30306_0“Ketika Hujan Tidak Lagi Bersahabat”

Pertama dengar judul dari tulisan aku ini pasti bikin kalian ngerasa bingung, aneh atau bahkan ingin ketawa. Bahkan mungkin ada yang langsung terpikir hal-hal yang berbau Cina atau bahkan Kartun Avatar. Tapi sebenarnya hal ini jauh dari itu. Aku aja merasa konyol waktu pertama kali ide ini terlintas di pikiranku.

Sebelumnya, aku perkenalin diri dulu aja. Nama aku Yulia Puspita, tapi biasa dipanggil teman-teman, Puzz (So can you). Kenapa tiba-tiba aku bisa bikin tulisan ini, semua berawal dari kuliah Mega Creativity. Di semester 6 ini, aku ambil mata kuliah Mega Creativity. Awalnya, aku agak nggak excited ke mata kuliah ini, karena aku termasuk orang yang “miskin” kreativitas. Tapi setelah ikutan beberapa minggu, ternyata worth it juga, aku jadi terbiasa untuk kreatif, but in instant, tanpa mikir panjang.

Nah, untuk tugas pengganti mid-test, Our beloved lecturer Mr. Eddy Suprihadi memberi satu project untuk bikin satu produk yang baru, inovatif, dan kreatif. Karena ini Mega Creativity. So, aku gak segan-segan buat bikin sesuatu yang bener-bener di luar ekspektasi orang. Kelihatannya ini bakal easy and fun. Tapi, nyatanya gak semudah yang aku bayangin, karena untuk bikin satu produk itu kita dikasih clue yang bener-bener unpredictable. Clue yang aku dapet yaitu : naga, awan, dan berani. Bisa kalian bayangin aku harus bikin produk apa yang ada kaitannya dengan tiga hal tersebut.

Sampai suatu pagi selesai jogging, aku istirahat sejenak di teras depan rumah dan menengadahkan kepala memandang awan, aku berpikir “tumben hari ini cerah?”, waktu itu kan musim hujan. Sampai akhirnya aku terpikirkan tugasku ini. Akhirnya munculah ide untuk membuat “Naga Merah Penghisap Awan”.

Penasaran sebenarnya apa Naga Merah Penghisap Awan itu? Gimana bentuknya? Apa aja fungsinya? Nah aku jelasin semua itu dalam deskripsi berikut.

Apa Naga Merah Penghisap Awan Itu?

Negara kita Indonesia, terletak di khatulistiwa yang menyebabkan kita mengalami dua jenis musim, Penghujan dan Kemarau .Musim hujan berlangsung cukup lama, sekitar 6 bulan. Bahkan curah hujan disini termasuk cukup tinggi, dapat dibuktikan dengan adanya Hutan Hujan Tropis yang membentang di beberapa Pulau di Indonesia.

Kita tahu Tuhan menciptakan hujan ,sebagai satu tahapan dari water life cycle, dengan segala manfaatnya. Begitu banyak kegiatan yang membutuhkan air, gak kebayang kalo air yang selama ini melimpah harus semakin menyusut akibat penguapan oleh matahari yang berlangsung terus-menerus tanpa diimbangi hujan yang cukup. Bisa kita lihat semakin sulitnya mendapat air bersih di beberapa daerah.

Namun ada kalanya hujan amat sangat merugikan. Tentu amat menyebalkan bagi kita ketika hujan harus turun selama berhari-hari tanpa henti. Semua aktivitas kita jadi terhambat, bahkan di daerah-daerah tertentu sering terjadi bencana, banjir maupun tanah longsor. Hal inilah yang menginspirasiku menciptakan ide kreasi produk ini.

Tentunya amat menyenangkan jika ada sesuatu yang bisa menunda atau bahkan membatalkan hujan. Di saat-saat penting seperti panen raya, terkadang hujan membawa sengsara ketika hujan deras menyebabkan hasil panen hanyut karena banjir atau membusuk.

Contoh lain adalah daerah pusat bisnis dan pemerintahan seperti Jakarta yang harus dilanda banjir hingga melumpuhkan seluruh aktivitas warga kota itu hanya karena banjir kiriman dari Bogor melalui Sungai Ciliwung yang meluap. Tentu pemerintah Jakarta amat pusing memikirkan solusi mengatasi banjir yang secara annually melanda Jakarta.

Aku dapat ide untuk bikin sebuah alat yang bisa membantu kita untuk menunda ataupun membatalkan hujan dimana alat ini bisa menghisap awan mendung untuk selanjutnya disimpan beberapa waktu. Hingga akhirnya awan dapat dilepaskan kembali ke langit di manapun dan kapanpun dibutuhkan. Bahkan gak hanya berupa awan, bisa dalam bentuk air (seperti hujan buatan) ataupun salju. Semua tergantung kebutuhan. Namanya adalah NAGA MERAH PENGHISAP AWAN.

Phisically, Naga Merah Penghisap Awan akan nampak seperti gambar berikut:

Disain Fisik

Disain Fisik

Secara harafiah, aku gak akan memunculkan fisik seekor naga ( tau sendiri kan kalo naga itu hewan bohong-bohongan yang cuma ada di cerita atau dongeng), tapi disini aku memunculkan alat ini sebagai sosok pesawat dengan gambar naga yang merepresentasikan sesuatu yang besar dan powerful. Yang unik dan berbeda, dalam dongeng naga biasanya menyeburkan api, tapi kali ini si naga malah menghisap awan.

Kenapa merah? Karena merah itu berani, berani untuk beda, berani untuk kreatif, berani untuk berinovasi. Mungkin kalian akan berpikir alat ini adqlah sesuatu yang mengada-ada. Tapi disinilah letak keberanian aku untuk berkreatifitas dan berinovasi. This is mega creativity, right? Kita boleh bilang ini terlalu khayal atau ini cuma mimpi, tapi kita gak akan pernah tahu kalau salah satu dari khayalan atau mimpi kita bisa terwujud.

Gimana sich detil produknya?

Naga Merah penghisap awan bisa digambarkan sebagai gabungan dari pesawat dan alat penghisap. Pesawat fungsinya sebagai alat penyimpan dan transportasi. Secara gimana caranya kita bisa nyampe ke langit untuk menghisap awan itu kalo gak ada transportasi yang bantuin alat ini naik kesana. Alat penghisap berfungsi sebagaimana sistem kerja dari vacuum cleaner.

Bahan bakar dari pesawat adalah Avtur. Namun, dengan merebaknya kasus Global Warming, yang menjadi perhatian berbagai kalangan, setiap inovasi diharapkan untuk ramah linkungan. Sehingga mesin pesawat dari Naga Merah Penghisap Awan diciptakan khusus menggunakan Bahan Bakar yang ramah lingkungan ( Dalam hal ini masih dicari padanan khusus mengenai jenis bahan bakar yang sesuai dengan mesin pesawat yang digunakan). Tetapi untuk tenaga jet pendorong pesawat diharapkan tidak mengeluarkan emisi yang menyebabkan polusi udara, sehingga pada pembuangan gas bahan bakar diberi filter yang diciptakan dengan penyerap zat-zat berbahaya seperti karbon monoksida dan dioksida.

Namun di samping tenaga bahan bakar yang ramah lingkungan tadi, terdapat juga penggunaan energi listrik untuk alat penghisap dalam proses penghisapan, penyimpanan dan pengolahan awan tersebut. Energi listrik yang dibutuhkan selain bersumber pada rechargeable big batteries, tenaga listrik juga dapat diperoleh dari kandungan ion-ion dalam awan.

Terdapat pula alat penyerap kandungan listrik dalam awan (a.k.a cikal bakal petir) yang untuk selanjutnya dapat dialirkan langsung pada baterai yang merupakan sumber energi bagi mesin penghisap serta beberapa kelengkapan di kokpit.

Jadi, secara otomatis, awan yang kita hisap juga terambil kandungan listriknya, sehingga kemungkinan terciptanya petir di dalam tabung penyimpanan akibat dari gesekan ion-ion listrik dalam awan dapat dihindari.

Tabung penyimpanan yang dibuat dengan tekhnologi mutakhir juga dilengkapi dengan pengaturan suhu. Jadi kita dapat memilih pada suhu berapa kita menyimpan awan tersebut. Bahkan jika kita akan melepaskan kembali, kita dapat memilih untuk melepaskan awan tersebut, dalam keadaan seperti semula yaitu awan, atau air (dalam hal ini membuat hujan buatan), atau bahkan salju (dalam kasus ini melakukan penyubliman dari kumpulan uap air di awan itu). Terdapat proses pengolahan awan hingga dapat dilepaskan sesuai keinginan.

Secara garis besar skema bagian-bagian pesawat akan nampak seperti berikut :

Skema Naga Merah

Skema Naga Merah

Singkatnya proses kerja alat ini adalah sebagai berikut:

  1. Ruang kokpit adalah otak dari segala proses kinerja. Di sanalah pilot dan beberapa crew melakukan eksekusi penghisapan. Awalnya pada ketinggian yang dirasa cukup, awan dihisap dengan alat penghisap (sama persis dengan kinerja vacuum cleaner, yang menggunakan prinsip aliran karena perbedaan tekanan udara).
  2. Setelah awan terhisap akan melalui tube perantara hingga berlanjut masuk ke tempat pemisahan kandungan ion listrik dengan awan. Di sini juga terdapat penghubung ke big battery yang merupakan muara aliran ion2 tersebut.
  3. Awan yang “bebas” listrik selanjutnya digiring memasuki area tempat penyimpanan. Di mana suhu disitu akan dikondisikan oleh crew sesuai dengan yang diinginkan.
  4. Pada saat yang dibutuhkan awan akan diolah menjadi bentukan apapun (awan, air hujan ataupun salju), kemudian dilepaskan melalui katup pelepasan.

Apa aja manfaatnya dan keunggulannya ?

Menilik background aku menciptakan idea alat ini, bisa kita lihat bahwa alat ini amat sangat membantu masyarakat di mana curah hujan di daerahnya memang cukup tinggi atau daerah mereka memang rawan banjir.

Di sisi lain, dari hasil olahan awan yang tersimpan, alat ini juga dapat membantu daerah lain yang sebaliknya malah membutuhkan adanya hujan atau di beberapa daerah hanya membutuhkan perlindungan awan saja untuk mengurangi teriknya matahari.

Bisa aku ambil contoh, di daerah Bogor, yang dikenal sebagai kota hujan, masih aja ada ujan walopun udah masuk ke musim kemarau, alat ini bisa bermanfaat untuk sekedar mengurangi curah hujan di sana yang cukup tinggi (secara tidak langsung kita juga mengurangi resiko daerah sekitar Bogor terkena banjir, karena hujan dari Bogor terkadang menyebabkan air di sungai-sungai sekitarnya meluap hingga menyebabkan banjir di kota lain yang dialiri sungai).

Kemudian muatan awan ini bisa kita alihkan ke eberapa daerah di Jawa Tengah yang sering dilanda kekeringan (Bagaimana mereka mengairi sawah, untuk keperluan sehari-hari, minum dan mandi, saja harus bejalan sekitar 2km).

Bisa kita lihat kan bahwa sebenarnya alat yang terlihat khayal dan nyeleneh ini sebenarnya amat dibutuhkan. Apalagi melihat manusia sekarang yang kurang peduli terhadap lingkungannya. Bisa kita tilik juga pada kebakaran di Australia akibat keanehan iklim. Alat ini aku rasa bakalan membantu mengatasi masalah seperti ini. Asalkan masyarakat di bumi juga harus tetap sadar to save the earth.

Karena bahan bakar yang digunakan adalah bahan bakar ramah lingkungan serta pembuangan gasnya telah difilterisasi maka tidak perlu dipermaslahkan lagi masalah polusi udara. Naga Merah Penghisap Awan is the eco-friendly one.

Mungkin alat ini masih sulit dipergunakan untuk private/personal purposes. Bisa aku bilang alat ini masih dalam kapasitas kepemilikan satu pemerintah entah kota, provinsi ataupun Negara, karena penggunaanya juga membutuhkan analisa dan pertimbangan yang pas mengenai untung dan ruginya serta pengaruhnya terhadap iklim sendiri. Jadi tetap dibutuhkan konsultasi dengan para scientist serta ahli cuaca dan iklim.

Bisa dibilang alat ini memang susah diwujudkan untuk saat ini. Tetapi, di masa yang akan datang, aku harap para technicians dan scientist di Indonesia tertarik untuk mewujudkan ide “gila” ini. Betapa bangganya bila Indonesia mampu menciptakan satu alat yang dapat digunakan banyak negara di dunia.

That’s all, sepucuk tulisan mengenai Naga Merah Penghisap Awan yang dirasa amat dibutuhkan “ketika hujan gak lagi bersahabat”. Puzz berterima kasih buat semua pihak yang udah support baik secara ide, pembuatan gambar, dan psikologis.

No One’s perfect but God, untuk kurangnya dalam tulisan ini (khususnya dalam hal technical, karena emang aku sama sekali gak ngerti masalah mesin dan engineering) aku mohon maaf yang sebesar-besarnya. Bila ada saran, masukan atau kritik yang membangun juga sangat diharapkan.

Yulia Puspita,
STIE-MCE.

Share
3 Comments