”ARTI SEBUAH SENYUM”

”ARTI SEBUAH SENYUM”

Semestinya kita menyambut mentari pagi dengan senyum, semangat dan harapan baru, karena waktu tidak punya toleransi untuk masa lalu.
Dalam fisiologi, Senyum adalah, ekspresi wajah yang terjadi akibat bergeraknya atau timbulnya suatu gerakan di bibir atau kedua ujungnya, atau pula di sekitar mata. Kebanyakan orang senyum untuk menampilkan kebahagian dan rasa senang.

Senyum itu datang dari rasa kebahagian atau kesengajaan karena adanya sesuatu yang membuat dia senyum, Seseorang sendiri kalau senyum umumnya bertambah baik raut wajahnya atau menjadi lebih cantik ketimbang ketika dia biasa saja atau ketika dia marah. (Wikipedia bahasa Indonesia)
SETIAP orang mempunyai bibir tetapi, tidak setiap orang terbiasa atau pandai tersenyum. Ada orang yang susah sekali tersenyum,padahal hampir semua kebutuhan hidupnya sudah terpenuhi, punya rumah,punya mobil,punya deposito,dan sebagainya, tetapi dalam hidupnya sehari-hari tidak ada senyum.

Senyum itu sendiri memiliki dampak yang bermacam- macam …………..
Ada orang yang hatinya teriris oleh “ senyum sinis”. Ada pula yang terjerumus oleh “senyum menggoda”. Tapi tak sedikit pula hati kita tergetar melihat “senyum ketabahan” dan “senyumketegaran.”

Dari bermacam senyum dan dampaknya itu ……, ada pula “senyum tulus” yang membuat hati kita bahagia. senyum yang lahir dari hati yang paling dalam, dari kerinduan ingin membahagiakan orang lain, dari kerinduan menghormati dan memuliakan orang lain.
Jadi kenyataannya tidak selalu orang tersenyum karena bahagia,tidak selalu orang tersenyum karena ingin menyapa dan membahagiakan orang lain.Terkadang kita tersenyum kurang tulus, hanya sekedar tidak ingin dikatakan sombong,sekedar basa-basi karena sesungguhnya hati kita lagi tidak ingin tersenyum kepada siapapun.Bahkan terkadangpun kita lupa untuk memberikan sedekah senyuman ini kepada setiap orang yang kita jumpai.Saat itu kita hanya terpaku pada berbagai kesibukan yang sedang kita hadapi,kemudian kondisi itu dipakai sebagai ”kambing hitam” tidak sempat menyapa,bahkan tidak sempat tersenyum kepada orang lain.
Padahal tanpa disadari kita telah berbuat sesuatu yang sangat merugikan diri kita sendiri. Betapa tidak,andaikan kita mau mengorbankan waktu hanya beberapa detik saja untuk tersenyum dan menyapa teman yang tadi berpapasan,pastilah ia akan senang dan bangga telah diberi sedekah seulas senyum mu dan ia akan hormat dan bersimpati atas kemurahan hati mu. Disamping itu pasti Allah akan memberikan pahala Nya buat kita.

Untuk itu, marilah kita melatih diri untuk tersenyum dengan tulus dalam kondisi apapun. Insya Allah, kalau kita tersenyum dengan proporsional , baik saat bertemu seseorang,saat mengangkat atau menjawab telepon, berbicara dengan orang tua, berbicara dengan anak-anak kecil, akan membuat suasana terasa indah. Selain membuat kita merasa bahagia, orang lain pun menjadi tertarik dengan kemuliaan sikap kita.
Karena itu, hadapilah perjalanan hidup kita dengan senyuman yang tulus.

” TERSENYUMLAH DUNIA AKAN TERSENYUM BERSAMAMU ”