Kebutuhan primer adalah kebutuhan dasar seseorang yang harus terpenuhi. Contoh: kebutuhan akan makanan, minuman dan pakaian.

Sedangkan kebutuhan akan pendidikan selama ini kita anggap sebagai kebutuhan sekunder. Padahal pendidikan seharusnya dimasukkan dalam kategori primer, karena tanpa pendidikan seseorang tidak akan mampu untuk mempertahankan kehidupannya.

Olehkarenanya jika kita memberi pinjaman pada seseorang yang dipakai untuk kebutuhan sekunder, kita bisa meminta keuntungan. Contoh: ada si A meminjam uang pada kita untuk membeli motor, maka kita belikan di toko seharga Rp. 10 juta, maka kita jual ke si A dengan keuntungan 1 juta itu diperbolehkan dalam ekonomi islam.

Tetapi, jika si A meminjam uang pada kita untuk keperluan pendidikan, maka kita dilarang meminta keuntungan darinya. karena, di dalam hukum islam, jika seseorang memberi pinjaman untuk kebutuhan primer, maka tidak boleh kita mengambil keuntungan atas si A tersebut.

Itulah fungsi kita sebagai mahluk sosial dan sebagai Khalifah di muka bumi ini.

Semoga kita bisa memilah antara yang benar dan yang salah…

Meminta Keuntungan atas Pinjaman Biaya Pendidikan, bolehkah dalam Hukum Islam.

One thought on “Meminta Keuntungan atas Pinjaman Biaya Pendidikan, bolehkah dalam Hukum Islam.

  • August 4, 2015 at 4:15 am
    Permalink

    tulisan yang menginspirasi dan saya sangat mengaguminya apa yang telah anda sampaikan, semoga anda terus memberikan ide ide yang baru buat kita semua dan salam sukses selalu buat anda!

Comments are closed.