“TUJUH PENYAKIT PENGUSAHA KECIL”

Perusahaan kecil merupakan perusahaan yang sektor usahanya bersentuhan langsung dengan aktifitas ekonomi rakyat sehari-hari. Dalam skala usahanya yang kecil, bahkan sangat kecil sehingga disebut mikro atau disebut juga UKM yaitu Usaha Kecil dan Menengah .  Seringkali perusahan kecil ini harus hidup dengan cara gali lubang tutup lubang. Sangat minim bahkan ada yang sama sekali tidak pernah mengalami sentuhan manajemen usaha, segala sesuatunya berjalan begitu saja, sebagai suatu wujud komitmen untuk menghidupi keluarga, melayani sesama, memberikan pekerjaan kepada saudara atau tetangga. Dampak dari komitmen ini agak rawan bagi perusahaan,karena sanak keluarga yang dipekerjakan bahkan pengusahanya itu sendiripun pada umumnya tidak mempunyai keterampilan (skill) yang mamadai untuk menunjang kegiatan usahanya.Akibatnya hasil produksi secara kuantitas tidak mampu ditingkatkan dan secara kualitas tidak mampu bersaing dengan perusahaan lainnya. Bila kita cermati sebenarnya perusahan-perusahaan kecil itu mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, oleh karena selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan. Suatu kenyataan dalam krisis ekonomi yang terjadi di negara kita sejak beberapa waktu yang lalu, dimana banyak usaha berskala besar yang mengalami stagnasi bahkan berhenti aktifitasnya, perusahaan-perusahaan kecil (UKM) terbukti lebih tangguh dalam menghadapi krisis tersebut. Perlu ada solusi untuk menjaga agar perusahaan-perusahaan kecil ini mampu berperan aktif dalam pembangunan ekonomi nasional. Namun dalam kenyataannya tidak mudah bagi usaha kecil dalam melangsungkan hidupnya,banyak masalah dan tantangan yang sering mereka hadapi.

Yanto Sidik Pratiknyo (Founding of International CEFE Association for Enterpreneurship.Frankfurt,Germany) mengatakan bahwa pengusaha kecil dalam menjalankan usahanya banyak menghadapi  masalah berupa  tujuh penyakit yang menyerangnya.Tujuh penyakit itu digolongkan berdasarkan fungsi-fungsi manajemen.

A.Masalah Pemasaran

1.Tuli,adalah ”Satu Pembeli” Janggal juga ya kenapa ada pengusaha hanya punya satu atau dua pembeli saja,tapi nyatanya ada koq…

2.Mencret,adalah ”Menjual ceroboh dan Teledor” Perusahaan/penjual sering mengecewakan pembeli,pelayanan kurang memuaskan, juga kurang perhatian kepada pembeli.

3.Muntah,adalah ”Menjual Mentah” Menjual apa adanya persis seperti saat dibeli (kulakan),tidak kreatif memberikan nilai tambah pada barang dagangannya.

B.Masalah Produksi

4.Kurap ini maksudnya adalah ”Kurang Pemasok” atau pembekal atau suplier.Tidak jarang ada perusahaan hanya memiliki satu pemasok saja,mereka tidak pernah membandingkan harga dengan pemasok lainnya.

5.Batuk, adalah ”Barangnya Tunggal dan Ketinggalan” Kan produk yang hanya satu-satunya akan mengalami masalah bila ada pesaingnya.Demikian juga bila produk itu sudah tidak diminati pembeli.

C.Masalah Organisasi

6.Kutil,adalah ”Kurang Trampil” Pengusaha tersebut memiliki ketrampilan yang minim, namun tidak bersedia meningkatkan kemampuan misalnya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan, lebih-lebih meningkatkan ketrampilan karyawannya.Bila ada tawaran untuk pelatihan karyawan selalu ditolak ,karena dianggap hanya merugikan perusahaan.Akibatnya Akibatnya mutu produk jelek dan semakin tidak mampu bersaing.

D.Masalah Keuangan

7.Campak,ini merupakan ”Campuran Usaha dan Keluarga” Penyakit ini adalah penyakit yang paling parah dan paling banyak dijumpai pada perusahaan kecilSetiap penyakit kan selalu ada obatnya,sekarang kita lihat satu persatu obat mujarab untuk masing-masing penyakit itu.

Ø      Tuli,diobati dengan ” Permen” (pengecer atau multi konsumen).

Ø      Muntah diobati dengan ”Promah” (proses dan nilai tambah),

Ø      Kalau Mencret kita obati aja dengan ”Kemenyan” (ketrampilan menjual dan sikap   ramah)

Ø      Kurap ,ambil aja obat ”Surbek T” (survey ke pemasok/tempat lain)

Ø      Batuk, obatnya adalah ”Diatab” (diversifikasi produk dan Tambah barang)

Ø      Kutil diobati dengan ”Kurma” (kursus dan magang)

Ø      Campak ,obatilah dengan ”Moral dan Itikad” (Moral,etika dan nilai yang baik).Kalau katanya kita  di STIE Malangkucecewara (MCE) ini namanya ATTITUDE  kan ??

Tidak semua perusahaan mengobati dengan semua cara ini,namun ada yang sepakat hanya memberikan satu macam obat saja yang dianggapnya sudah cukup efektif dan efisien untuk menyembuh kan semua penyakit yaitu, menggunakan  ”Segelas air  putih” atau ”Sebutir pil dewa” .Misalnya paket kewirausahaan dapat mengobati semua penyakit,atau pelatihan motivasi. Jika perusahaa-perusahaan kecil sadar akan kemungkinan terjangkit penyakit tersebut dan  mau segra berobat, maka perusahan kecil ini akan segra bertumbuh dan mampu bersaing dengan perusahan yang sudah relatif besar.