Keistimewaan hak pekerja wanita dilihat dari UU Ketenagakerjaan RI

Tak dapat dipungkiri bahwa wanita memiliki kedudukan dan peran penting dalam pembangunan nasional. Paradigma kesetaraan jender sekarang menempatkan kaum wanita memiliki kedudukan dan peran yang tidak kalah dengan kaum pria. Jaman sekarang ini banyak sekali kaum wanita yang memiliki pekerjaan baik di sektor formal maupun informal. Pekerjaan yang dulu hanya dipegang oleh para pria, sekarang sudah banyak dilakukan oleh wanita. Menjadi anggota legislatif, sopir, tukang parkir, penerbang, bankir, pengusaha, tentara, polisi, dan lain-lain.

Wanita juga memiliki tenaga yang luar biasa besarnya.. Selain menjadi pekerja/karyawan, di rumah juga menjadi seorang ibu dan istri yang mengurus seluk beluk masalah intern rumah tangga.. Makanya tak heran jika sampai ada pepatah yang mengatakan “Surga ada di bawah telapak kaki ibu”, saking teramat berarti dan pentingnya peran wanita dalam berbagai sektor. Berdasarkan pengalaman pribadi banyak teman, dan juga pengalaman pribadi saya sendiri, ditinggal pergi/meninggal seorang ayah tidak seberat ditinggal pergi/meninggal seorang ibu.. Beneran!

Di Indonesia terdapat Undang-undang Ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003 yang memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja untuk menjamin hak-hak dasar pekerja, dan menjamin kesamaan kesempatan serta perlakuan tanpa diskriminasi atas dasar apapun untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya dengan tetap memperhatikan perkembangan kemajuan dunia usaha. Perlindungan terhadap tenaga kerja wanita khususnya diatur dalam pasal 76-84.

Pasal 76:
Pekerja perempuan berumur di bawah 18 tahun dilarang dipekerjakan antara jam 23.00 – 07.00.
Pengusaha dilarang mempekerjakan wanita hamil yang menurut keterangan dokter membahayakan kesehatan dan keselamatan diri maupun kandungannya jika bekerja antara jam 23.00 – 07.00.
Pengusaha yang mempekerjakan wanita antara jam 23.00 -07.00 WAJIB :
a. Memberi makanan dan minuman bergizi.
b. Menjaga keamanan dan kesusilaan di tempat kerja.
c. Wajib menyediakan angkutan antar jemput bagi pekerja wanita yang berangkat dan pulang kerja antara jam 23.00 – 05.00

Pasal 81:
Pekerja perempuan dalam masa haid, merasa sakit dan melapor pada pengusaha, TIDAK WAJIB bekerja pada hari 1 dan 2 pada waktu haid.

Pasal 82:
Pekerja perempuan berhak cuti 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan menurut perhitungan dokter / bidan.
Pekerja perempuan yang mengalami keguguran berhak cuti 1,5 bulan sesuai surat keterangan dokter / bidan.

Pasal 83:
Pekerja wanita yang anaknya masih menyusui harus diberi kesempatan untuk menyusui anaknya jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerja.
Pasal 84:
Setiap pekerja wanita yang menggunakan hak waktu istirahat sesuai pasal 79, 80 dan 82 berhak mendapatkan upah penuh.

Nah, dari banyaknya hak istimewa yang didapatkan seorang wanita bekerja, maka bukanlah halangan bagi kaum wanita untuk ikut juga berpartisipasi dalam pembangunan nasional.. Banyak manfaat yang bisa dipetik jika wanita bekerja. Selain dapat menambah jaring pertemanan (network) dan sosialisasi, menambah wawasan, menambah ketrampilan, kemandirian finansial, dan dapat menambah pendapatan sampingan selain dari pendapatan suami..

15 thoughts on “Keistimewaan hak pekerja wanita dilihat dari UU Ketenagakerjaan RI”

  1. saya sangat setuju kalau hak-hak istimewa atas pasal2 yang ditujukan oleh para perempuan ituw, karena para perempuan ituw memiliki banyak keterbatasan cntoh: hamil, haid, keguguran dan lain2…..dan semua hal itu membutuhkan waktu untuk memulihkan nya yang kemudian baru bisa untuk bekerja kembali…….

    dan saya juka setuju atas ungkapan
    “surga di telapak kaki ibu”
    karena saya juga mempunyai seorang ibu yang bener2 berkerja keras untuk mendidik anak2nya dan merawat keluarganya demi kemajuan keluarga untuk masa depannya…….

  2. setuju arief… wah, saya jadi inget almarhumah ibu saya.. she’s a strong and taugh women for us.. their children.. she’s a hero for us.. hiks.hiks..

  3. saya sangat setuju sekali,sekarang memang tidak lagi pria yang dominan dlm pekerjaan.. karena wanita jga punya banyak kemampuan yang tidak dimiliki oleh pria…. apalagi d zaman modrn ini,, susahnya untuk menghidupi keluarga… sehingga wanita skarang jga ikt bekerja… maju terus wanita INdonesia ;p

  4. NPK : A.2010.1.31344
    Saya sangat setuju dengan adanya UU tersebut, membantu perkembangan wanita dalam berkarir.
    Kemampuan yang dimiliki wanita tidak kalah hebatnya dengan pria.. hehehe..
    Tapi bukan berarti pria menggantungkan pada kemampuan wanita saja dalam bekerja, namun harus menjadi motivasi baru bagi para pria, saling bekerja sama tentunya dapat menjadikan hasil yang baik.. ^^

  5. wah… kompakan nie
    Memang sih zaman sekarang wanita sudah d sejajarkan dengan pria dalam hak dan kewajiban akan tetapi wanita selalu mempunyai rasa simpatik yang begitu tinggi dan sifat sensitif yang merupakan kelmehannya

  6. mo nanya nih mbak Rina cuti hamil dibatasin nggak misalnya seperti yang dijamsostek hanya sampai anak ke 3, terus anak ke empat dapat hak cuti hamil(cuti melahirkan 1,5 bulan setelah dan sesudah )
    terima kasih sebelumnya.

  7. @eko riyadi: setau saya untuk cuti hamil itu tidak dibatasi sampai jumlah anak keberapa. Karena itu merupakan hak asasi manusia untuk hamil dan melahirkan. Dan itu perlu masa istirahat 1,5 bulan sebelum dan 1,5 bulan sesudah. Tetapi untuk santunan anak, memang dibatasi sampai anak ketiga. JAdi anak keempat dst tidak diberi tunjangan anak. Tks..

  8. klo dibaca, udah enaak bgt ya. tapi kok pada kenyataan yg didepan mata dan terjadi sama saya gak senyaman itu ya. padahal saya bekerja di kantor pemerintahan.

  9. @wikan ayu: terkadang apa yang di teori tidak sesuai dengan di lapangan..itulah hidup.. itulah Indonesia.. masih banyak yang perlu dibenahi terutama peran wanita di sektor pekerjaan informal.

  10. @ivo: memang tidak saya bahas di sini, karena kalo berbicara suami yang meninggal topiknya sudah beda. Itu masuk dalam tema PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA. Terima kasih atas atensi dan komennya. Hal ini mendorong saya untuk menulis artikel mengenai pertanyaan Anda ini.. Tunggu jawabannya di artikel saya mendatang ya..

  11. Saya berharap seperti itu, banyak yg tidak mengetahuinya. Contohnya dikantor saya, pdhl saya sedang hamil 3 bln 2 minggu dan sedang bedrest krn flek, malah diberi beban kerja yg lebih berat dr sebelumnya.

  12. Iya.. banyak perusahaan yang belum menerapkan sepenuhnya UU ketenagakerjaan tersebut. Padahal secara hukum sudah diatur resmi oleh pemerintah. Dilema ya mbak..

  13. Bgmn halnya jika ad wanita hamil diharuskan bekerja pada mlm hari terlebihnya 3 shift shift 1 jam 7:00 SHIFT 2 15:00 – 23:00 SHIFT 3 23:00 – 07: 00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *