Ada Apa dengan Laporan Laba Rugi Komprehensif

Dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan suatu entitas, harus relevan dengan standar akuntansi yang digunakan. Bagi entitas yang menggunakan PSAK Umum hasil konvergensi ke IFRS maka rujukannya adalah PSAK 1 (revisi 2009), sedangkan bagi entitas yang menggunakan PSAK ETAP dapat langsung ke bab 3 nya. Sementara untuk entitas yang melakukan transaksi syariah dan menyusun laporan keuangan syariah tentu harus menggunakan PSAK Syariah, dan untuk penyajiannya laporan keuangan syariah mengacu pada PSAK 101. Berbeda lagi dengan entitas pemerintah, penyajian laporan keuangannya menggunakan standar akuntansi pemerintah PP No 71 Tahun 2010 yaitu PSAP 01. Continue reading “Ada Apa dengan Laporan Laba Rugi Komprehensif”

Bagaimana dengan ‘Peristiwa Setelah Periode Pelaporan’ ?

Sebelumnya kita mungkin lebih familier istilah ‘Peristiwa Setelah Periode Pelaporan’ tersebut dengan  kata ‘Peristiwa Setelah Tanggal Neraca’. Apakah perubahan istilah ‘tanggal neraca’ diganti dengan  ‘periode pelaporan’  itu ada maksudnya ?.  Mari kita buka PSAK 8 Revisi 2010 hasil konvergensi ke IFRS yang akan diterapkan mulai 1 Januari 2012. Continue reading “Bagaimana dengan ‘Peristiwa Setelah Periode Pelaporan’ ?”

Haruskah Laporan Keuangan Konsolidasian ?

Bagi mahasiswa khususnya jurusan Akuntansi, tentunya sudah akrab dengan bentuk dan isi laporan keuangan konsolidasian melalui mata kuliah yang terkait.  Selain itu laporan keuangan konsolidasian juga sering dijumpai di media cetak ataupun elektronik. Semula pemahaman kita adalah bahwa laporan keuangan konsolidasian dibuat oleh semua entitas induk. Namun dengan adanya perkembangan standar akuntansi di Indonesia terakhir ini haruskah semua entitas induk menyusun laporan keuangan konsolidasian ? Continue reading “Haruskah Laporan Keuangan Konsolidasian ?”

Laporan Arus Kas untuk Aktivitas Operasi

Dalam kaitannya dengan komponen laporan keuangan lainnya, laporan arus kas memberikan manfaat kepada penggunanya untuk mengukur kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas, dan dapat melihat perubahan asset neto entitas, struktur keuangannya, serta kemampuan entitas dalam kondisi lingkungan yang (selalu) berubah. Continue reading “Laporan Arus Kas untuk Aktivitas Operasi”

Respon AKUNTAN Pendidik Atas Penerapan PSAK UMUM dan PSAK ETAP

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabiitas Publik (PSAK ETAP) akan diberlakukan per 1 Januari 2011, meskipun penerapan lebih awal juga diperkenankan yaitu untuk penyusunan laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2010. PSAK ETAP memberikan peluang kemudahan bagi entitas yang tidak memiliki akuntanbilitas publik secara signifikan dan tidak menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal. Continue reading “Respon AKUNTAN Pendidik Atas Penerapan PSAK UMUM dan PSAK ETAP”