritanya bermula saat seorang anak Afro-America bernama Dre Parker (Jaden Smith) yang pindah bersama ibunya dari Amerika Serikat ke Cina. Saat berada di Shanghai, Dre memperoleh teman baik dan juga musuh. Nah, musuh inilah yang selalu berusaha menyakiti dan mengintimidasi Dre. Secara tidak sengaja, Dre bertemu Mr. Han (Jacky Chan) yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ledeng di apartemen tempat kediaman Dre dan ibunya. Ternyata Mr Han selain menjadi tukang ledeng, dia juga memiliki latar belakang ilmu karate yang luar biasa. Akhirnya Dre meminta Mr Han sebagai pelatih karate pribadi guna menghadapi musuh-musuhnya. Di akhir cerita, Dre dan musuh tsb dapat menjadi teman, bahkan mereka semua minta agar Mr Han menjadi guru/pelatih karatenya. Sungguh cerita yang cukup bagus karena di dalamnya sarat akan pesan-pesan moral.
Pada tulisan saya kali ini akan membahas mengenai seluk beluk tenaga pelatih yang juga merupakan salah satu kunci keberhasilan suatu pelatihan. Menurut Oemar Hamalik dalam bukunya yang berjudul Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan, pelatih adalah tenaga kependidikan, yang bertugas dan berfungsi melaksanakan pendidikan dan pelatihan. Pelatih adalah orang yang ditugaskan memberikan pelatihan dan diangkat sebagai tenaga fungsional yang disebut Widyaiswara. Peran dan tugasnya itu menuntut persyaratan kualifikasi sebagai pelatih / tenaga kependidikan. Pekerjaan kepelatihan merupakan pekerjaan profesional yang harus dilakukan oleh orang yang telah dipersiapkan sebagai tenaga profesional sehingga dia ahli sebagai pelatih dan memiliki dedikasi, loyalitas dan berdisiplin dalam melaksanakan tugas pekerjaannya.

Dasar profesionalisme pelatih
Tugas dan fungsinya sebagai tenaga kependidikan menuntut kemampuan sebagai tenaga profesional, yaitu kemampuan profesional, kemampuan kepribadian dan kemampuan kemasyarakatan. Kemampuan ini mengandung aspek pengetahuan, ketrampilan, sikap dan pengalaman lapangan. Menurut Robert Mathis dalam bukunya Human Resource Management, persyaratan ini menyebabkan setiap pelatih harus mempelajari dan menguasai :
a. Pengetahuan yang memadai dan mendalam dalam bidang keilmuan atau studi tertentu.
b. Kemampuan dalam bidang pendidikan dan keguruan (berkenaan dengan proses pembelajaran berupa teori, praktek dan pengalaman lapangan).
c. Kemampuan kemasyarakatan (kemampuan berinteraksi dalam kehidupan antara manusia dan masyarakat baik di lingkungan lembaga pelatihan maupun masyarakat luas).
d.Kemampuan kepribadian.

Pada prinsipnya seorang pelatih bertanggung jawab atas penyampaian materi latihan serta hasil yang diperolehnya. Ia wajib melaporkan semua kegiatan latihan kepada Training Director, termasuk hasil penilaian atas peserta. Apabila dijabarkan, tugas utama seorang pelatih antara lain :
a. Mengajar secara teratur di kelas latihan
b. Mengevaluasi hasil yang dicapai setiap peserta latihan dan melaporkannya kepada   Training Director
c. Memberikan catatan-catatan kepada peserta.
d. Menyiapkan bahan-bahan dan peralatan pelatihan
e. Membantu manajer mengembangkan serta mengarahkan para peserta.

Peranan pelatih
Menurut Moekijat dalam bukunya Latihan dan Pengembangan SDM, peranan seorang pelatih/trainer adalah sebagai berikut:
a. Sebagai pengajar
b. Sebagai pemimpin kelas
c. Sebagai pembimbing
d. Sebagai fasilitator
e. Sebagai peserta aktif
f. Sebagai ekspeditor
g. Sebagai perencana pembelajaran
h. Sebagai pengawas
i. Sebagai motivator
j. Sebagai evaluator
k. Sebagai konselor
l. Sebagai penyelidik sikap dan nilai.

Faktor-faktor dalam memilih pelatih
Pelatih merupakan salah satu ujung tombak sukses tidaknya suatu pelatihan. Jika pelatih dapat menyampaikan materi dengan baik dan maksimal, maka pesertapun dapat menerima materi tersebut dengan baik pula, dan diharapkan dapat mengaplikasikannya dalam pekerjaan sehari-hari (atau yang lebih dikenal dengan nama transfer of training). Oleh karena itu perlulah diketahui apa saja faktor-faktor yang diperhatikan dalam memilih pelatih. Adapun menurut Moekijat, faktor-faktor tsb adalah:
a. Personality factors (faktor kepribadian).
b. Educational factors (faktor pendidikan)

c. Age and physical requirements (faktor umur dan keadaan fisik).

d. Work experience (faktor pengalaman)

Pengadaan dan penyiapan pelatih
Pada perusahaan-perusahaan besar terdapat bagian khusus yang disebut Bagian Latihan (Training Department) yang dikepalai oleh seorang Kepala Bagian Latihan (Training Director). Sebelum latihan dilaksanakan, Training Director bertugas menentukan pelatih yang akan melatih para tenaga kerja baru. Bagi perusahaan-perusahaan yang tidak mempunyai pelatih sendiri, hal ini dapat diserahkan pada lembaga-lembaga pendidikan dan latihan yang khusus menyediakan untuk keperluan tersebut. Misalnya : lembaga pendidikan manajemen, lembaga pendidikan dan latihan teknik atau komputer, dll
Penyiapan tenaga pelatih merupakan bagian dari program pengadaan pelatih untuk mengisi kebutuhan lembaga atau balai pelatihan.
Alternatif mana yang dipilih sudah tentu berdasarkan pertimbangan dan kebijaksanaan pimpinan dari balai pelatihan bersangkutan, dilihat dari segi efisiensi dan efektivitas, serta kemampuan dan kesempatan yang tersedia pada masing-masing lembaga pelatihan yang berkepentingan.

5 thoughts on “Training 1 : The Role of Trainer/Instructor”

  1. pelatihan dengan cara mengambil dalam kegiatan yang kita lakukan sehari-hari bisa merupakan suatu cara yang cukup bagus dalam melatih seseorang, conthnya seperti dalam film yang ibu ceritakan di atas.
    dengan tidak kita sadari hal tersebut bisa membuat kita menjadi ahli/terlatih.

  2. Memang btul tanpa pelatih atau guru kita tidak mungkin menjadi orang yang ahli8 dlam suatu bidang yang di tekuni seperti dlam film “Karate Kid” ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *