Institusi Syariah harus Paham KDPPLKS

Dalam perkembangannya,  standar akuntansi keuangan yang digunakan di Indonesia meliputi PSAK Umum (hasil konvergensi ke IFRS), PSAK Syariah, PSAK ETAP, dan SAK Pemerintah.  Khususnya PSAK syariah, digunakan oleh entitas syariah dan entitas konvensional yang melakukan transaksi syariah. Hal ini ditandai dengan lahirnya PSAK syariah 101-106 yang disahkan tanggal 27 Juni 2007 dan berlaku mulai tanggal 1 Januari 2008. PSAK syariah ini sekaligus menggantikan PSAK 59 yang kala itu hanya untuk entitas perbankan syariah saja (baca juga http://blog.stie-mce.ac.id/istutik/2010/11/18/mengungkap-sak-syariah/ ). Dalam tahun ini, DSAS mengeluarkan PSAK 110 yang diharapkan dapat diterapkan mulai 1 Januari 2012 (baca selengkapnya di http://blog.stie-mce.ac.id/istutik/2011/10/17/akuntansi-sukuk-prestasi-gemilang-dsas/ ). Continue reading “Institusi Syariah harus Paham KDPPLKS”

Perlakuan Akuntansi: Transaksi Murabahah (2)

Dalam transaksi murabahah, PSAK 102 tidak hanya mengatur perlakuan akuntansi bagi pihak penjual namun juga bagi pihak pembeli, bagaimana mengakui, mengukur, menyajikan, dan mengungkapkannya dalam laporan keuangan. Mari kita lanjutkan ulasannya . . . Continue reading “Perlakuan Akuntansi: Transaksi Murabahah (2)”

Mengembangkan Model BALANCED SCORECARD untuk Pengukuran Kinerja ENTITAS SYARIAH

Dikutip dari tulisan Kaplan dalam bukunya “Balanced Scorecard”, bahwa agar perusahaan berhasil bersaing pada abad informasi maka perlu kemampuan prima dalam hal,

  • mengembangkan hubungan dengan pelanggan
  • memperkenalkan produk & jasa yang inovatif
  • memproduksi produk & jasa berkualitas tinggi, harga murah, dan lead time
  • memobilisasi kemampuan danmemotivasi pekerja
  • mengembangkan teknologi informasi, database, dan sistem

Balanced scorecard digunakan untuk mengukur kinerja organisasi/perusahaan, dalam kaitannya dengan proses perumusan strategi, karena balanced scorecard merupakan seperangkat ukuran finansial kinerja masa lalu dengan drivers kinerja masa depan. Sehingga dikenal ada empat perspektif dalam menilai kinerja perusahaan.

Continue reading “Mengembangkan Model BALANCED SCORECARD untuk Pengukuran Kinerja ENTITAS SYARIAH”

Mengungkap SAK SYARIAH

Seperti yang kita ketahui bahwa PSAK Umum secara bertahap sedang dilakukan perubahan dengan mengadopsi penuh International Financial Reporting Standard (IFRS) karena pada tahun 2012 Indonesia sudah harus menerapkan PSAK yang sudah terkonvergensi dengan IFRS.

PSAK Umum tersebut tidak ditujukan untuk entitas yang melakukan transaksi syariah. Komiti Akuntansi Syariah (KAS) telah menghasilkan standar akuntansi syariah, beberapa PSAK Syariah berikut telah disahkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) melalui DSAK nya,

Continue reading “Mengungkap SAK SYARIAH”