Waspadalah! Kecelakaan kerja bisa terjadi kapan saja…

Sebelum bekerja menjadi dosen STIE Malangkucecwara Malang, saya pernah bekerja di sebuah perusahaan manufaktur tisu di Surabaya. Saat mengunjungi lokasi pabrik di daerah Sukorejo Pasuruan untuk melakukan kunjungan kerja, saya sempat melihat-lihat bagian produksi. Ketika sedang berbincang-bincang dengan salah satu mandor pabrik, secara tidak sengaja saya melihat tangannya dan haah… dua jarinya putus! Katanya kena mesin pemotong tisu yang memang bentuknya besar dan kecepatan memotongnya super.. Hiii….

Pengalaman lain adalah saat kakak ipar saya (perempuan) jatuh dari lantai 15  kondominium setengah jadi di Jakarta saat melakukan inspeksi kerja. Kebetulan dia bekerja sebagai staf salah satu kontraktor Singapura. Kakak saya langsung meninggal di tempat. Padahal baru saja menikah 2,5 tahun lalu dan anaknya baru berumur 1 tahun.. Menurut cerita saat melakukan inspeksi, entah kenapa dia mengunjungi suatu ruangan, dimana teman-temannya malah mengunjungi ruangan lain. Secara tak sengaja dia menginjak triplek di lantai, yang ternyata itu adalah lubang lift yang belum jadi. Tanpa ada tanda peringatan atau tanda lainnya di triplek tsb. Langsung saja kakak ipar saya meluncur bebas ke bawah. Hari berkabung nasional bagi keluarga saya..

Waktu menunggui salah satu teman di UGD RS swasta di Malang, datanglah sebuah taxi yang berhenti pas di depan ruang UGD. Ternyata di dalamnya adalah seorang tukang yang mukanya terkena gerinda (alat pemotong lantai). Dia adalah kuli di salah satu proyek pembangunan apartemen di Malang yang saat ini sedang dalam proses membangun. Kasus yang masih hangat di benak kita adalah saat seorang polisi di Jakarta yang berusaha menjinakkan bom buku tanpa menggunakan alat pengaman apapun. Meskipun maksudnya baik, tetapi prosedur kerja yang dilakukan menyalahi aturan karena dia bukanlah anggota tim Gegana. Apa yang terjadi? Tangannya langsung putus, diamputasi, dan memakan korban lainnya.

Apa itu program keselamatan dan kesehatan kerja?
Salah satu aspek yang merupakan cakupan Manajemen Sumber Daya Manusia adalah melakukan maintenance (pemeliharaan), yang salah satunya adalah program keselamatan dan kesehatan kerja. Menurut Byars & Rue dalam bukunya Human Resource Management, keselamatan (safety) adalah perlindungan terhadap karyawan dari bahaya yang disebabkan karena kecelakaan kerja. Sedangkan kesehatan (health) adalah kebebasan pekerja dari sakit fisik dan emosional. Keselamatan dan kesehatan kerja (KKK) akan menciptakan terwujudnya pemeliharaan karyawan yang baik. KKK ini harus ditanamkan pada diri masing-masing individu karyawan, dengan penyuluhan dan pembinaan yang baik agar mereka menyadari pentingnya keselamatan kerja bagi dirinya maupun untuk perusahaan. Apabila banyak terjadi kecelakaan, karyawan banyak yang menderita, absensi meningkat, produksi menurun, dan biaya pengobatan semakin besar. Ini semua akan menimbulkan kerugian bagi karyawan maupun perusahaan ybs, karena mungkin karyawan terpaksa berhenti bekerja sebab cacat dan perusahaan kehilangan karyawannya.

Hal inilah yang mendorong pentingnya KKK ditanamkan pada diri para karyawan, bahkan perlu diberikan hukuman bagi karyawan yang tidak memakai alat-alat pengaman (seperti masker, sarung tangan, tutup mulut dan hidung) saat bekerja. KKK ini merupakan tindakan kontrol preventif yang mendorong terwujudnya pemeliharaan karyawan yang baik.

Landasan hukum program kesehatan dan keselamatan kerja.
Di Indonesia, KKK diatur dalam UU Ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003 pasal 86-87. Setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas: keselamatan dan kesehatan kerja, moral dan kesusilaan, serta perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama. Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan.

Bagaimanakah program KKK di negara lain (khususnya AS)?
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di AS, tingkat kecelakaan kerja di industri per 100 orang pekerja full-time adalah: bidang transportasi dan peralatan berat (18,6%), industri logam (16.5%), industri makanan (16.3%), industri barang-barang logam (15.8%), industri kayu (14.9%), furnitur (13.9%), dan barang tahan lama (12.8%). Program KKK yang dilakukan di AS bertujuan untuk: menciptakan lingkungan fisiologis dan perilaku yang mendorong terwujudnya keamanan kerja, serta membangun dan memelihara lingkungan kerja yang aman secara fisiologis.

Adapun alasan mengapa pihak manajemen mendukung program KKK adalah :
1.    Personal loss (mengurangi keluarnya karyawan)
2.    Financial loss to injured employees (mengurangi kerugian karena adanya pekerja yang terluka)
3.    Lost productivity (mencegah berkurangnya produktivitas)
4.   Higher insurance premiums (menekan premi asuransi yang besar)
5.    Possibility of fines and imprisonment (meningkatkan rasa aman)
6.    Social responsibility (tanggung jawab social)

Program kesehatan dan keselamatan kerja yang diterapkan di AS
1.   Cumulative Trauma Disorders (CDT) :
Banyak berhubungan dengan trauma dalam penggunaan komputer dalam jangka waktu lama (misalnya: cedera di punggung atau lengan atas).
2.  Workplace and domestic violence
Berkaitan dengan kecelakaan mobil dan pembunuhan.

3.  Wellness program

Untuk mencegah penyakit kronik mayor (serangan jantung, kanker, stroke), dilakukan   kegiatan manajemen stress.
4. Physical Fitness Programs
5. Alcohol and Drug Abuse Programs
6. Employee Assistance Programs (EAPs)
Pendekatan menyeluruh yang dilakukan perusahaan terhadap karyawan yang memiliki sejumlah masalah, misalnya: masalah perkawinan dan keluarga, kesulitan keuangan, stress, gangguan emosional atau mental, dll).
7. Smoking in the workplace
Biasanya dilakukan larangan merokok di tempat kerja, karena berhubungan dengan kesehatan keuangan perusahaan (dapat meningkatkan pembayaran premi asuransi, tingginya tingkat absent dan kerugian produktivitas).
8. AIDS in the workplace
Untuk mengatasi ketakutan karyawan lain, pihak manajemen harus mendidik semua karyawan mengenai penyakit ini, dan memberikan pemahaman bahwa AIDS tidak dapat ditularkan melalui kontak seksual (mengingat di AS merupakan salah satu Negara yang menganut paham kehidupan bebas).

Dari gambaran di atas, dapat dibandingkan bagaimana penerapan program KKK di Negara kita dengan Negara maju lain (AS). Banyak sekali hal-hal yang perlu pemerintah Indonesia contoh, karena sebenarnya manusia merupakan aset penting dan utama bagi suatu perusahaan dan suatu negara. Oleh karenanya perlu diberikan perhatian yang serius terhadap pengembangan program KKK di Indonesia.
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat…..

9 thoughts on “Waspadalah! Kecelakaan kerja bisa terjadi kapan saja…”

  1. banyak perusahaan saat ini yg mengabaikan keselamatan kerja bagi karyawanya, tp menurut saya program KKK seharusnya sejak lama di berlakukan di indonesia ini. karena pemerintah saat ini jika belum ada korban mereka juga tidak segera bertindak.

  2. saya setuju dengan di adakannya progam kkk ini,karena sangat berguna bagi keselamatan para karyawan yang bekerja di suatu perusahaan yang menggunakan mesin-mesin.Dan kalo misalkan sudah di adakan progam ini karyawan tetap melanggarnya ya itu sudah resiko dari masing-masing pekerja secara individu.Sebab progam ini untuk menjaga keselamatan para karyawan-karyawan yang biasanya menganggap remeh dengan apa yang di kerjakan.

  3. saya juga ikut setuju bu sama teman-teman di atas.Kalau tidak di adakan progam kkk ini karyawan bisa seenaknya sendiri.Dengan di adakan progam ini karyawan lebih bisa menjaga fisiknya secara individu.

  4. @ all : gimanapun nyawa manusia tidak terbayarkan oleh uang berapapun. Makanya, perusahaan harus benar2 aware thd masalah ini. karena tenaga kerja masih merupakan ujung tombak utama bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan.

  5. baru masuk 1 minggu, masih training, terkena musibah terjepit lift. apakah berhak meminta ganti rugi/pertangung jawaban? di rumah sakit pake bpjs kesehatan di tolak dan biaya di tanggung korban dng alasan harus pake jamsostek/bpjs ketenaga kerjaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *