Saya sering mendapat banyak pertanyaan dari mahasiswa tentang bagaimana menganalisa saham, apakah harus menggunakan fundamental analysis, atau technical analysis. Untuk menjawabnya, saya ingat seorang pakar di financial market yang bicara bahwa broker dalam membuat keputusan lebih banyak dipengaruhi oleh guts (keberanian), sedangkan fundamental and technical analysis hanya sebagai “asesoris” saja. Tetapi William J. O’Neil mengatakan sebaliknya yaitu keduanya, fundamental dan technical analysis adalah penting supaya investasi kita sukses. Inilah jurus O’Neil yang ke 4 dari 24 essential lessons for investment success.

Menurut pengalaman O’Neil, kita harus mempertimbangkan kedua analysis ini. Fundamental untuk melihat informasi tentang kualitas perusahaan, sedangkan technical untuk melihat bagaimana “performance” saham di pasar. Kita harus menggunakan fundamental analysis pada waktu pertama kali kita akan memilih saham perusahaan apa yang harus kita beli.

Profit merupakan faktor utama yang mempengaruhi harga saham. Oleh karena itu, disarankan untuk membeli saham yang menunjukkan “earning improvement” yang konsisten. Dengan kata lain, perusahaan yang penjualan, dan profit margin-nya meningkat, dan yang mempunyai return on equity yang tinggi. Jadi, earning per share (pendapatan bersih setelah pajak/jumlah saham yang beredar) dapat digunakan sebagai indikator “growth dan profitability”. Menurut pengamatan dan pengalaman O’Neil, tiga dari empat “the biggest winners” merupakan “growth stock”, yaitu saham dari perusahaan yang earning per share tahunan-nya mencapai rata-rata 30% atau lebih selama tiga tahun berturut-turut. Karena itu pilih saham yang mempunyai earning per share tahunan sebesar 30% atau lebih selama tiga tahun.

Bagaimana dengan perusahaan yang baru saja go public (IPO)? Dalam kasus ini, disarankan untuk melihat prospectus perusahaan pada waktu masih private (belum go public). Pilih perusahaan yang mempunyai earning triwulanan sebesar 50% atau lebih selama 6 triwulan berturut-turut, dan bandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya.

Fundamental faktor apalagi yang harus dilihat? O’Neil mengatakan penjualan yang meningkat dalam beberapa triwulan, atau penjualan meningkat sebesar 25% bisa lebih dari triwulan yang sama tahun sebelumnya. Dia juga lebih cenderung memilih perusahaan nomor satu di bidangnya dilihat dari penjualan, earnings growth, profit margin, dan return on equity.

Return on equity (ROE) sebagai indikator kinerja keuangan perusahaan, yaitu untuk mengukur apakah perusahaan ini efisien. O’Neil melakukan studi yang mengatakan sebagian besar “big winners” mempunyai ROE sebesar 20% atau lebih. Bahkan banyak dari mereka yang baru saja melakukan IPO, dan kebanyakan dari big winners merupakan perusahaan yang mempunyai “management ownership”, yaitu manajemen yang mempunyai saham dalam jumlah tertentu.

Faktor apalagi yang harus kita lihat selain fundamental? Perusahaan harus mempunyai ke-unik-an atau exceptional new product/service yang superior. Kita harus tahu dan mengerti produk perusahaan. Selain itu, kita disarankan untuk memilih saham yang mempunyai “strong institutional sponshorship” dan biasanya dalam “leading industry group”. Hal ini bisa kita lakukan dengan cara observasi saham-saham perusahaan apa yang dibeli oleh mutual funds, bank dan institusional investor. Mereka biasanya melakukan analisa fundamental yang mendalam sebelum membeli saham.

Bagaimana dengan technical analysis? technical analysis merupakan studi tentang pergerakan pasar, biasanya dengan menggunakan chart. Chart analysis menggunakan pergerakan harga saham dan volume sebagai indikator utama dan sebagai alat untuk melihat supply dan demand suatu saham. O’Neil menyarankan untuk menggunakan chart harian atau mingguan. Dengan begini kita bisa melihat jika saham pergerakannya normal atau abnormal; jika saham dalam keadaan akumulasi (profesinal buying) atau tidak; apakah waktu yang tepat untuk membeli atau menjual. Sebagian dari sistem ini juga mengajarkan kita untuk dapat mengidentifikasi “price patterns”, dan memprediksi harga saham.

The best institutional investors menggunakan kedua analysis diatas dalam memutuskan pembelian. Jadi kesimpulannya, kombinasi fundamental dan technical analisis merupakan hal yang penting untuk digunakan dalam memilih “winning stocks”.

Fundamental Analysis or Technical Analysis?
Tagged on:                 

7 thoughts on “Fundamental Analysis or Technical Analysis?

  • January 29, 2011 at 1:02 pm
    Permalink

    Kombinasi fundamental dan technical analysis membuat keputusan jd lebih siip ya bu . . .

    Happy blogday !

  • January 29, 2011 at 1:15 pm
    Permalink

    Wah rajin banget, barusan upload sudah terbaca oleh panjenengan hehehe. Ngeblog juga nih yee

  • February 9, 2011 at 11:00 am
    Permalink

    ada yg bilang analisa fundamental digunakan untuk memprediksi pergerakan suatu saham di masa mendatang untuk digunakan sebagai analisa longterm, sedangkan analisa Teknikal digunakan untuk melihat historical movement dari market di masa yang lalu yang dapat digunakan sebagai acuan analisa karena ada anggapan History repeated itself dan biasanya digunakan untuk periode shortem.

  • February 10, 2011 at 9:06 am
    Permalink

    @afwan. Thanks for the comment. Basically, pelajaran ke 4 dari O’Neil ini mengatakan bahwa kombinasi Fundamental dan technical analysis digunakan untuk memilih “winning stock”. Fundamental analysis untuk membantu kita memilih stock yang mempunyai kualitas tinggi, sedangkan technical analysis untuk membantu kita memutuskan kapan kita beli/jual. Tunggu lessons berikutnya dari O’Neil, masih ada 20 lessons lagi lho.

  • February 18, 2011 at 8:43 pm
    Permalink

    analisa teknikal untuk mengetahui tren sementara,analisa fundamental dan di suport dengan rumor pasar terbaru akan menjadi kan tren longterm,jadi apabila mau melakukan transaksi harus benar bisa mengetahui kondisi semua tersebut dg jelas,juga di dukung dg kekuatan secara psikologis,dg maksimalkan modal untuk mendapat keuntungan maksimal.dan apabila sebelum menemukan tren berubah kita harus memiliki kekuatan mental dalam menjaga posisi transaksi nya..GOOD LUCK

  • February 26, 2011 at 9:56 pm
    Permalink

    Seperti yang kita ketahui bersama, trading saham tanpa mengetahui analisa berarti kita melakukan perjudian di dalamnya. Dan jelas, dengan perjudian maka akan berujung pada kerugian. Sayangnya peristiwa seperti ini bukan saja dialami beberapa pemain pemula dalam dunia saham. Ada yang telah mengalami loss puluhan sampai ratusan juta baru menyadari tanpa analisa yang baik maka perdagangan saham sama dengan perjudian.

    Itulah sebabnya kami berusaha menekankan pentingnya analisa dalam bertrading saham. Tanpa itu, jangan berharap kita akan memperoleh keuntungan dalam jangka panjang. Kalau pun memperoleh keuntungan, biasanya karena faktor luck dan tidak akan bertahan lama. Dalam hitungan minggu hingga bulan, seluruh dana kita biasanya ludes karena faktor minimnya pengetahuan analisa.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa mengetahui analisa terhadap pergerakan harga merupakan hal yang mutlak/harus diketahui oleh para pemain saham.
    Secara garis besar, analisa dalam saham dibagi menjadi dua cara, yaitu analisa Fundamental dan analisa Teknikal. Keduanya berpijak pada asumsi yang berbeda satu sama lain.

    Analisa Teknikal terdiri dari:
    1. Elliot Wave
    2. Fibonacci Sequence
    3. Indicator
    – Trend Indicators
    – Ocillator
    – Volume Indicators

    Analisa Fundamental terdiri dari:
    1. Economic News
    2. Politics
    3. Security Issue

    Analisa Teknikal
    Berbeda dengan analisa fundamental, analisa teknikal beranjak pada pemikiran bahwa pergerakan harga dapat diprediksi dari masa lalu. Artinya, dengan sederet data pergerakan harga dimasa lalu, kita dapat memprediksi pergerakannya dimasa yang akan datang. Sesuatu yang sangat tidak masuk akal menurut para analis fundamental. Dasar perhitungan dalam analisa teknikal sebenarnya adalah matematika yang sebagian besar diantaranya adalah statistik dan ilmu chaos theory (pattern recognition). Jadi memang mengambil pendekatan secara eksak. Dengan demikian hasil yang diperoleh pun dapat berupa angka yang eksak dan pasti. Sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh analisa fundamental. Beberapa analis teknikal bahkan mengatakan demikian: “Technical analysis is a cheat trading”.

    Jika demikian, apakah analisa teknikal lebih baik dibandingkan analisa fundamental? Jawabannya adalah “Tidak.” Ingat, bahwa berita fundamental yang melahirkan analisa fundamental adalah penggerak yang sebenarnya dari market, bukan teknikal analysis. Menurut kami, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Analisa teknikal dikenal karena faktor eksak dan dapat diterapkan pada setiap metode trading (day trading, weekly bahkan monthly sampai yearly). Analisa fundamental dikenal karena dapat memprediksi pergerakan signifikan dan mendadak yang memang disebabkan oleh keluarnya berita yang penting. Berikut kami sarikan kelemahan kedua-duanya.

    Kelemahan pada Analisa Fundamental
    1. Butuh waktu untuk memperoleh informasi.
    2. Seringkali bersifat subyektif karena melibatkan banyak pendapat orang. Lebih cocok diterapkan pada long term period trading.

    Kelemahan pada Analisa Teknikal
    1. Memerlukan banyak data untuk menunjang akuratnya prediksi.
    2. Sangat bergantung pada kemampuan chartist. Tiap chartist memiliki metode yang berlainan dan masing-masing belum tentu cocok diterapkan satu sama lain. Sulit diterapkan pada pasar yang tidak efisien.

    Kembali seputar analisa teknikal, seperti yang di sebutkan di atas analisa teknikal dibagi menjadi 3 besar yaitu indikator, fibonacci sequence, dan Elliot Wave Trading.

    Indikator merupakan sederet formula yang diciptakan berdasarkan ilmu statistik dan digunakan untuk memprediksi trend, titik support, ressistance maupun jenuh beli dan jenuh jual. Sedangkan fibonacci sequence dan Elliot wave mendasarkan analisanya pada pattern recognition berdasarkan pola bilangan maupun bentuk grafik yang ada. Terdapat lebih dari 50 jenis indikator yang dapat Anda pelajari dalam analisa teknikal, 11 pola Elliot wave standar (belum termasuk turunan yang dikembangkan perorangan maupun trading research lab atau komunitas tertentu lainnya). Sedangkan fibonacci sequence mendasarkan perhitungannya pada deret fibonacci yang banyak digunakan untuk menghitung pergerakan benda acak yang memiliki pola tertentu (seperti pergerakan harga saham).

    Analisa Fundamental
    Jika Anda pernah mendengar di televisi mengenai kenaikan harga minyak dunia atau keputusan Bank Sentral Amerika, The Fed untuk menaikkan suku bunganya, itulah yang disebut berita fundamental.

    Berita-berita tersebut sangat mempengaruhi pergerakan harga pada market dan sangat besar pengaruhnya terhadap portfolio seorang investor dalam dunia saham. Analisa yang bersandar pada berita-berita tersebut dinamakan analisa fundamental.

    Analisa fundamental berpendapat bahwa harga bergerak karena adanya berita dan kebijakan pemerintah, serta respon balik pasar terhadap berita yang dikeluarkan. Kenyataannya berita-berita fundamental seperti inilah yang menggerakan harga dalam pasar saham. Setiap berita yang akan, maupun yang telah muncul memberikan reaksi timbal balik terhadap para trader yang berakibat perubahan harga. Maksudnya, berita yang muncul dapat membuat perubahan terhadap harga mata uang negara yang bersangkutan. Perubahan ini juga pada akhirnya mendorong pemerintah sebagai pemegang otoritas moneter menentukan kebijakan ekonomi sehingga muncul berita fundamental baru berikutnya dan demikian seterusnya.

    Bagi seorang analis fundamental, kecepatan, keakuratan berita dan kemampuan meramal (forecasting) reaksi pasar terhadap berita yang dikeluarkan merupakan komponen vital yang mutlak harus dimiliki. Tanpa adanya faktor diatas, sulit bagi seorang analis fundamental memanfaatkan berita yang ada guna memperoleh profit.

    Jadi, kecepatan memperoleh berita sangat penting disini. Begitu juga sumber berita yang Anda dengar. Tidak masalah berita yang Anda dengar tidak valid sepanjang market mempunyai persepsi yang sama dengan Anda. Ukurannya adalah market, bukan pada benar salahnya berita.
    Dalam dunia saham terdapat lebih dari 50 jenis berita fundamental yang dikeluarkan oleh tiap-tiap negara dan masing-masing berita memiliki efek yang berbeda terhadap pergerakan harga.

    Dasar penganalisaan secara Fundamental adalah informasi/berita (news) yang berasal dari :
    1. Instansi Resmi/Pemerintah
    2. Media cetak/elektronik
    3. Perorangan
    Sesuai dengan sumbernya, maka metode Fundamental bersifat subyektif, tergantung derajat kepercayaan Investor/Konsultan kepada sumber berita tersebut.

    Sifat berita Fundamental dikelompokan menjadi dua yaitu
    1. Berita Permintaan bersifat BULLISH
    Bullish berasal dari kata ‘bull’ (sapi jantan); sifat tersebut menggambarkan gerakan harga pasar terlihat seolah-olah akan turun, namun sebenarnya akan naik (mirip gerakan sapi jantan menanduk musuhnya, yaitu menanduk, lalu dilemparkan ke atas).
    Contoh berita bersifat Bullish dari Reuter/media cetak :
    – Cuaca buruk/storm/unfavourable,
    – 3 – 6 conseccutive (berturut-turut) days up/firmer (menguat)
    – Triggered Buying, Bottomside/bottomout , Buying Power, dll

    2. Berita Penawaran/Supply bersifat BEARISH
    Bearish berasal dari kata ‘bear’ (beruang); sifat tersebut menggambarkan gerakan harga pasar terlihat seolah-olah akan naik, namun sebenarnya harga akan turun (mirip gerakan beruang mencengkeram mangsanya, yaitu mengangkat lalu dibanting).
    Contoh berita bersifat Bearish dari Reuter/media cetak:
    – Cuaca baik/favourable,
    – 3-6 consecutive days down/easier (melemah)
    – Lack of Demand (Kekurangan Permintaan)
    – Triggered Selling, Topside capped (Puncak sudah tercapai), Harvesting
    – Selling Power, Ample of stock (Stok melimpah),dll.

    Faktor-faktor yang mempengaruhi analisa secara fundmental
    1.Analisa:
    – Ekonomi
    – Politik
    – Keamanan (global, regional, Negara)
    2.Penentu:
    – Kecepatan memperoleh informasi
    – Sumber informasi
    – Pengolahan informasi & forecasting (ramalan)

    salam hormat saya Bu, saya Alumni STIE Malangkucecwara Malang , alumni 1999, saat ini sdg menyusun Program Doktor di universitas Negeri Yogyakarta.

  • April 10, 2012 at 11:11 pm
    Permalink

    I savor, cause I discovered exactly what I used to be having a look for. You have ended my four day long hunt! God Bless you man. Have a great day. Bye

Comments are closed.