Kita dikejutkan dengan melonjaknya harga emas pada bulan Agustus 2011 lalu yang hampir mencapai p. 125.000,-/gram nya. Hal ini disebakan kondisi krisis yang sedang dialami oleh ekonomi di USA dan Eropa sehingga para investor yang biasanya bermain di bursa saham mengalihkan sementara ke emas. Karena dinilai emas adalah produk invetasi yang paling aman dari goncangan krisis. Dibanding menyimpan dananya dalam bentuk US Dollar.
Atas kepanikan para investor inilah yang memicu permaintaan emas sehingga harganya melonjak.
Dibanding produk yang lain memang emas merupakan satu pilihan yang terbaik, karena kapanpun kita butuh bisa langsung di cairkan dengan cara menjual ke pasar. Berbeda dengan jika kita berinvestasi dalam bentuk tanah, walaupun tanah dikatakan emas hitam artinya paling cepat meningkat harganya. Tetapi, jika kita butuh dana dalam waktu singkat tidak mudah untuk dicairkan.
Harga emas tiap tahunnya selalu mengalami peningkatan, seperti dapat dilihat pada perincian di bawa yang di ambil dari www.goldprice.com.
Tahun 2008 rata-rata per tahun harga emas US $ 871/ troy ounce. Per troy ounce = 31,1034 gram. Atau harga 1 gramnya sekitar Rp. 289.500,- pada tahun 2009 rata-rata harga emas menjadi sekitar 1 gram = Rp.323.200,- tahun 2010 rata-rata harga emas 1 gram menjadi sekitar Rp.407.500,- dan pada tahun 2011 neik lagi menjadi 1 gramnya sekitar Rp. 550.700,- .
Ini berarti harga emas naik sekitar 26 sampai 30 % per tahun atau 2,5 %/bln ini berarti lebih tinggi dibanding suku bunga yang sekitar 1 %/blnnya.

Nah sekarang semua terserah kita sebaiknya diinvestasikan dalam bentuk apa uang kita?

Investasi Emas Menggiurkan?