Manajemen dan Kebutuhan akan INFORMASI AKUNTANSI

Setiap perusahaan baik yang berorientasi laba ataupun yang tidak (nir laba) pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai. Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan manajemen perlu mengelola sumberdaya yang tersedia sebaik mungkin. Manajemen sebagai pengelola organisasi memiliki berbagai macam fungsi. Berdasarkan telaah berbagai literatur, fungsi manajemen dapat diringkas ke dalam empat fungsi pokok: merencanakan, mengorganisasikan, mengendalikan dan mengambil keputusan. Dalam upaya menjalankan fungsinya, manajemen memerlukan informasi akuntansi manajemen.

Merencanakan. Perencanaan adalah suatu proses menentukan tujuan dan cara yang akan digunakan untuk mencapai tujuan. Misalnya saja perusahaan menetapkan tujuan untuk mencapai target laba tertentu. Untuk mencapai target tersebut perusahaan dapat menggunakan metode tertentu agar tujuan tersebut dapat dicapai, misalnya penerapan sistem berbasis aktivitas (activity based management/ABM).  Dengan ABM aktivitas yang tidak bernilai tambah dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sehingga biaya produksi dapat ditekan dan mutu produk dapat ditingkatkan. Jadi, perencanaan pada prinsipnya merupakan proses pengambilan keputusan yang merupakan dasar bagi keputusan lain yang akan dilakukan, fungsi yang lain (mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan) dapat dilaksanakan jika perencanaan sudah ditetapkan terlebih dahulu. Dalam kaitannya dengan perencanaan akuntansi manajemen juga dapat menyediakan informasi misalnya  tentang  anggaran. Anggaran merupakan proses penyusunan rencana kerja jangka pendek (biasanya satu tahun), yang dinyatakan dalam satuan moneter dan satuan kuantitatif yang lain. Anggaran biasanya berkaitan erat dengan perencanaan laba yang berisi tentang proyeksi rugi laba, neraca, kas dan modal kerja.

Mengorganisasikan. Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk menentukan tugas  apa yang perlu dilaksanakan, bagaimana melaksanakannya, dan siapa yang akan melaksanakan tugas tersebut. Definisi tersebut menunjukkan bahwa dalam pengorganisasian juga tercakup penyusunan struktur organisasi yang memisahkan secara jelas tugas dan wewenang masing – masing bagian. Disamping itu, pengorganisasian juga merupakan proses menciptakan hubungan antar berbagai fungsi atau bagian dalam organisasi. Fungsi mengorganisasikan mencakup fungsi memimpin.   Memimpin adalah proses untuk mengarahkan dan memotivasi anggota organisasi serta memecahkan pertentangan yang timbul antar anggota tersebut. Dalam organisasi pengarahan dapat bersifat sangat kompleks, karena selain proses pengarahan manusia yang terlibat dalam organisasi juga menyangkut perilaku manusia tersebut yang sangat berbeda satu dengan yang lainnya. Pengarahan yang baik belum menjamin bahwa tugas – tugas yang dibebankan dapat dilaksanakan dengan baik. Seorang pemimpin juga dituntut untuk memberikan dorongan pada bawahannya agar mereka dapat bekerja dengan semangat kerja yang tinggi.

Anggaran seperti yang dicontohkan sebelumnya juga merupakan output akuntansi manajemen yang dapat digunakan untuk mengkoordinasikan dan mengarahkan berbagai macam kegiatan operasional perusahaan. Anggaran mencakup rencana biaya yang terkait dengan berbagai fungsi dalam perusahaan, misalnya anggaran produksi, penjualan, pemasaran, pembelian, penelitian dan pengembangan. Anggaran meningkatkan koordinasi karena berbagai bidang dan aktivitas organisasi harus bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Mengendalikan. Pengendalian merupakan proses untuk memastikan bahwa rencana telah berjalan sebagaimana mestinya. Pencapaian tujuan harus selalu dimonitor secara kontinyu agar tidak menyimpang dari yang telah direncanakan. Jika dalam proses pengendalian tersebut ditemui adanya penyimpangan, maka penyimpangan tersebut harus diteliti dan dianalisis sebagai dasar untuk menyusun perencanaan tahun berikutnya. Dalam upaya mengendalikan kegiatan operasi,  manajemen dapat membandingkan anggaran dengan realisasi biaya.  Misalkan saja jika realisasi biaya melebihi anggaran yang telah ditetapkan, manajemen dapat menganalisis sebab – sebab terjadinya penyimpangan tersebut, dan selanjutnya menggunakan hasil analisis tersebut untuk merancang kegiatan perencanaan biaya pada periode berikutnya.

Pengambilan keputusan. Manajemen dalam melakukan tugasnya selalu dihadapkan pada berbagai macam pengambilan keputusan, baik keputusan yang sifatnya rutin maupun keputusan yang tidak rutin yang berkaitan dengan tugas manajemen. Keputusan rutin merupakan keputusan yang sering terjadi atau berulang serta terdapat aturan yang jelas untuk mengambil keputusan, seperti misalnya keputusan tentang berapa jumlah bahan baku yang akan digunakan, kapan sebaiknya dilakukan pemesanan terhadap persediaan. Keputusan yang tidak rutin merupakan keputusan yang jarang terjadi atau bahkan mungkin terjadi hanya sekali selama berdirinya perusahaan serta tidak ada aturan yang jelas untuk mengambil keputusan, seperti misalnya keputusan untuk melakukan merger atau akuisisi, keputusan untuk melakukan ekspansi pasar. Pengambilan keputusan merupakan proses untuk memilih di antara berbagai alternatif. Fungsi pengambilan keputusan mempunyai keterkaitan erat dengan fungsi perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian. Misalnya perusahaan merencanakan untuk  melakukan ekspansi pasar ke satu daerah tertentu, disini perusahaan dihadapkan pada pilihan apakah perusahaan memutuskan untuk ekspansi pasar ke daerah A, B atau C.

Anggaran memuat informasi penting berkaitan dengan kemampuan suatu organisasi, sehingga memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik. Misalnya, anggaran kas menunjukkan potensi kelebihan atau kekurangan kas. Jika anggaran yang telah disusun menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kas yang berlebih, maka manajemen dapat menggunakan kelebihan tersebut untuk membayar kembali dana yang dipinjam pada periode sebelumnya atau  menginvestasikannya dalam investasi jangka pendek, daripada membiarkannya menganggur sehingga tidak produktif. Jika terjadi kekurangan kas, manajemen dapat melakukan upaya untuk menutup kekurangan terrsebut, misalnya dengan meminjam ke Bank.

One thought on “Manajemen dan Kebutuhan akan INFORMASI AKUNTANSI”

  1. sedikit saya pernah membaca bahwa model pengambilan keputusan ada 3, yaitu
    1. Model kepuasan
    Model ini erat sekali dengan pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah yang didasari oleh nilai-nilai kepuasan dan kecukupan.

    2. Model keunggulan implisit
    Dalam proses pengambilan keputusan diambil secara implisit (tersurat) dengan memilih suatu alternatif yang lebih diinginkan.

    3. Model intuitif
    suatu proses pengambilan keputusan yang tanpa disadari ada dalam pikiran kita yang berasal dari pengalaman yang pernah kita alami.

    pertanyaan saya, Ibu:
    Dalam proses pengambilan keputusan di model yang ke-2 (model keunggulan impilsit) dipengaruhi oleh perasaan-perasaan intuitif yang jauh lebih besar daripada keobyektifan rasional. Bukankah di dalam pengambilan keputusan kita harus se-obyektif mungkin, karena kita tahu bahwa keputusan tersebut diambil untuk kepentingan bersama. Olehkarenanya mohon penjelasan dari Ibu mengenai statement yang diatas.
    Terima Kasih, Razif.

Comments are closed.