Judul diatas adalah lesson 2 dari William J. O’Neil mengenai 24 lessons untuk menjadi investor yang sukses. Lesson 1 sudah dijelaskan minggu kemarin. Bill O’Neil mengatakan bahwa lesson 2 ini merupakan step pertama untuk mulai berinvestasi. Ada beberapa issue yang harus diperhatikan oleh investor pemula dalam memulai investasinya.

Issue 1: are sometimes better than others to start investing? kira-kira artinya apakah ada hari baik (hari tertentu) untuk mulai berinvestasi? O’Neil mengatakan bahwa semua waktu adalah baik. Untuk belajar dan benar-benar mengerti bagaimana beinvestasi rata-rata membutuhkan waktu dua tahun. Jadi lebih baik memulainya sekarang, semakin menunda semakin lama waktu yang kita butuhkan untuk benar-benar mengerti tentang investasi, dan biasanya kita bilang “kalau dari dulu aku ….”. Jangan menunda waktu, misalnya “nanti saja kalau pekerjaan aku sudah bagus”, atau ” nanti saja pada waktu aku berumur 30 tahun”, dsb, dsb. Memang untuk memulainya membutuhkan sedikit keberanian, persiapan dan keinginan yang kuat. Biasanya semakin tua kita semakin banyak pertimbangan, yang pada akhirnya semakin kita konservatif dan tidak berani untuk menggeluti pasar saham/keuangan.

Issue 2: what do you do first? kira-kira artinya apa yang harus dikerjakan pertama kali. Tentu saja membuka account di perusahaan sekuritas. Cari perusahaan sekuritas yang bonafid. Gampang, buka saja web sitenya Bapepam, disitu banyak informasi tentang perusahaan sekuritas. Jangan mudah tertipu oleh marketing perusahaan sekuritas yang biasanya menawarkan produk dengan keuntungan yang tinggi. Ingat, jika ada yang menawarkan produk dengan keuntungan yang tinggi, pasti resikonya juga tinggi, jadi jangan lupa tanyakan tentang resikonya. Setelah memilih perusahaan sekuritas yang bonafid, langkah selanjutnya adalah memilih broker. Make sure untuk memilih broker yang bonafid, caranya tanya ke office managernya. Selanjutnya jangan lupa menanyakan beberapa hal ke broker untuk tahu lebih dalam tentang dia, misalnya buku investasi apa saja yang sudah dibaca? philosophy dalam berinvestasi? mendapatkan sumber data dari mana? bagaimana cara menganalisanya? apakah dia hanya mempromosikan produk baru perusahaan atau menyarankan produk yang memang baik dan tepat untuk kita?

Issue 3: are there different types of accounts? kira-kira artinya apakah adakah akun yang berbeda?. Jadi sebagai pemula lebih baik memilih “cash account”. Setelah beberap tahun, mungkin kita bisa mempertimbangkan “margin account”, yaitu account yang memberikan fasilitas hutang.

Issue 4: then what? kira-kira artinya setelah ini apa?. Jawabannya yaitu luangkan waktu beberapa jam per minggu untuk mengikuti pergerakkan investasi/saham kita dan mengikuti pasar. Hati-hati jika ada orang yang menasehati kita, biasanya itu hanya pendapat mereka pribadi dan kemungkinan mereka salah. Jadi kita harus belajar sendiri bagaimana membaca charts.

Issue 5: what types of investments should be avoided? tipe investasi yang bagaimana sih seharusnya kita hindari?. Sebagai pemula kita harus menghindari  area investasi yang spekulasi, misalnya “saham-saham yang murah (low-priced stocks)”, “futures”, “options”, “pasar valuta asing” karena resiko dan volatilitasnya tinggi. Kita harus menginvestasikan uang kita ke saham perusahaan yang blue chip (bagus).

Issue 6: how much money does it take to get started? berapa rupiah harus keluarkan untuk memuali berinvestasi?. O’Neil menyarankan sebagai pemula sekitar $500 – $1,000 (sekitar 5 – 10 juta). Yang terpenting adalah memulai berinvestasi dan mendapatkan pengalaman.

Issue 7: how many stocks should someone own? Berap jumlah saham yang harus dimiliki?. Sebagai pemula kita disarankan untuk mempunyai tidak lebih dari 2 jenis saham. Jadi kita konsentrasi ke saham perusahaan yang bagus dulu, dan mengamati pergerakannya.

Issue 8: what investing books are worthwhile? buku investasi apa yang bagus untuk dimilki? ternyata untuk bisa menjadi investor yang sukses tidak lepas dari baca buku. O’Neil bilang kalau dia mempunyai 2,000 buku tentang pasar keuangan, tapi hanya beberapa saja yang outstanding. Saya jadi berpikir, apakah investor Indonesia juga mempunyai budaya baca seperti investor di negara maju ya? kalau gak berarti issue 8 ini gak berguna dong.

Kesimpulan untuk lesson 2 ini adalah:

  • Sebagai pemula pilih broker yang mempunyai “good track record”
  • Sebagai pemula, buka cash account, jangan margin account
  • Investasikan sekitar $500 – $1,000 (5 – 10 juta rupiah) untuk mulai berinvestasi, yang terpenting adalah mendapatkan pengalaman
  • Hindari tipe investasi yang mempunyai resiko dan volatilitas yang tinggi seperti, pasar futures, options, dan valuta asing
  • Konsentrasi ke beberapa saham yang mempunyai kualitas yang tinggi. Kita tidak perlu mempunyai 20 atau lebih jenis saham
Getting Started: There’s No Time Like the Present
Tagged on:         

2 thoughts on “Getting Started: There’s No Time Like the Present

  • January 18, 2011 at 12:32 pm
    Permalink

    tertarik dengan point 1,,,,jgn tunda dalam investasi,,, lebih cepat lebih baik dgn catatan investor cukup informasi

  • July 27, 2013 at 8:51 am
    Permalink

    Somebody necessarily assist to make seriously articles I’d state. That is the very first time I frequented your web page and up to now? I amazed with the research you made to create this actual publish extraordinary. Fantastic activity!

Comments are closed.